Desember 26

BACAAN: Wahyu 8-9    

Hari 361

“Ketujuh Sangkakala Ditiupkan”

GARIS BESAR

Kitab Wahyu disusun berdasarkan serangkaian siklus yang terputus oleh bagian-bagian disisipkan.

Tiga siklus penghakiman (meterai, sangkakala, dan cawan) muncul seperti tiga bagian dari teleskop, masing-masing lebih parah dan jangkauannya jauh dari siklus sebelumnya.

Sebelum meterai ketujuh dibuka, Yohanes melihat empat malaikat memasang meterai kepada 144.000 hamba Allah, 12.000 dari masing-masing dari dua belas suku Israel (7: 3-8).

Berbeda dengan ini, Yohanes selanjutnya melihat sejumlah besar martir yang “tak terhitung banyaknya yang mati dalam kesengsaraan besar” (7:14) karena Kristus.

Akhirnya, pembukaan meterai ketujuh melepaskan tujuh sangkakala penghakiman, yang membawa kematian dan kegelapan, air mata dan siksaan pada umat manusia.

RENUNGAN HARIAN

Berapa banyak jenis doa yang dapat Anda pikirkan?

Di sisi bagian Alkitab yang kita baca, lihat apakah Anda dapat mendaftar setidaknya sepuluh jenis doa sebelum melanjutkan.

Ada doa pujian, ucapan syukur, penyembahan, dan sukacita.

Ada doa pengakuan dan pertobatan.

Ada doa untuk kebutuhan pribadi, seperti makanan, kesehatan, kekuatan, kebijaksanaan, dan pengampunan.

Ada doa syafaat untuk kebutuhan orang lain, untuk keselamatan orang-orang terkasih yang belum diselamatkan, dan untuk pelayanan gereja-gereja lokal, misionaris, dan sekolah-sekolah.

Doa Anda adalah aroma yang harum bagi Allah (8: 4) ketika Anda mengakui ketidakmampuan Anda sendiri dan bersandar pada janji-janji penyediaan dan kekuasaan Allah.

Jika Anda belum melakukannya, jadikan doa sebagai bagian tak terpisahkan dari perjalanan harian Anda dengan Tuhan.

Lima menit setiap hari bertambah hingga lebih dari tiga puluh jam dalam setahun — banyak pujian, ucapan syukur, ibadat, dan sukacita.

Mulailah hari ini, dan setiap harinya, dengan doa.

DOA ADALAH MENDENGARKAN APA YANG TUHAN MUNGKIN INGIN KATAKAN KEPADA ANDA.

PENDALAMAN

Materai Ketujuh — Tujuh Malaikat dan Tujuh Terompet | Wahyu 8: 1

Tujuh adalah angka suci bagi orang-orang Ibrani kuno.

Hal itu sering melambangkan kesempurnaan, kepenuhan, kelimpahan, istirahat, dan penyelesaian.

Angka tujuh juga memiliki makna ritual yang penting bagi orang Ibrani.

Karena angka tujuh itu sangat simbolis, maka bukan kebetulan kalau ia sering muncul dalam Wahyu (lihat 8: 1), sebuah buku yang terkenal karena simbolisme dan gambaran yang kaya.

Mesir Ditinjau Kembali | Wahyu 9:20

Banyak yang telah mengamati kesamaan antara penghakiman yang dijelaskan dalam Wahyu dan sepuluh tulah yang dibawa melawan Mesir pada zaman Musa.

Bacalah kembali Keluaran 7: 14-12: 36 dan lihat berapa banyak penilaian sangkakala dalam bacaan hari ini yang memiliki padanan pada zaman perbudakan Mesir.

Untuk melihat renungan hari lainnya, klik tautan berikut ini:
http://www.renunganselamat.wordpress.com

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s