Kesaksian tentang Sang Juru Selamat (NTS88)

Bagian 1

Salam jumpa kembali di Sekolah Alkitab Mini.

Kalau anda baru bergabung ketahuilah bahwa program ini adalah bagian dari program studi yang telah membahas 65 kitab dari ke-66 kitab yang ada di dalam Alkitab dan kita telah sampai di kitab yang paling sulit.

Untuk kedua kalinya saya mengundang anda ke kitab terakhir dalam Alkitab yaitu Wahyu Yesus Kristus.

Wahyu Yesus Kristus adalah wahyu yang diberikan kepada rasul Yohanes ketika ia berada di Pulau Patmos.

Wahyu ini dinyatakan kepada Yohanes oleh seorang malaikat.

Kita telah membahas bahwa kata dinyatakan bisa diganti dengan ungkapan diberikan lewat tanda-tanda, sebab pesan wahyu Yesus Kristus yang diberikan kepada Yohanes adalah pesan yang diberikan kepada umat Allah dengan bahasa isyarat. 

Seolah-olah ini adalah pesan berkode kepada umat Allah dan satu-satunya cara agar umat Allah bisa memahami pesan ini adalah dengan memiliki kunci-kunci untuk memecahkan kodenya.

Dalam sesi pertama Kitab Wahyu ini saya telah menjelaskan bahwa Alkitab dimulai dengan sebuah Wahyu. 

Alkitab dimulai dengan memberi kita Wahyu tentang kebenaran yang tidak mungkin kita temukan, terlepas dari Wahyu dari Allah.

Kata wahyu berarti penyingkapan selubung.

Konsep dari Wahyu ini adalah bahwa ada kebenaran dibalik selubungnya yang tidak mungkin anda ketahui sampai kapanpun seandainya Allah tidak menyingkapkan selubungnya 

Allah menyingkapkan selubungnya dan menunjukkan kepada kita hal-hal yang tidak akan mungkin kita ketahui sendiri. 

Kebenaran pertama di mana Alkitab memberikan WahyuNya adalah tentang permulaan bagaimana semuanya itu dimulai, kemudian diakhiri dengan menyingkapkan selubung atas kebenaran lainnya yang tidak akan mungkin kita temukan tanpa Wahyu dari Allah yaitu masa depan. 

Bagaimana akhirnya nanti? 

Apa yang akan terjadi nanti? 

Tanpa Wahyu dari Allah kita tidak akan mungkin tahu jawabannya.

Ada sebuah kalimat yang berulang kali kita temukan dalam Alkitab dalam kitab terakhir Alkitab ini: Aku adalah Alfa dan Omega (Wah. 22:13).

Hal itu sama saja dengan mengatakan: “Aku adalah a dan z.”

Huruf pertama dari abjad Yunani adalah Alfa dan huruf terakhirnya adalah Omega 

Biasanya kata ini ditafsirkan sebagai: “Aku adalah yang awal dan yang akhir.”

Sungguh cocok dengan kitab terakhir ini sebab kita akan mendapatkan Wahyu dari Dia Yesus Kristus yang adalah permulaan dan yang akhir, Dia yang ada, yang masih ada dan yang ada selamanya ada, Ialah Kristus yang Kekal.

Wahyu tentang permulaan dan akhiran antara lain digambarkan bagi kita dalam wahyu 4.

Salah satu fungsi untuk memecahkan kode pesan berkode dalam kitab wahyu ini adalah bahwa kitab ini ditulis dalam bahasa isyarat, yaitu berupa tanda-tanda atau simbol.

Sekarang apakah simbol itu? 

Ketika anda membaca simbol, anda diberikan ilustrasi atau cerita sehingga anda dapat memahami kebenaran yang sedang diilustrasikan atau diajarkan. 

———————–

Bagaimana caranya agar anda bisa memahami? 

Kunci pertama yang kita bahas adalah Roh Kudus 

Kita tidak mungkin memahami kebenaran rohani tanpa Roh Kudus, terlebih ketika kita membaca Kitab Wahyu, kita tidak akan pernah memahami kitab Wahyu tanpa Roh Kudus.

Menurut Yesus adalah fungsi spesifik Roh Kudus untuk menyingkapkan kebenaran rohani, terutama kebenaran rohani menyangkut hal-hal yang akan datang. 

Oleh karena itu selagi kita memasuki hal-hal tentang masa depan, hal-hal rohani yang belum digenapi, kita betul-betul membutuhkan Roh Kudus. 

Akan tetapi begitu kita mempunyai sang kunci utama atau Roh Kudus, hal berikutnya yang perlu kita sadari adalah bahwa semua simbol dalam kitab wahyu ini adalah simbol yang sifatnya alkitabiah.

Kunci untuk memahami simbol-simbol yang alkitabiah ini adalah mencarinya di kitab lain dalam Alkitab 

Ketika anda menemukan simbol-simbol alkitabiah ini di tempat lain dalam Alkitab dan anda memahaminya ketika pertama kali anda menemukan dalam alkitab, maka anda berpeluang baik untuk memahami simbol-simbol tersebut ketika ditulis dalam kitab wahyu ini.

Sejalan dengan itu, kita telah membahas ilustrasi berikut yang mengilustrasikan tema kitab Wahyu ini.

Sang imam besar di tabernakel di padang gurun dan di bait salomo, mengenakan baju zirah dimana disematkan permata yang mewakili masing-masing dari 12 suku Israel 

Ketika Pintu Surga dibuka dalam Wahyu 4, anda melihat sebuah tahta dan dia duduk diatas Tahta tersebut yang tampak seperti permata sardis dan yaspis

Ada juga pelangi yang mengelilingi tahta ini seperti zamrud 

Batu batu berharga tersebut adalah permata-permata yang mewakili kedua belas suku Israel.

Nama-nama ke-12 suku Israel itu ada artinya. 

Permata pertama mewakili suku Ruben.

Ruben adalah suku pertama dari kedua belas suku Israel dan namanya berarti Lihatlah anakku 

Suku yang terakhir adalah Benjamin yang berarti anak di sebelah kanan tanganku 

Zamrud adalah permata untuk suku Yehuda yang berarti Pujilah. 

Jadi dalam bahasa isyarat yang indah ketika Pintu Surga dibuka dalam Wahyu 4, pesannya kepada kepada orang Yahudi manapun yang mempelajari kitab suci dan segala yang berbau Yahudi adalah begini: 

“Lihatlah AnakKu, Anak di sebelah tangan kananku, Pujilah Dia.” 

Itulah yang saya maksudkan ketika saya mengatakan bahwa simbol-simbol dalam Kitab Wahyu adalah simbol-simbol yang alkitabiah 

Cari tahulah apa simbol-simbol alkitabiah ini di tempat lain dalam Alkitab, terutama ketika pertama kali anda menemukan dalam Alkitab 

Kembalilah ke keluaran 28 dan bacalah uraian tentang baju zirah yang dikenakan para imam maka anda akan memahami apa arti simbol-simbol alkitabiah Ketika anda membaca Kitab Wahyu 

Permata-permata yang disebutkan sehubungan dengan Dia yang duduk diatas Tahta di sorga adalah simbol-simbol yang alkitabiah. 

Karena simbol-simbol ini adalah simbol-simbol alkitabiah, anda dapat melihat mengapa orang yang menyusun kitab-kitab dalam Alkitab ini menempatkan kitab Wahyu sebagai yang terakhir.

Prasyarat untuk memahami kitab Wahyu sebagai kitab yang terakhir dalam Alkitab adalah memahami ke 65 kitab lainnya dalam Alkitab 

Itulah sebabnya saya selalu geli ketika seseorang yang baru percaya mengatakan bahwa kitab pertama yang ingin dipelajarinya adalah Kitab Wahyu 

Biasanya mereka tidak mampu memahaminya dan anda mengerti mengapa bisa begitu.

Hal itu bukan saja karena simbol-simbol ini berat, sandi-sandi rohaninya, melainkan juga karena prasyarat untuk memahami simbol-simbol ini adalah dengan memahami keseluruhan Alkitab.

——————————–

Menurut saya pantaslah kalau kitab ini ditempatkan sebagai yang terakhir dalam Alkitab.

Ada beberapa simbol alkitabiah lainnya yang saya ingin gunakan sebagai ilustrasi dari kunci yang penting ini 

Perhatikan misalnya dalam Wahyu 1:4, 4:5 dan 5:6 disebut tentang ke-7 Roh Allah. 

Dari Yohanes kepada ketujuh jemaat yang di Asia Kecil: Kasih karunia dan damai sejahtera menyertai kamu, dari Dia, yang ada dan yang sudah ada dan yang akan datang, dan dari ketujuh roh yang ada di hadapan takhta-Nya, (Why 1:4)

Dan dari takhta itu keluar kilat dan bunyi guruh yang menderu, dan tujuh obor menyala-nyala di hadapan takhta itu: itulah ketujuh Roh Allah. (Why 4:5)

Maka aku melihat di tengah-tengah takhta dan keempat makhluk itu dan di tengah-tengah tua-tua itu berdiri seekor Anak Domba seperti telah disembelih, bertanduk tujuh dan bermata tujuh: itulah ketujuh Roh Allah yang diutus ke seluruh bumi. (Why 5:6)

Apakah ke-7 Roh Allah itu?

Pernahkah anda mendengarnya?

Bagaimana ahli teologia yang meyakini bahwa ke-7 Roh Allah membawa kita kembali pada nubuatan Yesaya?

Dalam nubuat Yesaya 11:1-2, Ia memberikan sebuah nubuatan besar yang menubuatkan ke-7 roh Allah yang digenapi oleh Rasul Yohanes dalam kitab wahyu.

“Suatu tunas akan keluar dari tunggul Isai, dan taruk yang akan tumbuh dari pangkalnya akan berbuah. Roh TUHAN akan ada padanya, roh hikmat dan pengertian, roh nasihat dan keperkasaan, roh pengenalan dan takut akan TUHAN;” (Yes 11:1-2)

Yesaya menubuatkan bahwa Sang Mesias akan datang dan menurut Yesaya Yesus Kristus akan mencontohkan ke-7 profil kehidupan yang benar-benar penuh dengan Roh, atau dikendalikan dengan Roh.

Saya selalu suka mengakhiri sesi saya dengan suatu tantangan: 

“Menurut pendapat anda, apakah yang dimaksud dengan orang percaya yang dipenuhi Roh Kudus itu? Apakah yang dimaksud dengan pendeta yang dipenuhi Roh Kudus?”

Banyak orang sekarang ini akan menjawabnya dengan mengatakan bahwa: “seseorang yang dipenuhi dengan Roh Kudus adalah seseorang yang berbicara dalam bahasa lidah.”

Secara pribadi saya menyakini bahwa seseorang yang dipenuhi dengan Roh Kudus atau dikendalikan oleh Roh Kudus, adalah seseorang yang oleh kasih karunia Allah mendemonstrasikan ke-7 perwujudan rohani yang digambarkan dalam Kitab Wahyu oleh Rasul Yohanes dan oleh Nabi Yesaya dalam pasal 11 nubuatnya sebagai ke-7 roh Allah.

Gambaran sempurna dari ke-7 Roh ini seperti yang dinubuatkan oleh Yesaya adalah kehidupan Yesus Kristus.

Ketika Rasul Paulus menasehatkan janganlah mabuk karena alkohol melainkan hendaknya engkau dipenuhi dengan Roh.

Yang ia maksudkan adalah agar kita hidup seperti Yesus Kristus, karena hal tertentu banyak pengikut Kristus merasa takut untuk menjadi orang percaya yang dipenuhi dengan Roh Kudus. 

Apakah seharusnya kita menghindar saja untuk hal ini?

Masakan kita tidak mau menjadi seperti Yesus Kristus?

Itulah bahan perenungan kita bersama.

Bagian 2

Dalam sesi terakhir, kita membahas istilah yang beberapa kali terdapat dalam kitab Wahyu yaitu ke-7 roh Allah, yang kita baca dalam Wahyu 1:4, 4:5 dan 5:6.

Wahyu 5:6; “Maka aku melihat di tengah-tengah takhta dan keempat makhluk itu dan di tengah-tengah tua-tua itu berdiri seekor Anak Domba seperti telah disembelih, bertanduk tujuh dan bermata tujuh: itulah ketujuh Roh Allah yang diutus ke seluruh bumi.” 

Dalam Alkitab para ahli teologia meyakini bahwa tanduk melambangkan kekuasaan dan mata melambangkan Hikmat 

Ketika Yesus Kristus disembelih seperti anak domba, kematianNya merupakan ekspresi dari hikmat dan kekuasaan Allah yang sempurna 

Akan tetapi saat Yesus Kristus hidup di bumi ketika ia mengatakan Akulah kebenaran dan hidup Ia juga adalah ekspresi sempurna dari esensi Allah sebab dengan sempurna Yesus mengekspresikan ke-7 roh Allah ini 

Dalam sesi terakhir kita membahas nubuat Yesaya yang merupakan sumber alkitabiah dari simbolisme yang digunakan oleh Rasul Yohanes ketika ia mengacu kepada 7 Roh Allah dalam kitab Wahyu.

Inilah nubuat Yesaya tentang Ke-7 Roh Allah yang digenapi dalam kehidupan Yesus Kristus dan dalam simbolisme alkitabiah dalam Kitab Wahyu. 

“Suatu tunas akan keluar dari tunggul Isai, dan taruk yang akan tumbuh dari pangkalnya akan berbuah. Roh TUHAN ada padanya, roh hikmat dan pengertian, roh nasihat dan keperkasaan, roh pengenalan dan takut akan TUHAN;” (Yes 11:1-2)

Roh Tuhan sangatlah penting dalam pelayanan Yesus. 

Kristus dituntun oleh Roh Allah ke padang gurun untuk dicobai. 

Ia kembali dalam kuasa Roh Allah. 

Ia berkata: “Roh Allah mengurapi Aku sebab Ia mengutus Aku untuk memberitakan kabar baik.”

Jelas-jelas Roh Tuhan ada pada Yesus.

Yesus pun mempunyai Roh pengenalan yang berarti Ia mempunyai pengenalan yang sempurna akan firman Allah. 

Ketika Yesus dicobai Iblis di padang gurun, Ia menanggapinya dengan pengenalan yang sempurna akan kitab suci 

Yesus juga mempunyai roh pengertian seperti yang Ia ajarkan dalam perumpamaan tentang Penabur 

Firman Allah adalah suatu kuasa yang besar, namun tidak akan menjadi kuasa yang besar kalau anda tidak memahaminya, kalau Firman itu tidak menembus pikiran anda.

Sedangkan hikmat adalah penerapan dari pengenalan, bukan sekedar pengertian akan pengenalan, melainkan penerapannya.

Yesus mempunyai Roh Hikmat sebab Ia dengan sempurna mengamalkan Firman Allah dalam kehidupanNya yang sempurna.

————————-

Berikutnya disebut Roh Nasehat.

Ketika Yesus memberitakan Firman Allah dan penerapannya terhadap banyak orang, Yesus menunjukkan bahwa Ia mempunyai Roh Nasehat.

Itulah sebabnya Yesus banyak melakukan percakapan.

Sekarang kita menyebutnya sebagai konseling.

Ketika Ia  bercakap-cakap dengan wanita di dekat sumur atau ketika Ia melewatkan satu hari di Yerikho bersama Zakheus, Ia sedang memberikan konseling dengan memberitakan Firman Allah kepada mereka.

Ketika Firman Allah diberitakan, dalam arti pengenalan-Nya, pengertian-Nya, penerapan-Nya dan nasehat-Nya maka ada kuasa yang besar. 

Demikianlah Roh Keperkasaan di ekspresikan melalui Yesus.

Berikutnya adalah Roh Ibadah.

Yesus adalah seorang pribadi yang senantiasa menyembah atau beribadah.  

Silakan membuka kitab Injil, maka di ayat mana pun anda akan membaca bahwa Yesus, entah pada saat Ia sedang melayani, Ia akan mengekspresikan Roh Allah atau Ia sedang berdoa dan beribadah kepada Allah.

Yesus menghabiskan kira-kira setengah waktunya untuk menyembah dan setengahnya lagi untuk melayani.

Sekarang ini kita banyak mendengar istilah yang Alkitabiah yaitu dipenuhi dengan Roh. Kita menyebut ada orang percaya yang dipenuhi dengan Roh ada yang tidak. 

Implikasinya adalah bahwa orang percaya yang dipenuhi dengan Roh adalah selalu dipenuhi dengan roh kudus, padahal bukan demikian ajaran menurut Alkitab.

Tidak seorang pun selalu dipenuhi dengan Roh.

Yesus selalu seratus persen dipenuhi dengan Roh, namun tidak ada manusia yang selalu dipenuhi dengan Roh. 

Menurut saya satu lagi kekeliruan sekarang ini begini: kalau ada orang percaya yang dipenuhi dengan Roh, mana buktinya? Jawabannya macam-macam. 

Banyak orang akan menjawab bahwa Buktinya adalah karunia rohani atau mempunyai Liturgi tertentu dalam ibadah.

Cara-cara inilah yang dipakai untuk membuktikan bahwa seseorang memang dipenuhi dengan Roh. Padahal menurut Saya, Alkitab tidak akan menjawab demikian.

Yesus Kristus selalu dipenuhi dengan roh.

Apakah hal ini berarti bahwa Yesus di karunia untuk berbicara dalam bahasa roh, atau dikarunia dengan karunia-karunia rohani lainnya? Apa maksudnya ketika Alkitab mengatakan bahwa Yesus selalu dipenuhi dengan Roh?

Ketika Alkitab mengatakan bahwa Yesus dipenuhi dengan Roh, maksudnya adalah bahwa Yesus mempunyai Roh Tuhan.

Yesus benar-benar, terus-menerus secara konsisten bersekutu dengan Roh Allah.

Ia mempunyai Roh Pengenalan. Ia mempunyai pengenalan yang sempurna akan Firman Allah.

Ia mempunyai Roh Pengertian. Ia mempunyai Roh Hikmat, Roh Nasehat, Roh Keperkasaan dan yang terutama Roh Ibadah.

Bagi saya itulah sumber-sumber menurut Alkitab untuk simbol yang beberapa kali dikemukakan dalam Kitab Wahyu yaitu ketujuh Roh Allah.

Di depan tahtah Allah, Yohanes melihat lautan kaca. Itupun adalah sebuah simbol Alkitabiah yang indah.

Dalam Tabernakel di padang gurun atau di dalam bait Salomo, Anda akan selalu melihat tempat pembasuhan sebelum Anda mendekati Allah.

Tempat dari bejana pembasuhan itu adalah bahwa anda harus dibasuh sebelum Anda, seorang Pendosa, mendekati Allah yang kudus.

——————————

Dalam Kitab Wahyu ini, perhatikan bahwa lautan seperti kristal.

Dalam kitab Ibrani kita diberitahu bahwa air mewakili pembasuhan yang terus menerus yang kita semua butuhkan, sebelum kita bisa mendekati Allah.

Ketika Anda ingin mendekati tahta Allah, Anda harus tahu bahwa Anda tidak bisa mendekati tahta Allah tanpa bejana pembasuhan.

Dalam kitab Wahyu ini, air menjadi Kristal yang padat karena kristal melambangkan pembasuhan yang permanen. 

Dalam kehidupan ini, pembasuhan kita tidaklah pernah permanen. Kita membutuhkan pembasuhan yang terus-menerus dalam hidup ini.

Anda tidak bisa mendekati Allah atau hadirat Allah tanpa bejana pembasuhan, tanpa pembasuhan yang terus-menerus.

Akan tetapi, di dalam kitab Wahyu di sini, bejana pembasuhan adalah lautan kaca seperti kristal sebab pembasuhan yang dilambangkan oleh bejana pembasuhan itu sudah sempurna dan permanen sekarang.

Dalam Wahyu wahyu 5, perhatikan bahwa ada simbol Alkitabiah yang berupa kitab yang di materai.

Kita diberitahu bahwa Yohanes mendengar sesuatu terjadi di Sorga.

Ada sebuah kitab yang di materai dengan 7 materai, dimaterai dengan sempurna dan mereka sedang mencari seseorang untuk membukakan-nya.

Tidak seorang pun yang memenuhi syarat untuk bersedia membukanya.

Maka terdengarlah ratap tangis karena tidak ada yang memenuhi syarat atau yang bersedia melakukannya.

Lalu kita mendengar kabar baik, “Jangan engkau menangis! Sesungguhnya singa dari suku Yehuda, yaitu Tunas Daud, telah menang. Sehingga Ia dapat membuka gulungan kitab itu dan membuka ke-7 materainya.”

Ada sebuah kalimat indah yang kita pelajari dari Imamat, dalam ulangan dan Rut.

Ia telah menebus kita dari setiap suku dan bangsa karena Ia menumpahkan darah-Nya sendiri bagi kita.

Ia sungguh membuka materai kitab itu. Ia sungguh melihat berapa harga yang harus dibayar untuk menebus kita dan ia telah membayar harganya.

Ketika pintu Surga dibuka, dalam Wahyu 4, kita membaca bahwa ada 24 tahta kecil disekeliling tahta yang di Sorga itu dan pada ke-24 Tahta kecil ini, duduklah 24 tua-tua.

Tua-tua ini mewakili kepemimpinan umat Allah.

Masih ingatkah Anda bahwa Daud membagi keimaman ke dalam 24 Imam, yang kini terus bertugas.

Para ahli teologia meyakini bahwa ke-24 tua-tua ini mewakili kepemimpinan umat Allah.

Tua-tua mempunyai mahkota dari emas, sebab mereka mengakhiri pertandingan dengan baik dan meraih kemenangan.

Mereka mempunyai kecapi yang berarti bahwa mereka adalah penyembah dan mereka mempunyai cawan penuh kemenyan, yang katanya adalah doa orang-orang Kudus.

Tua-tua ini meraih kemenangan dan mengakhiri pertandingan mereka dengan baik, sebab mereka sendiri menyembah dan orang-orang Kudus mendoakan mereka.

Itulah kunci untuk mengakhiri pertandingan dengan baik.

Saya sengaja mengulangnya untuk menekankan bahwa simbol-simbol ini adalah simbol-simbol yang Alkitabiah.

Cobalah Anda mencari tahu apakah artinya simbol-simbol ini di kitab-kitab lain dalam Alkitab, terutama saat pertama kalinya simbol tersebut disebut dalam Alkitab, maka anda akan berpeluang baik dalam memahami apa artinya kitab terakhir ini.

Inilah salah satu kunci yang membantu kita memecahkan kode pesan yang mengagumkan dari kitab Wahyu ini.

Sampai jumpa lagi dalam sesi berikutnya dimana kita akan menyingkapkan berita-Nya dari kitab Wahyu ini. [AGP/GR1]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s