Ketika Allah Membuka Selubung (NTS87)

Bagian 1

Salam jumpa kembali di sekolah alkitab mini.

Berbulan bulan yang lalu kita memulai studi keseluruhan Alkitab ini dengan kitab Kejadian. 

Sebentar lagi kita sampai di akhir Alkitab yaitu Kitab Wahyu. 

Sebelum saya memberikan perspektif untuk Kitab yang telah dinantikan semua orang ini yaitu Kitab Wahyu, Saya ingin memberikan perspektif untuk Kitab tersingkat dalam perjanjian baru yaitu surat Yudas.

Dalam Surat Yudas kita menemukan bacaan yang sangat mirip dengan surat Petrus yang kedua. Masalah yang dipersoalkan oleh Yudas di sini adalah guru-guru palsu.

Nama Yudas sudah umum di zaman perjanjian baru.

Para ahli teologi yang menyelidiki nama-nama orang yang disebut Yudas dalam perjanjian baru, saat mereka mempertimbangkan fakta bahwa orang ini mengaku dirinya saudara Yakobus.

Mereka menyimpulkan bahwa Yudas ini merupakan saudara Yesus lainnya, selain Yakobus.

Dalam perjanjian baru, dalam Injil Markus 6:3, anda membaca uraian tentang bagaimana mereka membahas fakta bahwa Yesus hanyalah manusia biasa, Yesus mempunyai adik laki-laki dan adik perempuan. Maka mereka mengatakan Yesus tidak lebih baik daripada kita. Ia hanyalah seorang tukang kayu, Putra Maria, saudara Yakobus dan Yusuf, Yudas dan Simon,  dan adik adik perempuannya tinggal di antara kita.

Para ahli teologi yang meyakini bahwa Yudas yang disebut dalam Markus 6: 3 itulah yang menulis surat Yudas ini.

Yudas menjelaskan bahwa sesungguhnya ia berencana untuk menulis tentang keselamatan namun ada masalah yang kemudian mengubah pikirannya.

Masalahnya adalah masalah yang ada di zaman perjanjian baru, zaman Perjanjian Lama dan sepanjang sejarah Jemaat, yaitu masalah guru-guru yang murtad, orang-orang yang tidak mengajarkan doktrin yang benar.

Kemurtatan inilah yang oleh Dietrich Bonhoeffer disebut sebagai kasih karunia murahan.

Kemurtadan ini sudah ada sejak dulu.

Ajaran ini mengajarkan bahwa karena Allah itu adalah kasih, maka Allah tidak akan pernah mendisiplinkan anak-anaknya. Allah tidak akan pernah mengucilkan siapapun dari keselamatan atau dari jemaatnya atau dengan kata lain, silahkan berbuat sesukamu. Allah yang penuh kasih karunia tidak akan melakukan apapun tentang hal itu.

Yudas tampaknya sangat prihatin tentang ajaran yang murtad ini dan ia prihatin dengan orang-orang yang jelas terpengaruh oleh ajaran murtad ini.

Yudas secara langsung mempersoalkan masalah ini dengan mengatakan, “Aku ingin menjelaskan kepadamu saudara-saudara, bahwa Allah tidak akan membiarkan manusia berbuat Sesuka mereka. Contohnya, Ingatlah bahwa satu generasi bangsa pilihan Allah sendiri di sapu bersih di padang gurun.” 

Hal itu mengacu kepada salah satu pasal yang paling mengerikan dalam keseluruhan Alkitab yaitu Bilangan 14, di mana kita diberitahu bahwa antara 2 – 3 juta orang dibiarkan mati di padang gurun, Tulang-belulang mereka memutih di padang gurun tersebut, setelah burung pemakan bangkai menghabiskan dari mereka, sebab mereka tidak mau percaya kepada Allah dan tidak percaya bahwa mereka akan menguasai tanah perjanjian.

Dalam kitab bilangan kita membaca bahwa mereka mengembara di padang gurun selama 40 tahun. Mereka tidak beriman untuk memasuki tanah perjanjian dan kita sering bertanya-tanya Mengapa mereka tidak langsung masuk saja ke tanah perjanjian?

——————————–

Dibutuhkan iman yang besar untuk melakukan penyerbuan dan menyerang berbagai macam benteng yang telah dibangun terhadap anda, karena itulah bangsa ini mengembara di padang gurun selama 40 tahun karena mereka tidak beriman untuk menyerbu Kanaan.

Sepuluh kali lewat berbagai mukjizat Allah.

Allah menyatakan dirinya terhadap mereka dan berusaha meyakinkan mereka. Maka pada akhirnya Allah mengatakan kepada mereka dalam bilangan 14, “engkau tak akan pernah menyerbu tanah perjanjian itu karena engkau mengatakan bahwa seandainya engkau menyerbu Kanaan, anak-anak menjadi budak di sana. Anak-anakmu itulah yang akan memasuki tanah perjanjian.”

Allah membuat dua pengecualian yaitu Kaleb dan Yosua.

Yudas mengingatkan kita akan bilangan 14 ini, dimana Allah membiarkan satu generasi umat nya sendiri binasa.

Walaupun mereka adalah bangsa pilihan, Allah memutuskan bahwa mereka memilih untuk tidak dipilih dan oleh karenanya Allah membiarkan mereka binasa di padang gurun.

Alkitab mengajarkan bahwa di sisi lain pada karakter Allah yang mengasihi, yang karakternya seperti buah Pelangi, karakter Allah terdiri dari banyak warna, bukan hanya satu warna.

Allah mampu mengasihi karena kasih adalah esensi dari apa Allah itu.

Akan tetapi Allah juga dapat murka dan menghakimi karena Allah adalah Allah yang kudus.

Contoh lain yang Yudas berikan adalah para malaikat yang tidak taat. 

Yudas mudah mengatakan bahwa para malaikat yang tidak taat dibuang ke dalam jurang tak berdasar.

Allah tidak membiarkan para malaikat-nya tidak melaksanakan kehendak-Nya tanpa melakukan apapun terhadap mereka. 

Pada akhirnya contoh Yudas yang ketiga adalah Sodom dan Gomora yang binasa dalam api dan belerang.

Demikianlah Yudas memberikan contoh-contoh tersebut kepada guru-guru palsu dan orang-orang yang mempercayai ajaran mereka tentang kasih karunia murahan.

Kasih karunia sama sekali tidak murahan. Keselamatan sama sekali tidak murahan.

Anda tidak mungkin membeli keselamatan dengan segala emas perak di dunia.

Allah harus memberikan keselamatan itu bagi anda. Ketika anda percaya kepada Allah dan menerima keselamatan, ada kesan dimana keselamatan anda tidak menuntut apa-apa dari anda.

Anda menerima keselamatan dengan iman. Hanya iman kepada Yesus Kristus dan kematian serta kebangkitanNya yang sanggup menyelamatkan.

Akan tetapi seperti yang telah kita lihat dalam surat Yakobus, iman yang menyelamatkan itu tidaklah pernah berdiri sendiri. Akan selalu ada hidup yang berkomitmen dan ketaatan untuk membuktikan Iman tersebut.

Begitulah tampaknya pada surat Yudas yang singkat ini. 

Saat Yudas tidak memberikan uraian tentang para guru yang murtad itu, ia menggambarkan dengan sangat jelas seperti Petrus dalam 2 Petrus 2, Yudas menyebut para guru murtad itu adalah noda serta awan mendung di atas tanah kering yang tidak memberi hujan, banyak memberi janji tanpa menghasilkan apa-apa.

———————————————————

Pernahkah anda mendengar Pengkotbah seperti itu? Mungkin andalah tanah keringnya.

Anda ibarat tanah tandus yang haus akan firman Allah dan guru tersebut dalam khotbahnya ibarat awan yang seolah-olah penuh dengan air hujan, banyak memberikan janji namun setelah tertiup angin tidak memberikan hujan satu pun, satu tetes pun.

Dari kotbahnya anda tidak mendapatkan apapun yang benar-benar berasal dari Allah, yang benar-benar memuaskan dahaga anda.

Yudas mengatakan, seperti itulah guru-guru palsu itu.

Yudas juga mengatakan bahwa guru-guru palsu itu bagaikan ombak laut yang ganas, yang membuihkan keaiban mereka sendiri.

Mereka bagaikan pohon-pohon yang dalam musim gugur tidak menghasilkan buah, itulah kiasan yang Yesus gunakan secara konsisten.

Buah akan menunjukkan ada atau tidak adanya iman. 

Mereka adalah bagaikan pohon-pohon yang terbantun dengan akar-akarnya dan yang mati sama sekali. Kemudian mereka adalah bagaikan bintang-bintang yang baginya telah tersedia tempat di dunia kekelaman untuk selama-lamanya, itulah juga nasib para malaikat yang tidak taat.

Begitulah Yudas menggambarkan guru-guru palsu dengan jelas.

Yudas sangat prihatin tentang orang-orang yang telah menjadi korban ajaran palsu.

Yudas mengatakan bahwa, “kita harus mencoba merebut kembali orang-orang seperti itu,  seolah-olah dari dalam api, sambil memastikan diri sendiri tidak terbakar.”

Lalu Yudas memberikan nasihat kepada orang-orang yang telah dipulihkan agar tetap teguh dalam iman mereka. Ia berkata, “Belajarlah berdoa dalam kekuatan dan kuasa Roh Kudus tinggallah selalu di dalam batas-batas, dimana kasih Allah sanggup menjangkau dan memberkatimu.”

Yudas mengakhiri suratnya dengan doa yang indah. Mungkin anda pernah mendengar pendeta anda pernah mengucapkan sebagai berikut, Yudas menjelaskan, “bahwa Allah sanggup menjaga agar kita tidak tersandung oleh guru-guru palsu atau oleh para nabi-nabi palsu apapun.”

Ia menulis, “bagi dia yang berkuasa menjaga supaya jangan kamu tersandung dan yang membawa kamu dengan tidak bernoda dan penuh kegembiraan di hadapan kemuliaanNya, Allah yang Esa, Juruselamat kita oleh Yesus Kristus Tuhan kita, bagi Dia kemuliaan, kebesaran kekuatan dan kuasa sebelum abad dan sekarang dan selama-lamanya. Amin”

Dengan berkat yang indah tersebut,  saya harus mengakhiri studi ini karena kita sudah hampir selesai melakukan studi keseluruhan Alkitab.

Saya harus menanyakan kepada anda, Sudahkah anda secara pribadi menerima Yesus Kristus sebagai juruselamat anda, Raja anda dan Tuhan kehidupan anda?

Saya menantang anda untuk menundukkan kepala sekarang juga dan mengatakan kepada Kristus yang telah bangkit bahwa anda percaya kepadanya sebagai juruselamat anda dan memahkotai Dia sebagai raja dan Tuhan anda.

Katakanlah bahwa anda ingin menjalani sisa kehidupan anda demi Dia. Tanyakanlah kepadaNya seperti yang Paulus ajukan pada awal perjalanan imannya: “Ya Tuhan, apa yang Engkau kehendaki aku lakukan?”

BAGIAN 2

Kita memulai studi ini dari kitab kejadian dan sekarang sudah sampai di kitab terakhir dalam Alkitab yaitu Kitab Wahyu, yang telah dinanti-nantikan banyak orang sejak kita memulai studi keseluruhan Alkitab ini.

Ada beberapa alasan mengapa orang-orang yang menyusun kitab itu dituntut oleh Roh Kudus untuk meletakkan Kitab Wahyu sebagai yang terakhir dari 66 kitab ini.

Salah satu alasan mengapa mereka meletakkan Kitab Wahyu sebagai yang terakhir adalah karena Kitab Wahyu memang kitab yang sulit dipahami dalam Alkitab.

Prasyarat untuk memahami kitab Wahyu adalah ke-65 kitab lainnya dalam Alkitab, kita akan melihat mengapa demikian.

Alasan lainnya mengapa kitab ini diletakkan sebagai yang terakhir adalah karena ada dua bidang kebenaran yang tidak mungkin kita ketahui seandainya kita tidak diberikan Wahyu ini.

Kata Wahyu berasal dari kata ‘apocalypse’ dalam bahasa Yunani yang berarti menyingkapkan selubung.

Konsepnya begini: ada sesuatu di balik selubung tebal dan sampai kapanpun anda tidak akan mungkin menerkanya. Oleh karena itu, Allah menyingkapkan selubungnya dan membiarkan anda melihat apa yang terdapat di balik selubungnya.

Dua kebenaran yang tidak mungkin kita ketahui tanpa adanya Wahyu adalah bagaimana Alkitab dimulai dan diakhiri. 

Alkitab dimulai dengan kitab kejadian. Kejadian ada hubungannya dengan permulaan dari segalanya. Permulaan dari segalanya adalah suatu kebenaran yang tidak mungkin kita ketahui seandainya Allah tidak memberi kita Wahyu.

Ada seseorang yang bisa berbicara tentang permulaan dari segalanya yaitu Nabi yang mengatakan aku mendapatkan Wahyu.

Nabi yang mendapatkan Wahyu dari Allah bisa berbicara tentang permulaan segalanya kalau ia memang mendapatkan Wahyu dari Allah.

Anda boleh saja mengatakan hal itu tidak mungkin. Disanalah letak peran Iman.

Entah anda meyakini bahwa Alkitab itu Wahyu dari Allah atau bukan, akan tetapi mereka yang menulis Alkitab mengatakan bahwa mereka menerima wahyu dari Allah.

Dalam Alkitab, kata wahyu adalah istilah yang menggambarkan berbagai cara Allah berkomunikasi dengan manusia. Dalam konteks itu Alkitab disebut sebagai wahyu khusus dari Allah.

Alkitab dimulai dengan Wahyu tentang bagaimana semuanya itu dimulai dan Alkitab diakhiri dengan wahyu tentang bagaimana semuanya itu akan berakhir.

Memasuki Wahyu dari Yohanes ini, yang sesungguhnya adalah wahyu dari Yesus Kristus yang disampaikan melalui Yohanes, Saya ingin memberi anda sesuatu tugas.

Ingatlah bahwa maksud studi Alkitab adalah memberikan gambaran umum tentang setiap kitab dalam Alkitab, memperkenalkan masing-masing kitab, memberikan perspektif yang benar untuk kitab tersebut dan menunjukkan bagaimana caranya mempelajari masing-masing kitab tersebut sehingga dapat memetik sesuatu bagi diri anda sendiri.

—————————————–

Saat anda mempelajari kitab Wahyu, kitab yang paling sulit dalam Alkitab sekaligus yang terakhir.

Beginilah saya ingin merekomendasikan anda dalam mempelajari.

Ambilah selembar kertas dan buatlah Kolom. Pada kolom pertama Berikanlah judul ‘tanda’. Inilah tanda yang oleh Yohanes diberikan bagi kita, bahwa inilah yang dikaruniakan Allah kepadanya, supaya ditunjukkannya kepada hamba-hambanya apa yang harus segera terjadi dan oleh malaikat-Nya yang diutus-Nya Dia telah menyatakan kepada hambaNya Yohanes.

Yohanes telah memberikan kesaksiannya tentang firman Allah dan tentang kesaksian yang diberikan oleh Yesus Kristus yaitu segala sesuatu yang telah dilihatnya.

Yohanes berada di Pulau Patmos saat ia menerima surat Wahyu, kita mengetahui hal itu karena Ia menjelaskan hal itu dalam pasal pertama kitab ini.

Yohanes memahami Wahyu dari Yesus Kristus.

Allah menyingkapkan selubungnya dan memberi Yohanes wahyu Yesus Kristus. Inilah wahyu Yesus Kristus. Wahyu ini diberikan kepada Yohanes dalam bentuk literatur ini yang dinyatakan oleh seorang malaikat kepada Yohanes.

Kata dinyatakan disini bisa diganti dengan tanda-tanda. Artinya Wahyu ini diberikan kepada Yohanes dalam bahasa isyarat. 

Wahyu juga bisa disebut sebagai kitab tanda-tanda. 

Saat anda membaca kitab wahyu, tulislah tanda-tanda dalam Kitab Wahyu dalam kolom pertama. Misalnya kuda putih, lautan kaca, keempat binatang, ke tujuh kaki Dian dan tanda apapun yang anda jumpai saat anda membaca Kitab Wahyu.

Dalam kolam kedua berilah judul “Wahyu Pribadi”. Mintalah agar Allah Roh Kudus menyingkapkan selubungnya bagi anda dan menunjukkan kepada anda apa arti tanda-tanda tersebut.

Tuliskan Wahyu pribadi anda dalam kolom kedua. Tanda-tanda ini adalah tanda-tanda yang Alkitabiah. Banyak dari tanda-tanda ini yang terdapat juga dalam kitab-kitab lain.

Kalau anda menemukan dalam kitab lain dan memahami artinya, hal itu bisa menolong anda untuk memahami arti dalam Kitab Wahyu Ini.

Berikan judul “Firman” pada kolom yang ketiga. Dalam kolom yang ketiga ini Tuliskan di mana saja tanda tersebut ditemukan dalam Alkitab. Sudah ada banyak orang yang dalam Tuhan yang telah menuliskan berbagai penjelasan tentang Kitab Wahyu. 

Mereka telah membagikan apa yang mereka yakini yang telah disingkapkan oleh Roh Kudus kepada mereka tentang makna tanda-tanda ini.

Kalau anda mempunyai buku-buku penjelasan yang baik tentang Kitab Wahyu, tulislah dalam kolom berikutnya, apa yang dikatakan oleh buku-buku penjelasan itu tentang makna masing-masing tanda tersebut.

Lalu dalam kolom terakhir tulislah kesimpulan akhir anda.

Kalau anda melakukan tugas ini sampai selesai, seharusnya anda mempunyai kira-kira 150 halaman tebal untuk Kitab Wahyu ini. 

Akan tetapi ini adalah studi Alkitab dan saya hanya meminta anda melakukan tugas anda dengan sebaik-baiknya untuk memberi anda sendiri wawasan yang luar biasa tentang Wahyu yang mengagumkan ini.

Di seminari saya pun diminta menulis 150 halaman tentang Kitab Wahyu ini.

Saat anda membaca kitab Wahyu ini, pahamilah sesuatu tentang bahasa isyaratnya. 

Kitab ini seolah-olah ditulis Allah kepada umatnya dalam bentuk kode. Untuk memahami pesannya dalam bentuk kode, anda harus punya kuncinya.

Berikut adalah beberapa kunci untuk membaca pesan berkode dalam Kitab Wahyu.

—————————————-

Kunci pertamanya adalah Roh Kudus.

Anda tidak mungkin memahami hal-hal yang rohani tanpa Roh Kudus, terutama Kitab Wahyu ini, adalah fungsi Roh Kudus untuk mengajari ke hal-hal rohani.

Yesus mengatakan bahwa adalah fungsi Roh Kudus untuk menunjukkan hal-hal yang akan datang kepada kita. 

Kitab Wahyu sangat jelas erat hubungannya dengan hal-hal yang akan datang. Karena itu anda harus sungguh-sungguh ditolong oleh Roh Kudus untuk memahami isinya. 

Roh Kudus adalah kunci pertama untuk memahami pesan berkode dalam Kitab Wahyu. 

Kunci kedua adalah bahwa tanda-tanda atau simbol-simbol ini merupakan tanda-tanda yang Alkitabiah. Itulah kunci penting yang akan membantu anda memahaminya.

Seandainya anda orang Yahudi yang sangat menguasai Perjanjian Lama, tanda-tanda dalam kitab wahyu ini tampaknya  tidak akan terlalu asing bagi anda seperti bagi rata-rata orang yang membaca kitab wahyu ini tanpa latar belakang Alkitab.

Misalnya dalam Wahyu 4, sebuah pintu dibuka di sorga dan anda melihat di dalamnya. Di sinilah salah satu tempat yang jarang-jarang dimana anda melihat ke dalam surga. Ada seorang duduk diatas Tahta. Dia yang duduk diatas Tahta ini seperti batu yaspis dan batu sardis, dan di sekeliling tahtanya dimana ia duduk ada pelangi seperti batu zamrud.

Seandainya anda orang Yahudi yang sangat menguasai perjanjian lama, anda ingat bahwa dalam kitab Ulangan 28 digambarkan pakaian yang harus dikenakan oleh sang imam besar dalam Tabernakel di padang gurun dan kemudian di bait Salomo.

Sang imam besar harus mengenakan baju zirah, di mana disematkan sebuah Permata bagi setiap suku dari kedua belas suku Israel.

Permata yang pertama adalah sardis, hal itu mewakili suku tertua Israel yaitu suku Ruben. Permata terakhir yang ke-12 adalah yaspis yang mewakili Suku Benjamin. Zamrud adalah permata ke-7 yang mewakili suku Yehuda. 

Dalam bahasa Ibrani nama-nama itu ada artinya.

Ruben berarti Lihatlah anakku, Benyamin berarti anak di sebelah kanan tanganku dan Yehuda berarti Pujilah.

Oleh karena itu ketika pintu di Surga dibuka dalam pasal 4, yang anda baca dalam bahasa isyarat tersebut adalah Lihatlah anakku, anak di sebelah kanan tanganku Pujilah Dia.

Bagi orang Yahudi itu adalah bahasa isyarat yang indah.

Bahasa isyarat orang Yahudi adalah bahasa isyarat yang diinspirasikan oleh Roh Kudus.

Anda akan menemukan sebuah bahasa isyarat yang indah dalam kitab wahyu ini sejak anda membukanya.

Jadi intinya jika anda mau memahami kitab wahyu ini, anda harus memiliki dua kuncinya yaitu Roh Kudus dan tanda-tanda yang Alkitabiah.

Ambilah kedua kunci ini dan lihatlah apakah keduanya bisa menolong anda memahami pesan berkode Allah yang kepada umatnya yang anda temukan sebagai kitab yang terakhir dalam Alkitab yaitu wahyu Yesus Kristus.

Itulah tugas anda.

Bacalah Kitab Wahyu dan tulislah tanda-tandanya dan mintalah agar Allah menunjukkan apa artinya.

Pelajarilah kitab ini.

Allah berjanji akan memberkati semua orang yang membacanya. –GR1

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s