Nyanyian Orang Benar dan Salam Orang-orang Berdosa (NTS90)

Bagian 1

Salam jumpa kembali di sekolah Alkitab Mini.

Sesi ini adalah bagian dari program studi di mana kita membahas setiap kitab dalam Alkitab, menekankan penerapan devosional pribadi maupun praktis dari kebenaran-kebenarannya terhadap kehidupan kita.

Saya persilakan Anda membuka kitab terakhir dalam Alkitab yaitu Wahyu Yesus Kristus.

Ketika kita memulai studi kitab kejadian, Saya telah mengatakan bahwa kita ini seolah-olah sedang memulai perjalanan yang panjang.

Sekarang kita sudah hampir sampai di akhir perjalanan panjang ini, program studi ini sama sekali bukan program studi yang menyeluruh terhadap kitab-kitab dalam Alkitab.

Tujuan saya sejauh ini adalah menempatkan kitab-kitab ini kedalam perspektifnya bagi anda dan memperkenalkan Anda kepada kitab-kitab ini sehingga anda bisa mempelajarinya sendiri seumur hidup anda.

Yang penting adalah apa yang terjadi ketika anda mempelajari Alkitab itu sendiri dan Allah membukakannya bagi anda itulah bagian yang paling berharga dari program studi ini.

Sekarang kembali ke Kitab Wahyu, Saya telah mengatakan bahwa Kitab Wahyu ini ibarat pesan berkode dari Allah kepada umatNya.

Kalau anda mau memahami pesannya, Anda membutuhkan kunci-kunci untuk memecahkan kode nya. Kunci utamanya adalah Roh Kudus, kunci keduanya adalah kesadaran bahwa segala tanda dan simbol di dalam Kitab Wahyu ini adalah tanda dan simbol yang alkitabiah, kunci ketiganya adalah garis besar dan susunan Kitab Wahyu itu sendiri, kunci berikutnya yang ada hubungannya dengan susunan kitab ini adalah memahami Bagaimana susunan Pasal 6 hingga pasal 19 itulah bagian yang sangat sulit kemudian Anda akan memahami kunci yang kelima.

Kalau anda benar-benar telah menangkap apa yang saya katakan dalam sesi terakhir, kunci ke-5 adalah bersikap rendah hati tentang kronologi kejadian-kejadian yang dibahas dalam Kitab Wahyu ini.

Seperti yang telah saya katakan, Kitab Wahyu memberi kita perspektif tentang hal-hal yang akan datang, adalah hampir mustahil mengajarkan Kitab Wahyu tanpa sebuah tabel.

Jadi, cukup sulit menjelaskan lewat program radio. Kalau Anda meminta buklet studi kami, anda akan terbantu.

Saya tidak bisa membayangkan bagaimana kita akan menjadi rendah hati tentang kronologi kejadian-kejadian ini mengingat Yesus sendiri mengatakan, “Engkau tidak perlu mengetahui masa dan waktu, yang ditetapkan Bapa sendiri menurut kuasa-Nya. Tetapi tentang hari atau saat itu tidak seorangpun yang tahu, malaikat-malaikat di sorga tidak, dan Anakpun tidak, hanya Bapa saja.” 

Menurut Yesus sendiri, tidak seorangpun yang tahu akan hari dan jam ketika saat terakhir itu terjadi. Malaikat tidak tahu bahkan Anak Allahpun tidak mungkin tidak secara pasti tentang kronologi kejadian-kejadian ini.

Sebab Yesus sendiri mengatakan dalam Kisah Para Rasul 1 bahwa kita tidak perlu tahu saatnya.

—————————————–

Kunci yang keenam ialah bahwa tujuan kita membaca Kitab Wahyu ini lebih ditujukan untuk beribadah daripada sekedar memahami.

Ini sangat penting.

Berkat dijanjikan bagi mereka yang membaca kitab ini dan yang mengingat perkataan-perkataan kitab ini banyak hal dalam kitab ini terutama dalam surat-surat kepada ketujuh Jemaat itu yang bersifat mendidik dan penerapan devosional nya adalah sama sederhananya dan sama praktisnya seperti surat-surat lainnya dalam perjanjian baru.

Banyak yang bisa kita pahami dan yang perlu kita taati dalam Kitab Wahyu ini.

Saat Anda membaca Kitab Wahyu cari dan terapkanlah ajaran yang anda temukan dalam satu-satunya kitab nubuat dalam perjanjian baru ini, namun begitu memang ada banyak hal yang tidak kita pahami dalam sebagian besar isi kitab Wahyu ini.

Apa tujuan anda mempelajari kitab terakhir dalam kitab ini?

Apakah untuk menjadi pakar?

Kita tahu bahwa segala simbol dalam Kitab Wahyu bisa ditafsirkan karena malaikat yang menyatakan semuanya itu kepada Yohanes, menjelaskan kepada Yohanes apa arti setiap simbolnya.

Demikian dahsyatnya pengalaman tersebut bagi Yohanes, sehingga 2 kali dalam Wahyu 19 ayat 10 dan Wahyu 22 ayat 8 dan 9, Yohanes tersungkur di depan kaki malaikat yang menafsirkan semua simbol itu bagi Yohanes dan Yohanes menyembahnya.

Tentu kita bisa mengerti mengapa Yohanes ingin menyembah malaikat yang telah menolongnya memahami kitab ini, namun sang malaikat mengatakan, “Janganlah berbuat demikian! Aku adalah hamba, sama dengan engkau dan saudara-saudaramu, yang memiliki kesaksian Yesus. Sembahlah Allah! Karena kesaksian Yesus adalah Roh nubuat.”  

Injil Yohanes berisi tentang siapa Yesus itu.

Menurut malaikat ini injil Yohanes bukanlah satu-satunya kitab dalam Alkitab yang menjelaskan tentang Yesus Kristus seperti yang telah beberapa kali saya kemukakan dalam program studi ini, Yesus membukakan kitab suci bagi Para Rasul ketika ia mengatakan kepada mereka dalam Lukas 24 bahwa segala yang ditulis dalam hukum Taurat, kitab para nabi dan Mazmur adalah tentang Dia sebelumnya kitab suci masih tertutup bagi para rasul. 

Kitab suci dibukakan bagi para rasul ketika Yesus mengatakan bahwa dialah maksud atau roh dari segala nubuat yang merupakan kebenaran yang sama seperti yang disampaikan malaikat ini kepada Yohanes sebagai kunci bagi kita terakhir ini maupun segala kitab lainnya dalam Alkitab.

Bukankah itu wawasan yang baik tentang nubuat?

Mungkin anda menganggap Yohanes sudah mengerti maksudnya namun kemudian dalam pasal 22 Kita membaca: 

“dan aku Yohanes, akulah yang telah mendengar dan melihat semuanya itu dan setelah aku mendengar dan melihatnya, Aku tersungkur di depan kaki malaikat yang telah menunjukkan semua itu kepadaku, untuk menyembahnya. Tetapi ia berkata kepadaku: “jangan berbuat demikian Aku adalah hamba sama seperti engkau dan saudara-saudaramu. Para nabi dan semua mereka yang menuruti segala perkataan kitab ini sembahlah Allah.”

———————

Itulah pernyataan yang jelas tentang maksud membaca Kitab Wahyu.

Maksudnya bukanlah untuk memahami keseluruhannya melainkan membacanya seperti membaca Injil Yohanes, yaitu untuk melihat Yesus. Lalu menyembah Yesus yang anda lihat dan menyembah Allah.

Tersungkurlah seperti Yohanes tersungkur dalam pasal 1 Kitab Wahyu dan sembahlah Allah. 

Sembahlah Allah saja dan bukan penafsiran bahasa isyarat yang ajaib dan yang sangat indah dari Kitab Wahyu Yesus Kristus ini.

Biarlah Kitab Wahyu menambah rasa takjub anda dan keinginan anda untuk menyembah Allah.

Katakanlah kepada roh kudus apa yang dikatakan oleh orang-orang Yunani itu kepada Filipus dalam Injil Yohanes, “Kami mau melihat Yesus”.

Selagi Anda membaca Kitab Wahyu bacalah untuk melihat Yesus, untuk menyembah Dia dan menyembah Allah.

Itulah kunci ke-6 yang akan membantu anda memahami kitab Wahyu.

Kunci yang ketujuh adalah bertanya pada diri sendiri.

Untuk apa Allah menceritakan hal-hal tentang masa depan?

Seperti telah sering kita lihat, ketika Allah meningkatkan selubungnya dan menceritakan sesuatu tentang bagaimana semuanya itu akan berakhir. Ia melakukan hal itu bukan tanpa maksud.

Ketika Allah menceritakan tentang penciptaan, Ia menceritakan bukan karena merasa wajib untuk memberikan penjelasan.

Ketika Allah menceritakan bagaimana semuanya itu akan berakhir atau apa yang akan terjadi nanti, Allah melakukannya bukan karena merasa wajib melaporkan terlebih dahulu kepada kita.

Allah sama sekali tidak wajib memberikan penjelasan.

Lalu untuk apa Allah menjelaskan tentang penciptaan Dalam kitab kejadian atau tentang apa yang akan terjadi nanti menurut Kitab Wahyu?

Perhatikan penekanan yang terdapat dalam semua ayat yang menjelaskan tentang masa depan.

Jadi, jika segala sesuatu ini akan hancur secara demikian, betapa suci dan salehnya kamu harus hidup.

“Karena itu saudara-saudaraku yang kekasih, berdirilah teguh Jangan goyah dan giatlah selalu dalam pekerjaan Tuhan. Sebab kamu tahu bahwa dalam persekutuan dengan Tuhan, jerih payahmu tidak akan sia-sia.”

Saudara-saudaraku yang kekasih, sekarang kita adalah anak-anak Allah tetapi belum nyata Apakah keadaan kita kelak.

Akan tetapi kita tahu bahwa apabila Kristus menyatakan dirinya, kita akan menjadi sama seperti Dia.

Sebab kita akan melihat Dia dalam keadaan yang sebenarnya.

Setiap orang yang menaruh pengharapan itu kepadanya menyucikan diri sama seperti dia yang adalah Suci.

Jadi penerapannya adalah begini, mengingat akan apa yang telah aku tunjukkan kepadamu itu akan terjadi, menjadi orang yang seperti apakah kamu sebenarnya?

Betapa salehnya harusnya kamu hidup.

Itulah penerapannya.

Jadi renungkanlah itu selagi Anda membaca Kitab Wahyu.

Tahukah anda bahwa banyak orang yang menjadi percaya kepada Kristus karena Kitab Wahyu?

Banyak orang yang menjadi percaya kepada Kristus karena apa yang mereka lihat dalam Kitab Wahyu.

Banyak bacaan dalam Kitab Wahyu yang menjelaskan tentang masa depan yang menjelaskan tentang apa yang akan terjadi nanti telah digunakan secara luar biasa oleh Allah untuk membuat orang percaya kepada Kristus.

Seperti biasanya, saya menantang Anda begini: Selagi Anda membaca Kitab Wahyu, ingatlah untuk bertanya. Ya Allah mengapa engkau menjelaskan tentang akhir sejarah umat manusia dan kedatangan Kristus yang kedua kali ini?

BAGIAN II

Ini adalah sesi terakhir dimana kita membahas kitab demi kitab dari keseluruhan Alkitab.

Program studi ini dimulai dari kitab kejadian dan sekarang berakhir dengan kitab terakhir dalam Alkitab yaitu Wahyu Yesus Kristus.

Terima kasih kepada anda semua yang telah setia bergabung dengan program studi ini sejak awal.

Seberapa banyak atau seberapa sedikit pun program studi ini anda ikuti, Ingatlah bahwa program studi ini hanyalah program studi perkenalan untuk memberikan gambaran besar tentang keseluruhan Alkitab.

Tujuan saya agar anda tertantang untuk mempelajari sendiri kitab-kitab dalam Alkitab ini secara mendalam.

Tujuan saya menyusun program studi sekolah alkitab mini adalah agar sebanyak mungkin orang menghayati Firman Tuhan dan agar firman Allah berkuasa dalam hidup mereka.

Dalam sesi terakhir dan ini Kita Sedang membahas kunci-kunci untuk memecahkan kode pesan dari Allah kepada jemaatNya dalam kitab yang terakhir ini.

Kunci ke-8 adalah berjaga-jaga terhadap sikap berandai-andai saat anda mempelajari kitab ini dan melihat apa yang akan terjadi dalam hidup yang kekal?

Alkitab menjelaskan kehidupan setelah kematian dengan menggunakan berbagai simbol

Mengapa demikian?

Kita tidak mungkin tahu tentang hidup yang kekal itu kecuali Allah memberi kita Wahyu.

Bayangkan seorang bayi di dalam kandungan, kemudian bayangkan bahwa kita bisa bercakap-cakap dengan dia dan kita mau berbincang tentang dunia ini.

Bagaimana mungkin kita bisa berdiskusi dengan bayi ini karena dia belum pernah tinggal dalam dunia yang nyata ini?

Apa yang bisa kita pakai sebagai ilustrasi?

Begitu juga dengan kita.

Apa yang kita tahu tentang kekekalan, kita belum pernah ke sana. Karena itulah Yesus harus menggunakan simbol-simbol untuk menjelaskan kepada kita sebab kita sendiri belum pernah ke sana, dan kalau anda benar-benar ingin tahu seperti apa nya nanti, kalau anda benar-benar menginginkan Wahyu tentang masa depan, janganlah membaca Kitab Wahyu ini dengan asumsi anda sendiri.

Janganlah anggap bahwa kekekalan akan seperti yang Anda bayangkan hanya karena, misalnya Anda mau orang yang anda kasihi yang telah meninggal akan baik-baik saja di sana.

Sikap berandai-andai seperti itu tidak akan menuntun Anda kepada kebenaran tentang hidup yang kekal

Karena itu seperti halnya Semuel katakanlah kepada Allah: “berfirmanlah Tuhan hambaMu mendengarkan: aku tidak mungkin tahu apapun tentang apa yang ada di balik selubungnya sampai engkau menunjukkannya kepadaku.”

Dalam pasal-pasal kesukaan saya yaitu pasal 4 dan 5, anda akan temukan kunci yang ke-9.

Perhatikan dalam pasal 4 dan 5 bahwa segala sesuatu diberikan posisi di sekeliling tahta di tengah-tengah sorga.

Ciri central tentang surga adalah bahwa ada Tahta di tengah-tengahnya, ada domba berdiri di tengah-tengah Tahta ini. 

Ke-24 Tahta kecilnya terdapat di sekeliling Tahta ini kilat dan Guntur menyambar dari Tahta ini. Ke-7 obor berada di depan Tahta ini, lautan kaca berada di depan Tahta ini.

Suara banyak malaikat terdengar di sekeliling tahta ini. Perhatikan yang berikut ini.

—————————————-

Setiap makhluk di sorga maupun di bumi dan di bawah bumi dan di dalam laut tidak diberikan posisi yang berhubungan terhadap Tahta ini, Sebab mereka tidak berada di sorga.

Hal itu diberitahukan kepada kita dalam pasal-pasal ini dan aku mendengar semua makhluk yang di sorga dan yang di bumi dan yang di bawah bumi dan yang di laut dan semua yang ada di dalamnya berkata: “bagi Dia yang duduk diatas tahta dan bagi anak domba adalah puji pujian dan hormat dan kemuliaan dan kuasa sampai selama-lamanya.”

Seperti semua orang lainnya di surga mereka menyembah Anak Domba namun mereka tidak diberikan posisi di sekeliling tahta itu. Itu adalah hal yang sangat penting.

Dalam Filipi 2 Rasul Paulus mengatakan: “Dalam nama Yesus bertekuk lutut segala yang ada di langit dan yang ada di bumi dan yang ada di bawah bumi dan segala lidah mengaku Yesus Kristus adalah Tuhan. Bagi kemuliaan Allah Bapa banyak orang katakan bahwa itu berarti semua orang diselamatkan. Bahwa itu berarti setelah orang masuk ke dimensi berikutnya sebagai orang yang tidak percaya mereka akan dipaksa untuk bertekuk lutut mengakui bahwa Yesus Kristus adalah Tuhan, sehingga mereka diselamatkan.”

Ajaran ini disebut universalisme.

Universalisme sudah menjadi ajaran yang sangat populer sekarang ini.

Saya tidak percaya bahwa itu kalau ditunjukkan Kitab Wahyu.

Setiap lutut memang akan bertekuk, setiap lidah memang akan mengaku, semua makhluk dalam neraka, semua orang memang akan mengaku bahwa Yesus Kristus adalah Tuhan sebab itulah yang memuliakan Allah Bapa.

Akan tetapi mereka tidak akan diberikan posisi di sekeliling Tahta itu, Sebab mereka tidak berada di sana dan itu adalah kebenarannya.

Dalam kedua pasal kesukaan saya ini yaitu pasal 4 dan 5, anda melihat orang Kudus duduk di sekeliling Tahta Allah menyanyikan Nyanyian Baru.

Indah sekali.

Akan tetapi anda juga membaca Para Pendosa memberikan hormat kepada anak domba yang duduk diatas Tahta tersebut.

Namun mereka memberikan hormat dari neraka bukan dari sorga.

Mengerikan sekali

Suatu hari kita akan melewatkan kekekalan entah di mana.

Entah kita menjadi orang Kudus yang menyanyikan Nyanyian baru di sekeliling Tahta Allah di surga atau menjadi Pendosa yang memberikan hormat kepada anak domba dari neraka.

Kita akan berada di salah satu tempat tersebut karena Allah mengasihi kita.

Ia bertanya kepada kita di manakah engkau?

Sebab di mana anda berada sekarang ini akan menentukan dimana anda akan berada nantinya dan seperti orang kaya dalam perumpamaan orang kaya dan Lazarus, hal itu tidak akan mungkin diubah lagi.

Begitu anda berada di sana, anda tidak mungkin menyeberang.

Sekarang kita sampai ke kunci yang 10.

Coba perhatikan dalam Kitab Wahyu bahwa ada dua cerita atau drama yang disampaikan bersamaan.

Sekarang ini kita mempunyai apa yang kita sebut multimedia.

Sebagai pakar telah menemukan ternyata pikiran kita mampu berpikir jauh lebih cepat daripada seorang pembicara sanggup berbicara.

Seorang pembicara yang berbicara cepat mengucapkan kira-kira 100 kata per menit.

Namun anda sanggup memikirkan tentang 300 kata atau 400 kata per menit.

Karena itulah Ketika Anda mendengarkan ceramah, Anda terus saja merasa bosan dan mengatakan Ayolah lebih cepat.

————————-

Orang multimedia mengatakan bahwa anda sanggup memantau kira-kira 18 proyektor sekaligus dan pikiran anda sanggup memproses semuanya Itu.

Sebab pikiran anda sanggup memproses jauh lebih cepat daripada sekedar menonton atau gambar setiap harinya.

Bayangkan Kitab Wahyu ini sebagai multimedia dalam bentuk literature. 

Maksud saya adalah Anda bisa sekaligus membaca tentang drama sorgawi dalam pasal 4 5 19 20 21 dan 22, dan drama duniawi dalam pasal 6 8 9 16 19 dan 20.

Kunci yang ke-11 adalah jangan lupa, bahwa sebagian pasal yang sifatnya memberikan informasi ini adalah catatan yang dapat membantu anda memahami Tema utama tentang apa yang terjadi pada kedua drama tersebut.

Ingatlah bahwa catatan ini seringkali tidak berurutan.

Kunci ke-12 ini adalah wahyu Yesus Kristus.

Maka seperti halnya anda mencari Yesus Kristus dalam Injil Yohanes dan bahkan dalam Perjanjian Lama, carilah Yesus Kristus dalam Kitab Wahyu.

Yesus sendiri mengatakan: “Kitab suci memberikan Kesaksian tentang ku seluruh isi kitab suci adalah tentangku terlebih lagi dalam Kitab Wahyu ini.”

Keempat injil menyingkapkan tentang Juru Selamat yang menderita.

Surat-surat para rasul menyingkapkan tentang Juru Selamat yang menjadi kepala jemaat yang dibelinya dengan darahnya sendiri.

Namun Kristus dalam Kitab Wahyu ini adalah Raja Segala Raja dan Tuhan segala Tuhan.

Mereka tidak akan menyesah dia atau memahkotai dia dengan kawat Duri ketika ia datang untuk kedua kalinya kelak.

Ia akan menjadi Raja Segala Raja dan Tuhan segala Tuhan.

Kunci yang ke-13 ialah Yohanes diberitahu bahwa ia akan diberikan Wahyu tentang hal-hal yang harus digenapi.

Dalam kitab pengkhotbah, Salomo dengan segala Hikmat ajaibnya mengatakan bahwa penghakiman pasti terjadi.

Penghakiman pasti terjadi karena sudah terlalu banyak ketidakadilan sosial.

Kalau Allah yang maha kuasa adalah Allah yang adil, maka tidak mungkin ketidakadilannya dibiarkan terus dan karena begitu banyak ketidakadilan pastilah akan ada penghakiman.

Kebenaran-kebenaran seperti itu disingkap kan dalam Kitab Wahyu.

Itu lah hal-hal yang harus digenapi.

Pada akhirnya saat Anda membaca kitab ini kunci ke-14 adalah menyadari bahwa kitab ini bisa Anda pahami dan ada berkat yang dijanjikan bagi Anda yang membacanya, yang menangkap pesannya dan yang menaatinya.

Hal itu tidak akan mungkin terjadi seandainya kita ini tidak bisa dipahami.

Kunci ke-15 adalah bahwa setelah membaca kitab terakhir ini bandingkanlah segala bacaan yang berhubungan dengan akhir zaman dengan bacaan-bacaan lain di dalam firman Allah yang juga menceritakan tentang akhir zaman.

Hal itu akan membantu anda memahami hal-hal yang akan datang.

Terima kasih anda telah bergabung dengan program studi Perjanjian Lama dan perjanjian baru ini.

Kami percaya bahwa anda akan terus mempelajari Alkitab dengan Setia bersama kami, namun lebih daripada itu saya berdoa agar Allah memakai pelajaran pelajaran ini untuk membentuk anda menjadi individu yang seperti Ia kehendaki. [GR3/GR1] 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s