Tertib

1Tesalonika 5:14 

Kami juga menasihati kamu, saudara-saudara, tegorlah mereka yang hidup dengan tidak tertib, hiburlah mereka yang tawar hati, belalah mereka yang lemah, sabarlah terhadap semua orang.

Pernah melihat orang antri? Mengapa mereka antri??? Apa jadinya bila mereka tidak Antri? Ya benar mereka akan tidak tertib (disorder-Ing atau atakteo-Yun).

Kata kerja “Tidak Tertib” dalam Alkitab yang berarti “seseorang yang tindakan dengan  tidak tertib” adalah atakteo. Kata ini berasal dari kata kerja tasso yang merupakan istilah militer yang mengacu pada tindakan mengatur tentara dalam urutan militer di barisan. Ketika orang-orang Yunani ingin membuat sebuah kata berarti kebalikan dari makna awalnya, mereka meletakkan huruf “Alpha” sebagai huruf pertamanya. Jadi “atakteo” mengacu pada tentara yang berbaris keluar dari ketertiban atau keluar dari barisan, sehingga menjadi kacau. Kata itu berarti “menyimpang dari perintah atau peraturan yang ditentukan.” Makna aslinya adalah tentang huru hara atau pemberontakan. Kata itu hanya ditemukan dalam surat-surat Tesalonika, dalam bentuk kata kerjanya dalam 2Tes.3:7, sebagai kata sifat dalam 1Tes.5:14, dan sebagai kata keterangan dalam 2Tes.3:6; 2Tes.3:11

Namun dalam surat-surat Tesalonika, kata ini tidak digunakan dalam pengertian militernya, tetapi secara metaforis. Ada 2 pengertian dalam hal ini yaitu mengacu pada kesalahan moral, atau suatu kelalaian dalam pekerjaan sehari-hari atau rutinitas. Dalam temuan arkeologi pada tulisan di papirus, arti terakhir yaitu kelalaian dalam pekerjaan sehari-hari atau rutinitas yang lebih dipakai. Hal ini muncul dalam sebuah kontrak pada temuan arkeologi tertanggal tahun 66 M, di mana seorang ayah yang menitipkan anaknya untuk magang pada seorang perajin. Sang ayah mengadakan kesepakatan dengan pengrajin bahwa jika ada hari dimana anaknya “bermain bodoh” atau “gagal hadir,” pengrajin itu dapat memperbaiki/mengarahkan anaknya tersebut agar menjadi baik. Dalam manuskrip A.D. 183, disebutkan juga bahwa seseorang yang magang menjadi penenun harus bekerja dalam jumlah hari yang setara, jika ia tidak masuk karena akibat dari  kemalasan atau kesehatan buruk atau alasan lain dimana ia melampaui waktu tidak masuk lebih dari dua puluh hari yaitu waktu yang diperbolehkannya dalam setahun.

Kata dalam 2Tes.3:11 pasti digunakan dalam arti ” seseorang yang membolos dari pekerjaannya,” karena ini didefinisikan oleh kata-kata, “tidak bekerja”, kata Yunani ergazomai yang berarti “bekerja, melakukan pekerjaan, melakukan perdagangan,  mendapatkan keuntungan dengan perdagangan”, digunakan sesuai dengan arti kata pada saat itu. Hal yang sama terjadi pada 2Tes.3: 6-7. Paulus mencukupkan kebutuhan dirinya sendiri saat berkhotbah. Kata itu juga muncul dalam 1Tes.5:14 (unruly-Ing,ataktos-Yun) di mana kata ini merujuk pada penyimpangan dari perintah atau peraturan kehidupan Kristen yang ditentukan.
Jadi marilah kita hidup tertib dengan berkarya dan beribadah sesuai dengan kondisi kita di manapun kita berada.

Selamat tertib, Tuhan Yesus menyertai.

AGP

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s