Januari 18

BACAAN: Keluaran 1-2   

Hari 18

“Kelahiran Musa”

GARIS BESAR

Kitab Keluaran dimulai setelah kitab Kejadian berakhir: dengan keturunan Yakub yang semakin bertambah banyak di Mesir.

Seorang penguasa baru muncul yang tidak mengenal jasa baik Yusuf serta mengabaikan hak asasi manusia orang Israel.

Meskipun Firaun mencoba untuk membunuh semua laki-laki Ibrani yang baru lahir, bayi Musa secara aman terhindar dari kematiannya bahkan bisa dibesarkan di lingkungan istana.

Pada usia empat puluh tahun, Musa berusaha untuk mewujudkan hal yang benar (pembebasan) dengan cara yang salah (pembunuhan).

Hal ini menyebabkan Musa menghabiskan empat dekade berikutnya dalam hidupnya di pengasingan, menjaga domba di padang gurun Midian.

RENUNGAN HARIAN

Pria itu sedang duduk di dekat sumur dengan pikiran yang menerawang jauh. Kekesalan sangat nampak di wajahnya, ia merasa jauh lebih tua dari usianya yang saat itu baru empat puluh tahun.

Musa merasa sangat sedih – karena ia merasa telah menyia-yiakan kesempatan yang ada.

Dia adalah satu-satunya orang di seluruh Mesir yang mungkin memiliki kesempatan untuk memberikan kelepasan kepada bangsanya. Dia memiliki posisi, pelatihan, kemampuan alami, dan keinginan untuk membantu.

Tapi karena satu tindakan bodoh, dia membunuh seorang pria yang menyebabkan dia kehilangan semua kelebihan yang mungkin dapat dia gunakan.

Setan senang meyakinkan orang percaya bahwa mereka tidak berguna bagi Tuhan. Tetapi sebenarnya Tuhan berkenan membangun sebuah bait Allah yang besar dari puing-puing yang terabaikan.

Kehidupan Musa perlu mengalami rekonstruksi ulang.

Dan pada saat proses rekonstruksi ulang itu selesai, Musa akan menjadi suatu monumen anugerah Tuhan.

Di mana dalam hidup Anda, Anda hampir menyerah untuk berharap bahwa Tuhan dapat menyelamatkan pekerjaan Anda? Menyelesaikan sekolah Anda? Memperbaiki pernikahan Anda? Memperbaiki pelayanan Anda?

Sebelum Anda menyerah, renungkanlah bagaimana kisah perjalanan Musa ini.

Pelajari kegagalan Musa dan renungkan juga kesabaran Tuhan terhadap Musa.

ALLAH ANDA MEMILIKI PENGHAPUS YANG BESAR.

PENDALAMAN

Istilah Bahtera digunakan kembali | Kel. 2: 3

Kata Ibrani yang sama untuk “perahu” digunakan untuk menggambarkan bantera Nuh dan kata ibrani yang sama juga digunakan oleh ibu Musa untuk menyembunyikan bayi Musa di alang-alang (2: 3).

Sekali lagi kita melihat Tuhan membebaskan umat pilihannya dari kehancuran melalui air setelah umatnya melakukan tindakan taat dan beriman.

Potret seorang Juruselamat | Kel. 2: 23-25

Seperti Yusuf, kehidupan Musa menggambarkan kehidupan sang Mesias. Musa diutus oleh Tuhan untuk menebus Israel dari perbudakan (2: 23-25); Yesus diutus oleh Tuhan untuk menebus dan membebaskan umat-Nya dari belenggu dosa.

Musa mengungkapkan Firman Tuhan; Yesus adalah Firman.

Musa adalah guru, hakim, dan penguasa. Yesus adalah guru, hakim, dan raja segala raja.

Itulah sebabnya saat bangsa Yahudi mencari Sang Mesias, mereka menantikan orang yang memiliki kehebatan dan kualitas seperti Musa.

 

Untuk melihat renungan hari lainnya, klik tautan berikut ini:
http://www.renunganselamat.wordpress.com

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s