Januari 6

BACAAN: Kejadian  15-17    

Hari 6

“Perjanjian Allah dengan Abram”

GARIS BESAR

Berjalan dengan Tuhan adalah berbeda dengan berjalan mendahului Tuhan.

Tuhan sering mengulangi janjinya kepada Abram bahwa Abram akan memiliki banyak keturunan (12: 2; 13:16; 15: 4-5). Tapi seiring berjalannya waktu hal ini tidak terbukti pemenuhannya dan hal ini membuat Abram menjadi sangat tidak sabar.

Hasilnya adalah seorang anak laki-laki, Ismail, yang menjadi kesedihan ayahnya dan selalu mengingatkan akan tingginya harga suatu ketidakpercayaan.

Namun firman Tuhan adalah setia dan pasti.

Walau pun janji Tuhan ini, secara biologis tidak mungkin, tapi Abram dan Sarai akan melahirkan seorang anak laki-laki – sebuah janji yang dikonfirmasikan dengan nama baru untuk calon orang tua tersebut: Bapa Abraham (“ayah dari banyak”) dan Sarah (“putri”).

RENUNGAN HARIAN

Sangat mudah untuk mengetahui hal yang benar yang harus dilakukan setelah sesuatu terjadi, tapi sulit untuk memprediksi masa depan.

Kitab Kejadian tidak menutupi kelemahan Abraham dan Sarah tapi mengungkapkan juga saat-saat iman dan ketaatan mereka bersinar.

Mengapa?

Karena melalui peristiwa tersebut kita dapat belajar teladan mereka, baik dan buruk situasi yang terjadi.

Apa yang bisa Anda pelajari dari kehidupan Abraham tentang bahaya berjalan mendahului Tuhan?

Berikut adalah dua pelajaran yang patut diperhatikan:

  1. Persepsi Abraham tentang Tuhan terlalu kecil. Abraham berasumsi bahwa kemandulan Sarah adalah penghalang permanen bagi janji Allah, Abraham tidak menyadari bahwa “tidak ada yang tidak mungkin bagi Allah” (Lukas 1:37).
  2. Kesabaran Abraham terlalu singkat. Dia tergesa-gesa. Dia memutuskan untuk memenuhi sebuah janji yang seharusnya dilakukan/digenapi oleh Tuhan.

Tuliskan salah satu janji abadi Tuhan kepada Anda, dan pasanglah itu pada jam yang selalu Anda lihat. Ini adalah cara yang bagus untuk mengingatkan diri Anda sepanjang hari bahwa janjiNya akan datang pada waktuNya.

BANYAK ORANG TELAH MENINGGALKAN PELABUHAN HANYA SESAAT SEBELUM KAPAL DATANG.

PENDALAMAN

Iman yang benar | Kej 15: 6

Roma 4:22 mengutip Kejadian 15: 6: “Karena itu hal ini diperhitungkan kepadanya sebagai kebenaran.”

Iman Abraham mengandung lebih dari sekedar kepercayaan akan keberadaan Allah. Dia percaya pada janji Tuhan untuk memberinya benih, keturunan. Yesus adalah pemenuhan akhir dari janji itu (lihat Galatia 3:16).

Jika kita percaya kepada Yesus, kita menjadi keturunan rohani Abraham, dan kita juga akan dinyatakan benar di hadapan Allah.

Sunat Hati | Kej 17:14

Dalam Kejadian 17, Tuhan memberi Abraham ritus sunat sebagai tanda perjanjiannya dengannya. Ini adalah tanda lahiriah sebuah hubungan baru.

Ketika kita sebagai orang percaya kepada Tuhan Yesus masuk ke dalam keluarga Abraham, kita menerima sunat yang bukan dalam arti lahiriah melainkan “perubahan hati yang dihasilkan oleh Roh” (Roma 2:29).

 

http://www.renunganselamat.wordpress.com

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s