Tujuan Alkitab (OTS02)

Bagian I

Dalam studi ini, pertama-tama saya ingin mengatakan beberapa hal lagi tentang Alkitab yang saya tahu akan membuka pemahaman Anda tentang Alkitab sebagai kitab terpenting di dunia.

Selamat datang di Sekolah Alkitab Mini, kursus di mana kita akan mempelajari keseluruhan Alkitab, kitab demi kitab. 

Kita baru saja memulai studi ini, jadi bergabunglah setiap harinya pada waktu ini dan undanglah yang lain untuk juga bergabung mempelajari Firman Allah. 

Pertama, saya ingin mengatakan sesuatu tentang cara mempelajari Alkitab.

Menurut saya orang perlu mengetahui sesuatu tentang cara mempelajari Alkitab 

Ada tiga langkah yang hendaknya kita ambil ketika kita mempelajari Alkitab dan ketiganya dapat disebut: PENGAMATAN, PENAFSIRAN dan PENERAPAN. 

———————————————-

Pengamatan mengajukan pertanyaan: Apa yang dikatakan Alkitab?

Ketika membaca sebuah ayat Alkitab, anda perlu menanyakan apa yang dikatakannya.

Pertanyaan kedua menyangkut penafsiran, Apa maksudnya? 

Pertanyaan ketiga menyangkut penerapan, Apa maknanya bagi saya?

Sederhana sekali.

Pengamatan: apa yang dikatakannya.

Saya masih ingat tentang seseorang mengatakan pernah mengikuti studi Alkitab ini beberapa tahun yang lalu.

Ia mengikuti ayat demi ayat kitab suci dan saya suka mengatakan kepada kelompoknya, Apa artinya?

Pria ini akan menjawab menurut saya artinya, Ya persis seperti yang dikatakannya.

Pria ini selalu benar sebab arti setiap ayat adalah selalu persis seperti yang dikatakannya.

Tentu pertanyaan terpenting dari ketiga pertanyaan ini adalah apa yang dikatakannya?

Begitu anda mampu menjawabnya, anda tidak akan sulit menemukan Apa maksudnya.

Tentu pertanyaan yang paling relevan dalam studi ini adalah pertanyaan ke-3, Apa maknanya bagi saya?

Studi ini bukanlah studi akademik. Kami bukan bermaksud menjadikan anda sarjana Alkitab.

Visi kami bagi studi ini adalah menuntun anda kepada ayat-ayat kitab suci yang akan menunjukkan kehendak Allah bagi kehidupan anda sehari-hari.

Kita berkepentingan terhadap penerapan ayat-ayat kitab suci ini.

Ketika anda sampai kepada bagian penerapan, anda perlu menanyakan kepada diri sendiri: apakah ada teladan yang dapat saya ikuti? Apakah ada peringatan yang perlu saya perhatikan? Apakah ada perintah yang perlu saya patuhi? Apakah ada dosa yang perlu saya tinggal? Apakah ada kebenaran baru tentang Allah atau tentang Yesus Kristus? Apakah ada kebenaran baru tentang kehidupan saya sendiri? Apakah ada tantangan atau inspirasi atau penghiburan atau dorongan? Apakah ada pertanyaan yang tidak mampu saya jawab? Apakah ada ayat-ayat lain yang berhubungan dengan ayat ini?

Pertanyaan-pertanyaan ini akan membantu anda menemukan penerapan ayat-ayat yang bersangkutan.

Saya ingin menyampaikan komentar terakhir tentang aturan mempelajari alkitab.

Untuk segalanya ada aturan dan panduan.

Untuk mempelajari Alkitab pun ada aturan dan panduan.

Dalam seminari, mereka menggunakan istilah yang hebat-hebat.

Hermeunetik

Kami takkan menyebutnya demikian, kami hanya akan menyebutnya aturan mempelajari Alkitab.

Pertama, ketika membaca sebuah ayat ingatlah ini: penafsirannya satu, namun penerapannya bisa ribuan.

Penerapan itu lain dari penafsiran.

Mungkin hanya ada 1 penafsiran dan anda perlu merendahkan diri tentang hal itu. Terutama ketika orang lain tidak sependapat dengan penafsiran anda.

Akan tetapi ada ribuan penerapan yang mungkin roh kudus kesankan bagi kehidupan anda masing-masing. 

Karena Alkitab adalah kitab tentang Kristus, hendaknya anda selalu mencari Kristus ketika membacanya.

Ketika mempelajari Perjanjian Lama, Ingatlah bahwa anda mencari teladan atau peringatan.

Dalam pengertian tertentu, 17 kitab pertama dalam Perjanjian Lama adalah sejarah.

Ada banyak sejarah dalam kitab hukum dan kitab para nabi.

Ketika membaca sejarah dalam Perjanjian Lama dan kitab sejarah dalam perjanjian baru, carilah teladan atau peringatan.

Kejadian bersejarah dalam Alkitab selain bersifat sejarah juga mungkin bersifat kiasan.

Maksudnya begini, dalam Galatia pasal 4:22-24, Rasul Paulus mengatakan Abraham mempunyai dua anak. Ini adalah suatu kiasan.

Tidak ada seorang pun meragukan fakta bahwa hal itu juga bersifat sejarah.

Abraham mempunyai dua orang Putra: Ishak dan Ismail.

Ismail menjadi Bapak bangsa Arab, Ishak menjadi Bapak bangsa Yahudi. Hingga sekarang ada bangsa Arab dan bangsa Yahudi di tanah suci. 

Akan tetapi selain itu Paulus mengatakan: ini adalah suatu kiasan.

Demikianlah saya percaya bahwa dalam Alkitab sebuah kisah bisa bersifat sejarah sekaligus bisa bersifat kiasan.

Dalam bahasa Yunani, Paulus menggunakan sebuah kata yang artinya kiasan.

Jadi ketika membaca literatur sejarah Perjanjian Lama, selain mempelajari sejarah, coba anda juga menemukan kiasan yang terkandung didalamnya, entah itu teladan atau peringatan.

Aturan lain untuk mempelajari Alkitab adalah selalu menafsirkan ayat-ayat yang kurang jelas atau membingungkan dalam konteks ayat-ayat yang jelas.

Banyak sekali ayat-ayat kitab suci yang sulit dimengerti, akan tetapi banyak juga ayat-ayat kitab suci yang tidak sulit dimengerti.

Jadi silahkan Anda menafsirkan ayat-ayat yang kurang jelas dalam konteks ayat-ayat yang sudah jelas.

—————————-

Aturan lain untuk mempelajari Alkitab adalah: “Jangan pernah membaca suatu ayat kitab suci dengan pikiran yang sudah memutuskan apa artinya ayat tersebut.”

Sebagai seorang pendeta, saya pernah mengemukakan beberapa ayat kitab suci kepada seorang wanita yang sedang dilanda masalah.

Wanita ini mengatakan: “Pak Pendeta, janganlah membingungkan saya dengan kitab suci. Saya sudah mengambil keputusan.”

Demikianlah sebagian orang mempelajari kitab suci dengan sikap seperti itu.

Mereka sudah mengambil keputusan, maka akan sulit sekali bagi Allah untuk menunjukkan apa yang dikatakan FirmanNya, apa maksudnya dan bagaimana penerapannya bagi anda pribadi sebab Anda sendiri sudah mengambil keputusan.

Prinsip penting lainnya dalam mempelajari Alkitab, terutama kalau anda mengajar, adalah bahwa begitu anda menemukan makna sebuah ayat tanyakanlah kepada diri sendiri: Apakah anda sendiri bersedia mematuhinya sebelum anda mengajarkannya kepada orang lain?

Berikutnya, ingatlah selalu bahwa Allah berfirman kepada kita melalui FirmanNya. 

Jadi pastikan anda mendekati Firman Allah dengan memohon agar Allah menyingkapkan Firman-nya kepada anda pribadi melalui Roh Kudus.

Sang penulis kidung mengatakannya begini: “Bukakanlah mataku agar aku dapat sekilas melihat kebenaran yang hendak Engkau sampaikan kepadaku.”

Demikianlah hendaknya anda mendekati Firman Allah, bukan secara akademik, bukan sebagai sarjana Alkitab, bukan berusaha menjadi pakar Alkitab melainkan berusaha berkomunikasi dengan Allah dengan membuka hati dan pikiran anda sehingga Allah dapat berkomunikasi dengan anda.

Dalam hal ini, berdoalah: “bukakanlah mataku agar aku dapat melihat kebenaran yang hendak Engkau sampaikan kepadaku, sekarang ini, hari ini.”

Demikianlah cara yang baik untuk mendekati kitab suci.

Hendaknya anda bersedia mengakui bahwa ada ayat tertentu yang tidak Anda mengerti. 

Misalnya pertama, 1 Petrus 3:19.

Baru-baru ini saya membacanya dalam sebuah penjelasan oleh Martin Luther.

Martin Luther mengatakan: Tidak seorangpun mengetahui apa maksudnya ayat ini.

Saya sangat senang bahwa ada orang yang cukup jujur untuk mengatakan demikian.

Menurut saya memang ada ayat-ayat yang seperti itu dalam Alkitab.

Jangan kecewa apabila anda menemukannya.

Selain itu jangan menjadi tidak seimbang dalam keprihatinan anda tentang hal-hal yang tampaknya tidak sedasar atau we penting doktrin fundamental.

Dalam Ulangan 29:29 dikatakan: “Hal-hal yang tersembunyi ialah Bagi Tuhan, Allah Kita, tetapi hal-hal yang dinyatakan ialah bagi kita dan bagi anak-anak kita sampai selama-lamanya supaya kita melakukan segala perkataan hukum Taurat ini.”

Seseorang pernah mengatakan kepada Mark Twain, sang penulis terkenal: Saya tidak menyukai Alkitab sebab banyak sekali ayat yang tidak saya mengerti dan Mark Twain menjawab: ayat-ayat Alkitab yang mengganggu saya bukanlah ayat-ayat yang tidak saya mengerti melainkan justru ayat-ayat yang saya mengerti.

Ada hal-hal rahasia kepunyaan Tuhan.

Ia tidak menjelaskannya kepada siapapun, akan tetapi ada hal tertentu yang Ia mau kita lakukan dan untuk itu Ia telah menyatakannya dengan sangat jelas.

Jadi janganlah menjadi bimbang dalam keprihatinan anda akan hal-hal yang kurang jelas, tentang hal-hal yang rahasia yang tidak dinyatakan kepada siapapun oleh Allah.

Jangan pernah melupakan fakta bahwa tidak ada ayat kitab suci yang dapat ditafsirkan secara tersendiri atau terlepas dari ayat-ayat lainnya.

Demikianlah yang Petrus maksudkan dalam 2 Petrus 1 : 20.

Nubuat-nubuat dalam kitab suci tidak boleh ditafsirkan menurut kehendak sendiri.

Penjelasan terbaik tentang Alkitab adalah Alkitab itu sendiri.

Anda boleh saja membeli segala penjelasan serta peralatan yang saya rekomendasikan. 

Namun jangan pernah melupakan fakta ini, terutama ketika sedang membaca Perjanjian Lama.

Kalau perjanjian baru mengomentari tentang Perjanjian Lama, ingatlah bahwa penjelasan terbaik tentang Alkitab adalah Alkitab itu sendiri.

Carilah kebenaran untuk menjalani kehidupan bukan sekedar untuk menambah pengetahuan anda.

Dalam konteks yang sama, ingatlah juga bahwa pengetahuan tentang Alkitab bukanlah suatu kebajikan.

Kebajikan timbul dari penerapannya dalam kehidupan anda.

Dalam kebudayaan sekarang, kita mempunyai mentalitas bahwa pengetahuan adalah kebajikan.

Kalau anda banyak mengetahui, hal itu merupakan kebajikan.

Kita telah membahas banyak prinsip penting hari ini

Bagian II

Bahwa ada 4 maksud dari alkitab untuk mengemukakan Yesus Kristus, untuk mengemukakan sejarah Yesus Kristus agar orang yang tidak percaya menjadi percaya dan agar orang yang sudah percaya akan disempurnakan.

Hari ini saya ingin menjelaskan sedikit tentang sejarah Alkitab.

Saya bertanya-tanya, Apakah anda dapat menjawab pertanyaan ini?

Siapa saja orang yang menulis kitab-kitab dalam kitab ini? Kapan mereka menulisnya? Dimana mereka menulisnya? Mereka menulisnya dalam bahasa apa? Apakah masih ada naskah orisinilnya?

Siapa yang melestarikan kitab-kitab ini bagi kita? Siapa yang menerjemahkannya ke dalam bahasa kita? Siapa yang menyeleksi kitab-kitab ini dan mengemasnya menjadi kitab suci? Siapa yang memberikan kewenangan untuk menyeleksi? 

Kapan penyeleksiannya dilakukan? Siapa yang menyusunnya menjadi Alkitab seperti yang sekarang ini?

Ada berbagai pertanyaan yang akan orang ajukan tentang Alkitab dan kalau anda mengatakan bahwa anda telah mempelajari Alkitab dengan seorang pelajar Alkitab yang serius, menurut saya mereka akan mengekspektasikan anda untuk mengetahui sedikit tentang jawabannya.

———————

Untuk menjawabnya, pertama-tama saya ingin membahas tentang penulis Alkitab.

Siapa yang menulis Alkitab? 

Saya telah mengatakan bahwa Allah yang menulisnya. Apa maksudnya bahwa Allah yang menulis Alkitab? Yaitu melalui inspirasi.

Melalui mukjizat inspirasi, Allah menggerakan orang-orang yang menulis kitab-kitab dalam Alkitab.

Sesungguhnya Allah-lah yang menulisnya.

Ada dua istilah yang perlu kita pahami ketika membicarakan bahwa Allah yang menurut Alkitab.

Istilah pertama adalah penyataan atau Wahyu.

Penyataan atau Wahyu adalah istilah umum yang mencakup segala cara Allah menyatakan kebenaran kepada manusia.

Allah menyatakan kebenaran kepada manusia melalui alam.

Alam menyatakan kebenaran kepada masing-masing pribadi melalui Roh Kudus.

Allah menyatakan kebenaran kepada kita dengan berbagai cara.

Inspirasi mengacu pada apa yang oleh para teolog disebut penyataan atau Wahyu khusus.

Alkitab adalah penyataan atau Wahyu khusus dari Allah.

Ada awalnya, ada akhirnya.

Selama kira-kira 1.600 tahun Allah menggerakkan manusia untuk menulis kitab-kitab dalam Alkitab ini.

Pada kira-kira tahun 90 sesudah Kristus, ketika Yohanes menulis Kitab Wahyu dan ketika ia menempatkan sebuah titik pada Kitab Wahyu tersebut.

Ia mengatakan bahwa barangsiapa menambahkan apapun kepada kitab ini, Allah akan menambahkan berbagai penderitaan kepadanya seperti yang ditulis dalam kitab ini, dan Yohanes memperingatkan kita untuk tidak mengurangi apapun dari kitab ini.

Ketika penyataan atau wahyu khusus itu berakhir, berakhirlah.

Sungguh suatu mujizat khusus. Itulah sebabnya kita menyebutnya penyataan atau Wahyu khusus.

Terkadang hal itu menimbulkan pertanyaan, Apakah Allah masih menyatakan apapun secara pribadi? Apakah Allah berfirman kepada saya secara pribadi?

Masih.

Kalau begitu yang manakah lebih penting penyataan pribadi atau penyataan atau Wahyu khusus?

Saya percaya kepada penyataan pribadi dan saya juga percaya kepada penyataan atau Wahyu khusus.

Saya percaya bahwa penyataan atau Wahyu khusus ini selalu lebih tinggi kuasanya di atas pernyataan pribadi.

Kalau seseorang datang kepada saya sebagai seorang pendeta dan mengatakan: Saya mau meninggalkan istri saya, seandainya Musa mengenal istri saya, pasti ada perintah lain. Isteri saya sungguh mustahil  ditolerir, saya akan meninggalkannya.

Kalau saya mengatakan kepadanya, ijinkan saya bertanya: Apakah istri Anda tidak setia?

Ia menjawab: Tidak. hanya saja saya akan meninggalkannya. Saya tidak menyukainya, Saya tidak mau menikah lagi dengannya. Sebab Allah sendiri yang menyuruh Saya meninggalkannya.

Maka Saya akan mengatakan: Bukan Allah yang menyuruh anda meninggalkan istri anda, sebab dalam penyataan atau wahyu khusus Allah, Allah tidak mengizinkan anda meninggalkan istri anda.

Allah justru menyuruh anda menyatu dengan istri anda, sehingga menjadi satu daging.

Theolog menyebutnya hubungan pernikahan yang tidak mungkin diputuskan.

Hal itu berarti bahwa anda tidak mungkin keluar dari hubungan pernikahan anda.

Demikianlah yang dikatakan dalam penyataan atau Wahyu khusus Allah dan penyataan pribadi tidak mungkin menentang penyataan atau Wahyu khusus. 

Saya sangat percaya kepada penyataan pribadi, namun menurut saya kita harus berhati-hati dalam mengatakan “Allah menyuruh Saya”.

Seringkali kita mengatakan ‘Allah menurut saya’ padahal tidak.

Kita hanya mengikuti selera pribadi atau opini pribadi kita saja.

Saya masih ingat bertahun-tahun yang lalu ketika kami sedang membangun gereja.

Kami memiliki sebuah program pembangunan yang mengagumkan hingga kami sampai kepada keputusan tentang warna.

Disanalah banyak orang yang menjadi tidak sepaham yaitu warna gereja.

Semua orang mempunyai ide nya sendiri tentang bagaimana seharusnya warnanya.

Ketika kami sedang membahasnya seorang wanita yang adalah seorang dekorator datang menjumpai saya pada suatu malam dalam suatu pertemuan.

Ia membawa karpet besar dengan serat panjang. Ia tidak sekedar mengatakan menurut saya warna ini akan sangat baik untuk tempat Kudus, melainkan Allah memberitahukannya kepada saya warna inilah yang seharusnya digunakan.

Sejujurnya saya tidak percaya bahwa Allah memberitahukan hal itu kepadanya.

Saya tidak selalu percaya ketika orang mengatakan demikian.

Menurut saya, wanita ini hanya mengikuti selera pribadi-nya saja.

Kita harus sangat berhati-hati mengatakan: “Allah memberitahukannya kepada saya.”

Yang penting tentang merenungkan kata penyataan atau Wahyu dan kata inspirasi adalah begini.

Sekarang ini saya percaya bahwa dunia menekankan kata-kata seperti rasionalisme, nalar, logika, humanisme. 

Ketika anda menjadi seorang umat Kristiani, anda bukan menjadi tidak rasional tidak, tidak logis, tidak menggunakan nalar atau tidak manusiawi.

Saya percaya bahwa perbedaan antara seorang percaya yang benar-benar meyakini kitab suci, yang benar-benar meyakini bahwa itu adalah Firman Allah dengan orang yang mengarahkan keseluruhan fokusnya pada nalar, logika, rasionalisme, humanisme, adalah bahwa terkadang orang menggantikan penyataan atau wahyu Allah dengan nalar, logika dan rasionalisme.

Pada dasarnya, mereka mengatakan: “Saya tidak membutuhkan penyataan atau wahyu Allah. Saya memiliki pikiran Saya sendiri. Saya percaya bahwa kriteria menurut kitab suci untuk membedakan benar salah. Kriteria dengan mana kita di instruksikan dalam kebenaran adalah penyataan atau wahyu Allah.”

Itulah yang kami maksudkan ketika kami mengatakan bahwa Allah-lah yang menulis kitab-kitab dalam Alkitab ini.

————————————————

Satu poin sangat penting lainnya. 

Sementara anda merenungkan latar belakang Alkitab, adalah pertanyaan tentang inspirasi.

Bagaimana anda tahu bahwa Alkitab adalah Firman Allah yang terinspirasikan?

Saya percaya bahwa Yesus menjelaskan hanya ada satu jalan untuk mengetahuinya.

Yesus mengatakan: “Barang siapa bersedia melakukannya, ia akan mengetahuinya.”

Anda tidak bisa membuktikan bahwa Alkitab adalah Firman Allah dengan mempelajari bahasa semit atau mengikuti seminari.

Anda membuktikan bahwa Alkitab adalah Firman Allah menurut Yesus, kalau anda mempelajari Firman Allah dengan kesediaan untuk melakukan apa yang difirmankan.

Ketika anda melakukan apa yang difirmankan, hal itu akan mengadakan perubahan yang luar biasa dalam kehidupan anda, sehingga anda akan mengatakan Alkitab memang Firman Allah.

Yesus selalu menyatakannya atas dasar itu.

Ketika Yesus berjumpa dengan para rasul, Yesus menoleh kebelakang.

Ia melihat bahwa mereka mengikuti dia, lalu berkata kepada mereka: Apakah yang kamu cari?

Kata mereka kepadanya: “Rabi dimanakah Engkau tinggal?”

Ia berkata kepada mereka: “Marilah dan kamu akan melihatnya.”

Mereka pun datang dan melihat di mana Ia tinggal dan hari itu mereka tinggal bersama-sama dengan Dia.

Kita mengetahui yang selebihnya, mereka meninggal demi Dia karena apa yang mereka lihat, ketika mereka membuat komitmen untuk datang dan melihat.

Demikianlah Yesus membuktikan kepada mereka bahwa FirmanNya adalah Firman Allah.

Yesus mengatakan: “Datanglah dan lihatlah.”

Para cendikiawan selalu mengatakan: “Kalau saya mengetahuinya, saya akan melakukannya.”

Kalau amda sanggup meyakinkan saya secara intelektual, saya akan mengikuti panggilan Anda. 

Yakinkanlah saya secara intelektual, maka saya akan menyerahkan kehendak saya.

Sedangkan Yesus selalu mengatakan justru sebaliknya: “Serahkanlah kehendakMu, maka kamu akan yakin kalau kamu melakukannya kamu akan mengetahuinya.”

Selama bertahun-tahun manusia mengatakan: “melihat sendiri baru percaya.”

Sedangkan Yesus dan kitab suci secara konsisten mengajarkan: “percaya dulu, baru melihat.” 

Daud mengatakan: Aku pasti telah pingsan kecuali aku percaya akan melihat kebaikan Tuhan di negeri orang-orang yang hidup.

Demikianlah caranya anda membuktikan bahwa Alkitab adalah Firman Allah yang terinspirasikan.

Anda harus membuat komitmen untuk datang dan melihat.

Dan ketika anda datang dan melihat, anda datang dengan komitmen untuk melakukan kehendak Allah seperti yang dinyatakan dalam kitab suci.

Melakukan kehendak Allah seperti yang dinyatakan dalam Firman Allah, akan disusul dengan mengetahui atau sepenuhnya menyakini bahwa Alkitab adalah sungguh Firman Allah.

Kembali, Yesus menjelaskan beberapa fakta tentang kitab suci yang membukakan kitab suci bagi para rasul.

Saya berharap agar pelajaran yang saya sampaikan tentang kitab suci akan membukakan kitab suci bagi anda.

Bukan saja agar anda telah memahaminya, melainkan juga agar kehidupan anda berubah karenanya.

Cukup sampai di sini hari ini. Waktu kita sangat berharga.

Saya menantikan waktu kita bersama besok! [GR1]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s