Kompas Kepastian (NTS84)

Bagian I

Salam jumpa kembali di sekolah alkitab mini.

Saya senang anda memilih bergabung dengan program studi tentang keseluruhan Alkitab ini di mana kita membaca kitab demi Kitab.

Program studi ini dimulai dari kitab kejadian dan sekarang telah mengantarkan kita ke kitab surat Yohanes yang pertama.

Saya menyebut 16 ayat pertama surat ini sebagai Kompas kepastian saya.

Saya akan membacakan ayat-ayat ini:

“Apa yang telah ada sejak semula, yang telah kami dengar, yang telah kami lihat dengan mata kami, yang telah kami saksikan dan yang telah kami raba dengan tangan kami tentang Firman hidup–itulah yang kami tuliskan kepada kamu. Hidup itu telah dinyatakan, dan kami telah melihatnya dan sekarang kami bersaksi dan memberitakan kepada kamu tentang hidup kekal, yang ada bersama-sama dengan Bapa dan yang telah dinyatakan kepada kami. Apa yang telah kami lihat dan yang telah kami dengar itu, kami beritakan kepada kamu juga, supaya kamupun beroleh persekutuan dengan kami. Dan persekutuan kami adalah persekutuan dengan Bapa dan dengan Anak-Nya, Yesus Kristus. Dan semuanya ini kami tuliskan kepada kamu, supaya sukacita kami menjadi sempurna. Dan inilah berita, yang telah kami dengar dari Dia, dan yang kami sampaikan kepada kamu: ‘Allah adalah terang dan di dalam Dia sama sekali tidak ada kegelapan. Jika kita katakan, bahwa kita beroleh persekutuan dengan Dia, namun kita hidup di dalam kegelapan, kita berdusta dan kita tidak melakukan kebenaran. Tetapi jika kita hidup di dalam terang sama seperti Dia ada di dalam terang, maka kita beroleh persekutuan seorang dengan yang lain, dan darah Yesus, Anak-Nya itu, menyucikan kita dari pada segala dosa. Jika kita berkata, bahwa kita tidak berdosa, maka kita menipu diri kita sendiri dan kebenaran tidak ada di dalam kita. Jika kita mengaku dosa kita, maka Ia adalah setia dan adil, sehingga Ia akan mengampuni segala dosa kita dan menyucikan kita dari segala kejahatan. Jika kita berkata, bahwa kita tidak ada berbuat dosa, maka kita membuat Dia menjadi pendusta dan firman-Nya tidak ada di dalam kita. Anak-anakku, hal-hal ini kutuliskan kepada kamu, supaya kamu jangan berbuat dosa, namun jika seorang berbuat dosa, kita mempunyai seorang pengantara pada Bapa, yaitu Yesus Kristus, yang adil. Dan Ia adalah pendamaian untuk segala dosa kita, dan bukan untuk dosa kita saja, tetapi juga untuk dosa seluruh dunia. Dan inilah tandanya, bahwa kita mengenal Allah, yaitu jikalau kita menuruti perintah-perintah-Nya. Barangsiapa berkata: Aku mengenal Dia, tetapi ia tidak menuruti perintah-Nya, ia adalah seorang pendusta dan di dalamnya tidak ada kebenaran. Tetapi barangsiapa menuruti firman-Nya, di dalam orang itu sungguh sudah sempurna kasih Allah; dengan itulah kita ketahui, bahwa kita ada di dalam Dia. Barangsiapa mengatakan, bahwa ia ada di dalam Dia, ia wajib hidup sama seperti Kristus telah hidup.” (1Yoh.1:1-2:6).

Surat Yohanes yang pertama ini ditulis oleh orang yang sama yang menulis Injil Yohanes.

——————————-

Penulis ini yang juga menulis Kitab Wahyu dan 2 Yohanes dan 3 Yohanes selalu menjelaskan mengapa ia menulis

Masih ingatkan anda bahwa ketika ia menulis injil ia menjelaskan mengapa ia menulis Injil yang keempat itu

Ia mengatakan bahwa banyak sekali hal mengagumkan yang Yesus lakukan

Seandainya segala yang Yesus lakukan ditulis, dunia itu sendiri tidak akan cukup menampung kitab yang harus ditulisnya.

Akan tetapi Yohanes mengatakan dalam ayat ayat terakhir Injil Yohanes 20 bahwa semua yang tercantum di sini telah dicatat supaya kamu percaya bahwa Yesuslah mesias anak Allah dan supaya kamu oleh imanmu memperoleh hidup dalamnya

Dalam suratnya ini Yohanes kembali menjelaskan mengapa ia menulisnya.

1 Yohanes 5:13 mengatakan: “Semuanya itu kutuliskan kepada kamu, supaya kamu yang percaya kepada nama Anak Allah, tahu, bahwa kamu memiliki hidup yang kekal.”

Yohanes menulis kitab injil agar kita menjadi percaya dan memperoleh hidup yang kekal.

Sekarang dia menulis selanjutnya

Yohanes menulis kepada orang yang percaya yang memiliki keselamatan

Ia menulis kepada orang yang percaya agar mereka tahu bahwa mereka percaya lalu menjadi benar-benar percaya

Dalam 1 Yohanes 5:13 ia mengatakan: “semuanya itu kutuliskan kepada kamu supaya kamu yang percaya kepada nama anak Allah tahu bahwa kamu memiliki hidup yang kekal.”

Hal itu berarti bahwa ketika kita membaca satu Yohanes, kita mencari satu hal yaitu kepastian akan keselamatan kita

Banyak orang yang merasa tidak pasti dalam imannya tentang keselamatannya.

Itulah sebabnya orang mudah sekali goyah rohaninya

Kalau anda merasa tidak mempunyai kepastian akan keselamatan anda, Yohanes mau mengatakan: “Aku menulis ini agar sekarang kamu yakin bahwa kamu mempunyai hidup yang kekal.”

Dalam 16 ayat pertama yang saya bacakan tadi, Yohanes memberi kita semacam gambaran umum tentang suratnya ini.

Ia menjelaskan apa yang ia akan Jelaskan

Kalau anda kurang pasti akan keselamatan anda, kalau anda merasa tidak memiliki jaminan secara rohani, kalau anda merasa tidak memiliki jaminan dalam iman anda, maka dalam 16 ayat pertama surat ini, anda diberikan Kompas rohani

Kompas kepastian yang bisa anda gunakan untuk mendapatkan kepastian akan iman dan keselamatan anda

Saya akan menguraikan kompas ini dalam 8 judul karena sebuah Kompas mempunyai 8 petunjuk

Berikut adalah 8 poin Kompas kepastian ini

Poin pertama pada kompas kepastian ini adalah FAKTA.

Perhatikan bahwa Yohanes memulai dengan menjelaskan bahwa Iman didasarkan pada fakta

Iman bukanlah berarti melangkah dalam gelap, iman didasarkan pada bukti

Pengharapan tidak didasarkan pada bukti

Ingatlah bahwa Ibrani 11 ayat 1, iman adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan

Imam memberikan dasar bagi pengharapan anda

Ada perbedaan antara pengharapan dengan iman

Pengharapan hanyalah pengharapan, sedangkan Iman selalu mempunyai semacam dasar

Itulah sebabnya Yohanes memulainya dan menjelaskan bahwa Injil yang kita yakini menyelamatkan kita didasarkan pada fakta fakta

Yohanes mengatakan aku menulis sesuatu yang faktual yang telah kami dengar dan kami lihat

Kami telah mempelajari kami telah merabanya kehidupan telah disingkapkan dan kami telah melihatnya dan telah merabanya

———————————–

Yohanes menggunakan kata dalam bahasa Yunani yang berarti bahwa ia telah melihatnya dari jauh maupun dari dekat bahkan merabanya seperti seorang ahli berlian mempelajari sebuah berlian di bawah mikrosscorp-nya, jelas bahwa Yohanes sedang membicarakan tentang Kristus yang telah bangkit

Yohanes mau mengatakan Kami adalah saksi mata dan kami telah melihat dari dalam dekat bahwa kami telah meraba bekas paku pada tangannya dan bekas tusukan pada lambungnya

Iman kami kepada Kristus yang telah bangkit didasarkan pada fakta-fakta.

Ketika anda membandingkan kitab seperti Injil Yohanes dengan kitab-kitab lain dalam perjanjian baru, ada 2 fakta Injil yang muncul yaitu kematian Yesus Kristus dan kebangkitan-nya dari antara orang-orang mati

Paulus mengatakan Yesus Kristus mati karena dosa-dosa kita. Yesus kristus mati karena dosa-dosa kita, menurut kitab suci Yesus Kristus bangkit dari antara orang mati; menurut kitab suci, itu Injil,

Itulah yang kukhotbahkan datang kepadamu di Korintus itulah yang kamu yakini itu lain kamu telah terima itulah yang menyelamatkan kamu.

Di Atas dasar itulah kamu berdiri.

Kalau kamu berdiri di atas dasar lain kamu tidak diselamatkan.

Poin berikutnya dalam Kompas kepastian ini adalah IMAN.

Anda harus mengimani fakta-fakta tersebut. Poin ketiga adalah hasil dari mengimani kematian Kristus.

Yesus Kristus mati karena dosa-dosa kita.

Ketika anda meyakini hal itu apa perbedaan yang dihasilkan? Semuanya.

Tahukah Anda bahwa dosa-dosa anda telah diampuni?

Apakah anda terbeban oleh rasa bersalah yang terus anda bawa-bawa atau Apakah anda sungguh mempunyai kepastian bahwa dosa-dosa anda telah diampuni?

Seseorang pernah berkata: “Kita mengingat apa yang Allah lupakan dan melupakan apa yang Allah ingat.”

Ketika kita mengimani kematian Yesus Kristus demi keselamatan kita dan mengatakan: “Ya Allah dapat saya bawa dosa-dosa yang telah engkau ampuni karena Yesus Kristus telah mati dikayu salib karena dosa-dosa saya.” Maka Allah melupakan dosa-dosa kita.

Sayangnya kita sendiri tidak melupakan dosa-dosa kita.

Itulah sebabnya kita terus saja dibebani rasa bersalah.

Kita tidak melupakan apa yang Allah lupakan.

Di lain pihak kita melupakan apa yang justru Allah ingat.

Allah ingat bahwa kita ini Pendosa dan Allah tidak pernah mau kita melupakan hal itu.

Allah memang melupakan dosa-dosa kita ketika kita mengimani kematian Kristus demi pengampunan dosa-dosa kita. Allah melupakan dosa-dosa kita dan mengingat bahwa kita ini Pendosa.

Sayangnya kita melupakan bahwa kita ini Pendosa, namun mengingat dosa-dosa kita.

Dalam pasal pembuka Yohanes mengatakan: “Jika kita berkata bahwa kita tidak berdosa, maka kita menipu diri kita sendiri. Jika kita berkata bahwa kita tidak ada berbuat dosa, maka kita membuat Dia menjadi Pendusta dan FirmanNya tidak ada di dalam kita, sebab FirmanNya jelas-jelas mengatakan bahwa kita telah berbuat dosa.”

Kabar baiknya adalah dalam ayat 9, jika kita mengaku dosa kita maka ia adalah setia dan adil, sehingga ia akan mengampuni segala dosa kita dan menyucikan kita dari segala kejahatan.

Kita akan melanjutkan pembahasan tentang kompas kepastian ini pada sesi berikutnya.

Saya menantang anda.

Sudahkah anda diampuni? Tahukah anda bahwa anda telah disucikan dari segala kejahatan karena mengimani bahwa Kristus telah mati karena dosa-dosa anda dan bangkit lagi dari antara orang mati, yang membuktikan dirinya Allah?

Kalau belum bacalah 1 Yohanes ini dan berdoalah.

Mintalah agar Allah membukakan mata rohani anda dan memberi anda Kepastian yang Yohanes bicarakan.

BAGIAN II

Dalam sesi yang terakhir, saya mulai menjelaskan apa yang saya sebut sebagai Kompas Kepastian yang didasarkan pada kelima pasal dari 1 Yohanes.

Singkat kata, maksud dari 1 Yohanes adalah untuk memberikan kepastian atas keselamatan anda.

Saya heran betapa banyak orang yang tidak mempunyai kepastian akan keselamatan kekal nya.

Rasul Yohanes mengatakan: “Semuanya itu kutuliskan kepada kamu, supaya kamu yang percaya kepada nama anak Allah tahu,  bahwa kamu memiliki hidup yang kekal.”

Karena ada 8 poin pada sebuah Kompas, maka ada 8 poin pada kompas kepastian ini.

Dalam sesi terakhir saya telah menjelaskan tiga poin pertama pada kompas kepastian ini, yaitu fakta, iman terhadap fakta-fakta tersebut dan pengampunan karena mengimani kematian Yesus Kristus demi pengampunan dosa-dosa seluruh umat manusia.

Poin berikutnya pada kompas kepastian ini adalah hasil dari mengimani kebangkitan Yesus Kristus.

Yohanes begitu bersemangat menjelaskan kebangkitan Yesus Kristus dalam pasal pertama suratnya ini.

Apa yang telah ada sejak semula yang telah kami dengar yang telah kami lihat dengan mata kami yang telah kami saksikan dan yang telah kami raba dengan tangan kami.

Yang Yohanes maksudkan adalah Kristus yang telah bangkit dari antara orang mati, itulah yang paling banyak di khotbah kan oleh para rasul dalam kisah para rasul yaitu kebangkitan Yesus Kristus dari antara orang mati.

Mengapa kebangkitan Yesus Kristus menjadi fakta Injil yang membangkitkan semangat?

Kebangkitan Yesus Kristus menjadi fakta Injil yang membangkitkan semangat karena iman terhadap kebangkitan Yesus Kristus bisa berarti persekutuan dengan Kristus yang telah bangkit.

Petrus bersemangat karena dengan hal itu anda bisa mengenal Yesus Kristus.

Paulus bersemangat karena di dalam Kristus, di dalam hadirat Ilahi, anda bisa menerima segala Anugrah rohani yang anda butuhkan untuk hidup seperti yang telah Allah kehendaki.

Yohanes juga bersemangat karena fakta bahwa Kristus telah bangkit.

Kebangkitan Yesus Kristus berarti ia hidup dan bahwa kita bisa mengenal dia dan bahkan bersekutu dengan Yesus Kristus yang hidup.

Kata persekutuan dalam bahasa Yunani adalah koinonia. Kata persekutuan berarti kemitraan.

Kalau anda bermitra dengan orang lain dalam pengertian bisnis, segala milik anda adalah milik juga Mitra anda dan segala milik Mitra anda adalah juga milik anda.

Anda bermitra, anda berbagi dalam segala hal.

Sekarang bayangkan anda bermitra dengan Yesus.

Yesus menjadi Mitra saya, bukan apa yang saya sanggup saya lakukan melainkan apa yang sanggup ia lakukan.

Bukan saya ini apa, melainkan Dia itu apa, sebab dia bermitra dengan saya.

Segala milik dia adalah milik saya juga, Sebab Dia adalah Mitra saya yang seimbang.

Akan tetapi jangan lupa timbal baliknya.

Kalau anda bersekutu dengan Kristus, segala milik anda adalah juga milik dia.

Bukan anda saja yang meminta Dia masuk ke dalam hidup anda, ke dalam rencana anda, ke dalam pekerjaan anda, melainkan Yesus juga mau anda masuk ke dalam rencanaNya ke dalam karyaNya.

Jadi persekutuan ini bersifat dua arah.

Persekutuan menjadi poin keempat dari Kompas kepastian.

Persekutuan adalah hasil dari mengimani kebangkitan Kristus.

——————

Poin kelima adalah poin yang lebih ditekankan Yohanes dalam surat singkatnya itu, yaitu mengikuti Kristus.

Inilah poin yang akan di ulang-ulang oleh Yohanes: “Ketika orang mengatakan percaya kepada Yesus.”

Yesus akan selalu menjawab: “Ikutlah Aku! Kalau engkau mengikuti Aku, Aku akan menjadikanmu seperti Aku. Aku akan menjadikanmu sesuai dengan tujuan yang engkau ciptakan.”

Yohanes berulang kali mengatakan: “Dengan ini kita tahu sebab kita memelihara perintah-perintah-nya dan melakukan apa yang ia perintahkan.”

Oleh karena itu, mengikut Kristus adalah poin yang sangat penting pada kompas kepastian.

Setelah mengikuti Yesus Kristus ada beberapa poin lain pada kompas kepastian berdasarkan 16 ayat pembuka 1 Yohanes ini.

Salah satunya adalah kemerdekaan.

Yesus menjanjikan kemerdekaan.

Dalam Yohanes 8, Yesus berkata: ”Kalau engkau percaya kepadaku, tinggal dalam Firman ku maka engkau menjadi muridku.”

Dalam Yohanes 8, Yesus mengatakan bahwa percaya adalah fase pertama, mengikut atau menjadi muridnya adalah fase kedua, kemudian Yesus menggambarkan fase ketiganya Kalau engkau tinggal di dalam firman ku engkau akan mengenal kebenaran dan Ketika engkau mengenal kebenaran, kebenaran itu akan memerdekakan kamu.

Lalu Yesus menjelaskan apa maksud ketika ia mengatakan: “Jadi apabila anak itu memerdekakan kamu, kamu pun benar-benar merdeka.”

Yesus mau katakan adalah pertama-tama anda percaya.

Lalu anda mengikuti dia dan tinggal di dalam FirmanNya.

Jikalau anda melakukannya hubungan anda denganNya akan memerdekakan anda.

Demikian juga cara untuk dimerdekakan dari segala dosa dan masalah pribadi anda.

Dosa bukanlah sekedar perangkap yang tidak berpengharapan, dimana anda terperangkap.

Yohanes mengatakan dalam 1 Yohanes 1: “Jika kita berkata bahwa kita tidak berdosa maka kita menipu diri kita sendiri dan jika kita berkata bahwa kita tidak berbuat dosa, maka kita membuat dia menjadi Pendusta dan FirmanNya tidak ada di dalam kita.”

Akan tetapi Yohanes juga menulis: “Hal-hal ini kutuliskan kepadamu supaya kamu jangan berbuat dosa, namun jika seorang berbuat dosa, kita mempunyai seorang pengantara pada Bapa yaitu Yesus Kristus yang adil.”

Itu artinya dimerdekakan dari dosa itu adalah hal yang mungkin.

Kita tidak perlu terus-menerus membuat dosa.

Kita bisa dimerdekakan dari kuasa dosa ketika Kristus lahir namanya disebut Yesus karena kita diberitahu bahwa ia akan menyelamatkan manusia dari dosa nya.

Bukan saja ia akan mengampuni manusia atas dosanya, melainkan juga akan menyelamatkan manusia dari dosa mereka.

Hal itu berarti bahwa Yesus akan memerdekakan umatnya dari dosa mereka.

Kemerdekaan adalah poin ke-6 pada kompas kepastian.

Poin berikutnya pada kompas kepastian adalah apa yang kita dapat kita sebut kepenuhan.

———–

Yohanes kembali menjelaskan maksudnya menulis surat ini: “dan semua ini kami tulisan kepada kamu supaya sukacita kami menjadi sempurna.”

Banyak orang yang berpendapat bahwa pengalaman hidup yang terpenggal-penggal di dalam Kristus, pengalaman kita akan Kristus hanyalah pengalaman dari apa yang seharusnya kita alami, yang sudah kita alami memang nyata dan baik. Namun seharusnya lebih daripada itu.

Jauh lebih baik daripada itu.

Yohanes menginginkan kita mendapatkan pengalaman penuhnya.

Itulah yang dimaksud dengan kepenuhan.

Saya menyebut poin ke-8 pada kompas kepastian sebagai keberbuahan.

Yohanes mau melihat kasih Allah disempurnakan dalam diri kita.

Dengan kata lain, Yohanes ingin llihat buah bagi Allah dalam pengalaman kita akan Kristus.

Dalam keseluruhan pengalaman hidup di dalam Kristus ada jawaban bagi pertanyaan:

Apa untungnya bagi Allah?

Kita datang kepada pengalaman rohani sama seperti kita datang kepada segala yang lain dengan cara berpikir yang terpusat pada diri sendiri.

Apa untungnya bagi saya? apa yang akan kau tunjukan bagiku Tuhan?

Padahal seperti yang kita lihat dalam pengalaman Saulus dari tarsus menjadi percaya, kita baru-baru benar menjadi matang ketika kita bertanya: apa yang Engkau kehendaki aku lakukan Bagimu Tuhan? Apa untungnya bagimu?

Alkitab menyebutnya: berbuah.

Ketika kita mempelajari Yohanes 15 ayat 6 saya telah menjelaskan bahwa Yohanes 15 menampilkan Kristus sebagai pokok anggur yang mencari ranting-ranting.

Tuhan Yesus Kristus ingin mencari ranting-ranting yang melaluinya Ia bisa berbuah.

Ketika ranting-ranting itu diharapkan berbuah, mereka harus tinggal di dalam dia sebagai pokok anggurnya.

Dan pertanyaannya adalah bersediakah kita menjadi salah satu rantingnya.

Saat pokok anggur itu mencari ranting-ranting, Yesus mengatakan kepada ranting-rantingnya: “tanpa ku engkau tidak bisa berbuat apa-apa.”

Namun Ia juga berkata-kata: “Tanpamu aku tidak akan menghasilkan apa-apa.”

Oleh karena itu saat anda datang kepada firman Allah mencari kepastian akan keselamatan anda, keberbuahan adalah salah satu buktinya.

Ketika anda menyadari bahwa Allah berkarya melalui anda, itu bukan saja akan menghibur anda dan memberi anda kepenuhan melainkan juga memberi anda kepastian.

Keberbuahan adalah poin ke-8 pada kompas kepastian.

Ringkasnya ke-8 point pada kompas kepastian adalah FAKTA, IMAN, PENGAMPUNAN, PERSEKUTUAN, MENGIKUT KRISTUS, KEMERDEKAAN, KEPENUHAN dan KEBERBUAHAN.

Kalau anda menemukan bahwa ternyata anda tidak berbuah, tidak mempunyai kepenuhan atau tidak mempunyai kemerdekaan, kembalilah ke awal.

Rasul Paulus mengajarkan agar kita introspeksi diri.

Ketika anda mengintropeksi diri anda, kembalilah kepada fakta-faktanya.

Apakah anda benar-benar percaya pada kematian Yesus Kristus dan mempunyai kepastian akan pengampunan?

Apakah anda percaya kepada kebangkitan Kristus dan bersekutu dengan Dia?

Kalau anda kehilangan kepastian, mungkin poin terpenting pada kompas ini adalah mengikuti Kristus.

Hal itu bisa mengembalikan kepastian secara lebih cepat daripada apapun juga.

Ada sesuatu yang Tuhan mau anda lakukan, yang sekarang ini belum anda lakukan.

Kalau Anda berfokus kesana oleh kasih karunia Allah anda melakukan apa yang Ia mau, anda lakukan seringkali kepastian anda akan kembali.

Saya merekomendasikan Kompas kepastian ini sebagai pendahuluan studi tentang 1 Yohanes.

Kompas kepastian ini akan menunjukkan apa yang akan Yohanes Jelaskan tentang Bagaimana anda bisa mengetahui bahwa anda mempunyai keselamatan? [GR1]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s