Urapan yang Memberi Jaminan (NTS85)

Bagian 1

Salam jumpa kembali di Sekolah Alkitab Mini.

Program studi ini dimulai dari kitab kejadian dan kita sudah hampir selesai mempelajari keseluruhan alkitab.

Untuk ketiga kalinya saya mengajak anda membuka surat Yohanes yang pertama.

Seperti yang telah saya katakan dalam sesi yang sebelumnya tentang 1 Yohanes, bahwa maksud surat ini adalah agar orang yang percaya tahu, bahwa mereka mempunyai keselamatan.

Singkatnya maksud dari 1 Yohanes ini adalah untuk memberikan kepastian kepada kita.

Yohanes selalu menjelaskan maksudnya dalam menulis sebuah surat.

Ia menjelaskan bahwa ia menulis injilnya agar kita dapat menjadi percaya dan ia menjelaskan bahwa ia menulis surat yang singkat ini agar orang-orang yang percaya tahu bahwa ia mempunyai kepastian penuh akan keselamatannya, lalu ia menjadi benar-benar percaya kepada Yesus Kristus. 

Keselamatan adalah persoalan yang sangat penting, sehingga kita seharusnya yakin akan keselamatan kita.

Karena itulah surat singkat ini dituliskan karena Allah tidak mau persoalan keselamatan yang sangat penting ini masih juga ada.

Allah mau kita mempunyai kepastian penuh akan keselamatan kita.

Dalam 16 ayat pertama, kita menemukan sebuah Kompas kepastian.

Ada 8 poin pada kompas ini dan Yesus akan terus menjelaskan tentang Kompas kepastian dalam surat singkatnya ini.

Dalam pasal 2 Yohanes memberikan beberapa poin tambahan kepada Kompas kepastian kita.

Saya tidak akan membacakan pasal 2, namun yang jelas kalau anda membaca pasal 2, anda akan menemukan poin-poin berikut ini pada kompas Kepastian yang terdapat dalam 1 Yohanes.

Misalnya Yohanes akan menjelaskan bahwa kita bisa mengetahui bahwa kita mempunyai keselamatan, ketika kita mengasihi saudara kita.

Yohanes mengatakan barangsiapa mengasihi saudaranya, ia ada di dalam Kristus.

Ia sungguh orang yang orang yang percaya, akan tetapi orang yang tidak mengasihi saudaranya masih hidup dalam kegelapan. 

Itulah point lainnya pada kompas kepastian yaitu kita harus mengasihi saudara kita atau sama yang dapat kita lihat.

Dalam pasal empat, Yohanes akan mengatakan: “Jikalau seseorang berkata Aku mengasihi Allah dan ia membenci saudaranya, maka ia adalah Pendusta. Karena barangsiapa tidak mengasihi saudaranya yang dilihatnya tidak mungkin mengasihi Allah yang tidak dilihatnya.”

Itulah tema yang berkali-kali diulang dalam surat Yohanes ini. 

Yohanes akan berulang kali mengatakan dalam suratnya tentang kepastian ini, bahwa salah satu cara anda dapat mengetahui bahwa anda benar-benar mempunyai hidup yang kekal adalah kalau anda mengasihi saudara anda.

Ketika Yohanes menjelaskan hal itu dalam pasal 2 ia mengatakan: “Aku menulis kepadamu tentang suatu perintah lama, itu memang perintah lama sebab perintah paling besar dan yang paling lama adalah mengasihi Allah.” 

Lalu melalui Yesus menambahkan dengan mengasihi sesama mu seperti dirimu sendiri, perintah lama ini sudah diberikan dalam kitab Ulangan dan dalam kitab Imamat dalam Perjanjian Lama. 

Oleh karena itu Yohanes mengatakan: “Sesungguhnya aku bukan menulis suatu perintah baru, melainkan suatu perintah lama.” 

Sebelum Yesus meninggalkan ke-12 muridnya Ia berkata: “Suatu perintah baru Kuberikan kepadamu, pandanglah orang di seberangmu, kasihilah satu sama lain, seperti Aku telah mengasihimu, kasihilah satu sama lain. Demikianlah seluruh dunia akan mengetahui bahwa kamu adalah muridku, yaitu kalau kamu saling mengasihi.” 

Kalau anda sungguh-sungguh mengasihi Allah dan mengasihi Saudara anda maka anda akan tahu bahwa anda mempunyai hidup yang kekal.

——————–

Point lain pada kompas kepastian adalah ketika kita lebih mengasihi Bapa daripada mengasihi dunia ini.

Ini adalah bagian Firman yang luar biasa dalam pasal 2 yang mungkin sudah anda kenal.

“Janganlah kamu mengasihi dunia dan apa yang ada di dalamnya. Jikalau orang mengasihi dunia, maka kasih akan Bapa tidak ada di dalam orang itu. Sebab semua yang ada di dalam dunia, yaitu keinginan daging dan keinginan mata serta keangkuhan hidup, bukanlah berasal dari Bapa, melainkan dari dunia. Dan dunia ini sedang lenyap dengan keinginannya, tetapi orang yang melakukan kehendak Allah tetap hidup selama-lamanya.” (1Yoh 2:15-17).

Itulah point lain daripada Kompas Kepastian yang Yohanes berikan kepada kita. 

Apakah engkau mengasihi Allah? Apakah engkau mengasihi Allah lebih dari dunia ini? Apakah engkau dikuasai oleh hal-hal duniawi? 

Kalau engkau dikuasai oleh hal-hal duniawi dan yang engkau pikirkan dan tambahkan hanyalah hal-hal duniawi dan engkau mengikuti sistem dunia ini, gaya hidup dunia ini serta cara berpikir, maka engkau tidak mempunyai kepastian akan keselamatan.

Yohanes mau mengatakan bahwa kalau untuk itu anda hidup, kalau itu yang anda kasihi maka anda tidak mengasihi Allah. 

Akan tetapi kalau anda mengasih Bapa lebih daripada mengasihi dunia dan segala nilainya, gaya hidupnya dan cara berpikirnya itu, maka anda mempunyai 1 poin lagi pada kompas kepastian anda. 

Anda bisa mendasarkan keyakinan anda bahwa anda tahu anda mempunyai hidup yang kekal karena anda lebih mengasihi Bapa daripada mengasihi dunia ini.

Berikutnya Yohanes menjelaskan kita tahu bahwa kita mempunyai hidup yang kekal, karena Roh Kudus menjaga kemurniaan ajaran kita. 

Dua kali Yohanes mengatakan dalam pasal 2: 

“Tetapi kamu telah beroleh pengurapan dari Yang Kudus, dan dengan demikian kamu semua mengetahuinya. Aku menulis kepadamu, bukan karena kamu tidak mengetahui kebenaran, tetapi justru karena kamu mengetahuinya dan karena kamu juga mengetahui, bahwa tidak ada dusta yang berasal dari kebenaran. Siapakah pendusta itu? Bukankah dia yang menyangkal bahwa Yesus adalah Kristus? Dia itu adalah antikristus, yaitu dia yang menyangkal baik Bapa maupun Anak. Sebab barangsiapa menyangkal Anak, ia juga tidak memiliki Bapa. Barangsiapa mengaku Anak, ia juga memiliki Bapa. Dan kamu, apa yang telah kamu dengar dari mulanya, itu harus tetap tinggal di dalam kamu. Jika apa yang telah kamu dengar dari mulanya itu tetap tinggal di dalam kamu, maka kamu akan tetap tinggal di dalam Anak dan di dalam Bapa. Dan inilah janji yang telah dijanjikan-Nya sendiri kepada kita, yaitu hidup yang kekal.” (1Yo 2:20-25)

———————-

“Semua itu kutulis kepadamu, yaitu mengenai orang-orang yang berusaha menyesatkan kamu. Sebab di dalam diri kamu tetap ada pengurapan yang telah kamu terima dari pada-Nya. Karena itu tidak perlu kamu diajar oleh orang lain. Tetapi sebagaimana pengurapan-Nya mengajar kamu tentang segala sesuatu–dan pengajaran-Nya itu benar, tidak dusta–dan sebagaimana Ia dahulu telah mengajar kamu, demikianlah hendaknya kamu tetap tinggal di dalam Dia.” (1Yoh 2:26-27)

Yang Yohanes katakan di sini sangat mirip dengan apa yang Paulus katakan dalam 1 Korintus 2.

Dalam 1 Korintus 2 Paulus mengatakan bahwa ketika anda belajar, anda belajar lewat mata telinga dan hati. 

Anda melihat lewat hal-hal yang anda lihat, lewat hal-hal yang anda dengar dan anda juga belajar lewat kehendak anda.

Akan tetapi Paulus juga mengatakan dalam 1 Korintus 2 bahwa Kalau anda ingin belajar hal yang rohani, anda tidak bisa sekedar mengandalkan mata telinga atau hati, anda harus mempunyai Roh Kudus kalau ingin belajar hal-hal yang rohani sebab hal-hal yang rohani hanya mungkin dimengerti secara rohani.

Kalau anda tidak mempunyai Roh Kudus, anda tidak akan pernah belajar hal-hal yang rohani.

Manusia yang tidak rohani atau manusia duniawi tidak mungkin mengetahui hal-hal yang rohani.

Biarpun ia menyandang gelar Phd, ia tetap tidak akan tahu hal-hal yang rohani kalau ia tidak punya roh kudus.

Yohanes mengatakan hal yang sangat mirip dengan itu.

Yohanes menggunakan kata pengurapan.

Yohanes mengatakan dalam 1 Yohanes 2:20: “tetapi kamu telah beroleh pengurapan dari yang kudus dan dengan demikian kamu semua mengetahuinya.

Lalu dalam ayat 27, ia mengatakan “Sebab di dalam diri kamu tetap ada pengurapan yang telah kamu terima dari pada-Nya. Karena itu tidak perlu kamu diajar oleh orang lain.” 

Ketika pengurapan ini mengajarkan hal-hal yang rohani anda mempunyai point lain pada kompas kepastian anda.

Ini adalah poin lainnya pada kompas kepastian anda sebab anda tidak mungkin mengetahui hal-hal yang diajarkan oleh pengurapan Roh Kudus itu, seandainya anda tidak ada di dalam Kristus.

Roh Kudus yang tinggal di dalam hati dan pikiran anda, adalah alasan anda mengetahui apa yang anda ketahui secara rohani.

Alasan anda tidak membutuhkan seorang guru manusia adalah karena Roh Kudus yang tinggal di dalam diri anda adalah guru anda.

Kalau Roh Kudus tinggal didalam anda dan mengajari anda maka anda telah menemukan satu lagi poin pada kompas kepastian anda.

Tantangan dari sisi ini sudah jelas bukan? 

Kalau anda telah mengikuti pembahasan kita tentang Kompas kepastian, bagaimana dengan kompas kepastian anda sendiri? 

Maksud dari 1 Yohanes ini adalah untuk memberikan kepastian.

Akan tetapi surat yang mendalam ini ditulis bukan untuk memberikan kepastian yang semu.

Saya menantang anda untuk dengan saksama membaca kitab kedua dalam Alkitab yang ditulis oleh Rasul Yohanes ini dan mengikuti Kompas kepastian ini.

Telusurilah 1 Yohanes ini, Kompas kepastian rohani ini, dan lihatlah, apakah anda mempunyai kepastian akan keselamatan anda? 

Bagian 2

Dalam sesi sebelumnya, kita telah belajar bahwa kitab 1 Yohanes ditulis untuk memberikan kepastian 

Oleh karena itu hendaknya kita membaca 1 Yohanes untuk belajar tentang bagaimana kita bisa tahu  bahwa iman kita kepada Kristus, benar-benar iman yang menyelamatkan.

Terkadang kita bertanya-tanya tentang kondisi rohani seseorang; apakah mereka benar-benar rohani atau tidak. 

Kita mendengar orang berkata: “Tidak semua orang yang membicarakan tentang sorga akan masuk kesana. Dan tidak orang yang mengaku dirinya rohani benar-benar rohani.”

Bagaimana anda tahu siapa saja yang benar-benar rohani? 

Berikut ini adalah salah satu petunjuk, menurut 1 Yohanes tentang kondisi rohani seseorang.

Orang yang mampu membedakan secara rohani itulah yang benar-benar ada di dalam Kristus, sebab mereka mempunyai Roh Kudus.

Ketika Yohanes mengatakan: “Tetapi kamu telah beroleh pengurapan dari Yang Kudus, dan dengan demikian kamu semua mengetahuinya.” (1Yoh 2:20) 

Atau ketika ia mengatakan: sebagaimana pengurapannya mengajar kamu, Yohanes menjelaskan bahwa anda mempunyai Roh Kudus. 

Roh kuduslah yang menjadikan anda mengetahui hal-hal rohani, Roh Kuduslah guru anda.

Anda mempunyai Dia dalam hati anda dan Roh Kudus yang anda miliki dalam hati ini sanggup mengajari anda sehingga anda tidak perlu diajar oleh orang lain.

Kalau anda mempunyai kemampuan membedakan secara rohani, kalau anda sanggup membuka kitab Alkitab dan merasakan bahwa seseorang sedang menjelaskan semuanya bagi anda, ketika anda mendengar Firman Allah diajarkannya dan tampak seolah-olah ada suara yang mengatakan hal itu terkait dengan apa yang kamu dengar dalam khotbah sang Pendeta, hal itu terkait dengan apa yang kamu pelajari di sekolah minggu, siapakah menurut anda yang mengaitkan semua itu bagi anda.

Paulus mengatakan bahwa itulah yang diajarkan oleh Roh Kudus.

Roh Kudus mengajarkan hal-hal yang rohani kepada orang-orang yang rohani.

Dan Yohanes menjelaskan bahwa itulah poin lain pada kompas kepastian anda, sebab kalau anda mempunyai kemampuan membedakan secara rohani, anda tahu bahwa anda mempunyai Roh Kudus dan hidup yang kekal.

Dalam 1 Korintus 12:3 Paulus mengatakan, tidak ada seorangpun yang dapat mengaku Yesus adalah Tuhan selain Roh Kudus. 

Yohanes mengemukakan dengan cara yang lain.

Yesus menjelaskan bahwa beginilah tesnya jika anda hendak menilai orang yang rohani. 

Apa yang anda yakini tentang Yesus? 

Dia yang menyangkal bahwa Yesus adalah Kristus itulah antikristus, dia Pendusta. 

Yohanes menjelaskan apa adanya. 

Percayakah anda bahwa Yesus  adalah Kristus?

Itulah pertanyaan yang pantas diajukan jika anda ingin mengetahui di mana posisi seseorang dalam doktrin atau teologinya.

———————-

Orang pernah berkata kepada saya, Yesus bukanlah Kristus.

Memang ada sifat-sifat Kristus pada Yesus, namun Budha juga, begitu juga Gandhi.

Ada banyak orang yang punya sifat-sifat Kristus pada dirinya.

Yesus bukanlah Kristus.

Yohanes mengatakan bahwa kalau anda berpendapat demikian, maka anda adalah antikristus dan Pendusta, sebab Yesus itulah Kristus.

Itulah dasar doktrin dari persekutuan dalam Jemaat perjanjian baru.

Ketika seseorang mengatakan bahwa Yesus adalah Tuhan dan Yesus adalah Kristus, ia tidak mungkin mengatakan hal itu, selain Roh Kudus. 

Roh Kuduslah yang memberitahukan hal itu kepadanya.

Itulah bukti keselamatan dan dasar bagi kepastiannya.

Dalam pasal 3, Yohanes menjelaskan bahwa ada 2 tipe orang di dunia ini; anak Allah dan anak iblis.

Yohanes menjelaskan bahwa kalau anda ingin mengetahui perbedaannya, mudah saja.

Yesus mengatakan dari buahnyalah engkau akan mengenal mereka.

Maka Yesus mengemukakan begini: “anak-anak iblis berbuat berbuat dosa, mereka terus menerus berbuat dosa. Sudah menjadi kebiasaan mereka untuk berbuat dosa. Sedangkan anak-anak Allah tidak bisa berbuat dosa, anak-anak Allah tidak menjadikan berbuat dosa sebagai kebiasaan mereka.” 

Pola dosa anak-anak Allah tidaklah terus-menerus atau bukan satu kebiasaan.

Yohanes menjelaskan bahwa intinya sederhana saja.

Anda bisa membedakan anak Allah dengan anak iblis dari cara hidup mereka.

Yohanes mau mengatakan bahwa kalau seseorang memang telah dilahirkan kembali dan berada di dalam Kristus, ia tidak akan terus-menerus berbuat dosa sebagai kebiasaan. 

Bukan kebiasaan mereka untuk berbuat dosa, akan tetapi bukan berarti bahwa mereka tidak akan dan tidak mungkin berbuat dosa lagi.

Maksudnya adalah bahwa ketika toh mereka berbuat dosa itu berarti mereka jatuh kedalam dosa, sebab dosa bukanlah sesuatu yang alami bagi mereka.

Ada resep untuk diterapkan ketika seorang pengikut Kristus jatuh kedalam dosa.

“Jika kita mengaku dosa kita, maka Ia adalah setia dan adil, sehingga Ia akan mengampuni segala dosa kita dan menyucikan kita dari segala kejahatan.” (1Yoh 1:9)

Sungguh suatu mukjizat menyaksikan Roh Kudus menyaksikan Yesus Kristus yang telah bangkit memulihkan kehidupan yang hancur setiap harinya.

Ketika seseorang diselamatkan dan pola kehidupannya berubah, itulah yang menjadi dasar kepastian dan satu lagi point pada kompas kepastiannya.

Pada akhir pasal 3, Yohanes memberikan bacaan yang luar biasa tentang kepastian.

Entah anda pernah tertekan atau tidak, inilah bacaan yang menjelaskan bahwa bahkan orang percaya pun bisa tertekan. 

Di akhir pasal 3, anda menemukan kata-kata ini:

“Demikianlah kita ketahui, bahwa kita berasal dari kebenaran. Demikian pula kita boleh menenangkan hati kita di hadapan Allah, sebab jika kita dituduh olehnya, Allah adalah lebih besar dari pada hati kita serta mengetahui segala sesuatu. Saudara-saudaraku yang kekasih, jikalau hati kita tidak menuduh kita, maka kita mempunyai keberanian percaya untuk mendekati Allah,” (1Yoh 3:19-21)

—————————-

Dalam Firman Allah, kata hati dikaitkan dengan banyak hal.

Ketika Alkitab menyinggung hati, seringkali maksudnya adalah pusat kehendak.

Seringkali kata hati mengacu pada perasaan.

Apakah keselamatan kita didasarkan pada sesuatu yang berubah-ubah, seperti perasaan kita?

Saya yakin anda menyadari bahwa perasaan anda yang berubah-rubah bukanlah dasar yang stabil bagi kepastian akan keselamatan anda.

Kalau kepastian anda didasarkan pada perasaan, anda kepastian anda akan sangat rapuh.

Ketika anda tertekan atau ketika hati anda menuduh anda, apakah hal itu menjadikan anda tidak diselamatkan karena perasaan anda? 

Sama sekali tidak.

Ketika hati anda menuduh anda, Ingatlah bahwa Allah itu lebih besar daripada hati anda, Allah itu lebih besar daripada perasaan anda.

Keselamatan anda bukanlah didasarkan pada perasaan anda.

Masih ingatkah anda akan 2 Timotius yang didiktekan oleh Rasul Paulus, saat ia dibelenggu dipenjara Marmertin?

Merangkum sebagian pesan-pesan terakhir Paulus kepada Timotius, Paulus mengatakan, “Ingatlah bahwa ketika kita terlalu lemah bahkan untuk berdoa pun untuk meminta  bahkan untuk percaya, ketika kita demikian lemahnya sehingga kita tidak tahu apalagi kita sungguh-sungguh percaya, hal itu bukankah berarti bahwa kita kehilangan keselamatan kita?

Paulus mau mengatakan: “Allah mempunyai batu fondasi yang besar, yaitu Tuhan mengenal orang-orang kepunyaanNya.”

Maka bahkan ketika kita tidak setia, Allah tetap setia.

Allah lebih besar dari hati kita, Allah lebih besar dari perasaan kita yang berubah-ubah. 

Martin Luther pernah mengalami depresi.

Banyak pemimpin rohani pernah mengalami depresi.

Beginilah ayat yang menolong Martin Luther:

Allah lebih besar daripada hati kita, seandainya pun hati kita menuduh kita, keselamatan kita bukanlah didasarkan pada perasaan hati kita. Keselamatan kita di dasar kan pada fakta bahwa kita mempercayai Injil.

Keselamatan kita didasarkan pada fakta bahwa kita memenuhi perintah-perintah Allah, terutama perintah untuk saling mengasihi.

Itulah yang Yohanes jelaskan di akhir pasal 3.

Anda dapat dengan mudah melihat hal itu dalam 1 Yohanes, saat anda membacanya dengan seksama sambil berdoa mencari kepastian.

Garis bawahilah ayat-ayat di mana Yohanes  menjelaskan bahwa anda bisa mengetahui bahwa anda mempunyai hidup yang kekal.

Bagaimana anda bisa tahu bahwa anda mempunyai keselamatan, itulah yang menjadi pesan 1 Yohanes.

Saya percaya bahwa anda sudah tahu bahwa anda diselamatkan dan mempunyai kepastian akan keselamatan anda. 

Kalau tidak baca injil Yohanes dan berdoalah kepada Allah, memohon pertolongannya untuk memahami Firman Allah.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s