Bagaimana Mempelajari Alkitab (OTS03)

Bagian 1

Dalam studi ini pertama-tama saya ingin mengatakan beberapa hal lagi tentang Alkitab yang saya tahu akan membuka pemahaman anda tentang Alkitab sebagai kitab terpenting di dunia. 

Selamat datang di Sekolah Alkitab Mini, kursus di mana kita akan mempelajari keseluruhan Alkitab kitab demi kitab. 

Kita baru saja memulai studi ini jadi bergabunglah setiap harinya pada waktu ini dan undanglah yang lain untuk juga bergabung mempelajari firman allah.

Pertama, saya ingin mengatakan sesuatu tentang cara mempelajari Alkitab. Menurut saya orang perlu mengetahui sesuatu tentang cara mempelajari Alkitab.

Ada tiga langkah yang hendaknya kita ambil ketika kita mempelajari Alkitab dan ketiganya dapat disebut PENGAMATAN, PENAFSIRAN, DAN PENERAPAN.

——————————–

Pengamatan mengajukan pertanyaan: Apa yang dikatakan Alkitab?

Ketika membaca sebuah ayat Alkitab, anda perlu menanyakan apa yang dikatakannya.

Pertanyaan kedua menyangkut penafsiran, Apa maksudnya? 

Pertanyaan ketiga menyangkut penerapan, Apa maknanya bagi saya?

Sederhana sekali.

Pengamatan: apa yang dikatakannya.

Saya masih ingat tentang seseorang mengatakan pernah mengikuti studi Alkitab ini beberapa tahun yang lalu.

Ia mengikuti ayat demi ayat kitab suci dan saya suka mengatakan kepada kelompoknya, Apa artinya?

Pria ini akan menjawab menurut saya artinya, Ya persis seperti yang dikatakannya.

Pria ini selalu benar sebab arti setiap ayat adalah selalu persis seperti yang dikatakannya.

Tentu pertanyaan terpenting dari ketiga pertanyaan ini adalah apa yang dikatakannya?

Begitu anda mampu menjawabnya, anda tidak akan sulit menemukan Apa maksudnya.

Tentu pertanyaan yang paling relevan dalam studi ini adalah pertanyaan ke-3, Apa maknanya bagi saya?

Studi ini bukanlah studi akademik. Kami bukan bermaksud menjadikan anda sarjana Alkitab.

Visi kami bagi studi ini adalah menuntun anda kepada ayat-ayat kitab suci yang akan menunjukkan kehendak Allah bagi kehidupan anda sehari-hari.

Kita berkepentingan terhadap penerapan ayat-ayat kitab suci ini.

Ketika anda sampai kepada bagian penerapan, anda perlu menanyakan kepada diri sendiri: apakah ada teladan yang dapat saya ikuti? Apakah ada peringatan yang perlu saya perhatikan? Apakah ada perintah yang perlu saya patuhi? Apakah ada dosa yang perlu saya tinggal? Apakah ada kebenaran baru tentang Allah atau tentang Yesus Kristus? Apakah ada kebenaran baru tentang kehidupan saya sendiri? Apakah ada tantangan atau inspirasi atau penghiburan atau dorongan? Apakah ada pertanyaan yang tidak mampu saya jawab? Apakah ada ayat-ayat lain yang berhubungan dengan ayat ini?

Pertanyaan-pertanyaan ini akan membantu anda menemukan penerapan ayat-ayat yang bersangkutan.

Saya ingin menyampaikan komentar terakhir tentang aturan mempelajari alkitab.

Untuk segalanya ada aturan dan panduan.

Untuk mempelajari Alkitab pun ada aturan dan panduan.

Dalam seminari, mereka menggunakan istilah yang hebat-hebat.

HERMEUNETIK

Kami takkan menyebutnya demikian, kami hanya akan menyebutnya aturan mempelajari Alkitab.

Pertama, ketika membaca sebuah ayat ingatlah ini: penafsirannya satu, namun penerapannya bisa ribuan.

Penerapan itu lain dari penafsiran.

Mungkin hanya ada 1 penafsiran dan anda perlu merendahkan diri tentang hal itu. Terutama ketika orang lain tidak sependapat dengan penafsiran anda.

Akan tetapi ada ribuan penerapan yang mungkin roh kudus kesankan bagi kehidupan anda masing-masing. 

Karena Alkitab adalah kitab tentang Kristus, hendaknya anda selalu mencari Kristus ketika membacanya.

Ketika mempelajari Perjanjian Lama, Ingatlah bahwa anda mencari teladan atau peringatan.

Dalam pengertian tertentu, 17 kitab pertama dalam Perjanjian Lama adalah sejarah.

Ada banyak sejarah dalam kitab hukum dan kitab para nabi.

Ketika membaca sejarah dalam Perjanjian Lama dan kitab sejarah dalam perjanjian baru, carilah teladan atau peringatan.

Kejadian bersejarah dalam Alkitab selain bersifat sejarah juga mungkin bersifat kiasan.

Maksudnya begini, dalam Galatia pasal 4:22-24, Rasul Paulus mengatakan Abraham mempunyai dua anak. Ini adalah suatu kiasan.

Tidak ada seorang pun meragukan fakta bahwa hal itu juga bersifat sejarah.

Abraham mempunyai dua orang Putra: Ishak dan Ismail.

Ismail menjadi Bapak bangsa Arab, Ishak menjadi Bapak bangsa Yahudi. Hingga sekarang ada bangsa Arab dan bangsa Yahudi di tanah suci. 

Akan tetapi selain itu Paulus mengatakan: ini adalah suatu kiasan.

Demikianlah saya percaya bahwa dalam Alkitab sebuah kisah bisa bersifat sejarah sekaligus bisa bersifat kiasan.

Dalam bahasa Yunani, Paulus menggunakan sebuah kata yang artinya kiasan.

Jadi ketika membaca literatur sejarah Perjanjian Lama, selain mempelajari sejarah, coba anda juga menemukan kiasan yang terkandung didalamnya, entah itu teladan atau peringatan.

Aturan lain untuk mempelajari Alkitab adalah selalu menafsirkan ayat-ayat yang kurang jelas atau membingungkan dalam konteks ayat-ayat yang jelas.

Banyak sekali ayat-ayat kitab suci yang sulit dimengerti, akan tetapi banyak juga ayat-ayat kitab suci yang tidak sulit dimengerti.

Jadi silahkan Anda menafsirkan ayat-ayat yang kurang jelas dalam konteks ayat-ayat yang sudah jelas.

—————————-

Aturan lain untuk mempelajari Alkitab adalah: “Jangan pernah membaca suatu ayat kitab suci dengan pikiran yang sudah memutuskan apa artinya ayat tersebut.”

Sebagai seorang pendeta, saya pernah mengemukakan beberapa ayat kitab suci kepada seorang wanita yang sedang dilanda masalah.

Wanita ini mengatakan: “Pak Pendeta, janganlah membingungkan saya dengan kitab suci. Saya sudah mengambil keputusan.”

Demikianlah sebagian orang mempelajari kitab suci dengan sikap seperti itu.

Mereka sudah mengambil keputusan, maka akan sulit sekali bagi Allah untuk menunjukkan apa yang dikatakan FirmanNya, apa maksudnya dan bagaimana penerapannya bagi anda pribadi sebab Anda sendiri sudah mengambil keputusan.

Prinsip penting lainnya dalam mempelajari Alkitab, terutama kalau anda mengajar, adalah bahwa begitu anda menemukan makna sebuah ayat tanyakanlah kepada diri sendiri: Apakah anda sendiri bersedia mematuhinya sebelum anda mengajarkannya kepada orang lain?

Berikutnya, ingatlah selalu bahwa Allah berfirman kepada kita melalui FirmanNya. 

Jadi pastikan anda mendekati Firman Allah dengan memohon agar Allah menyingkapkan Firman-nya kepada anda pribadi melalui Roh Kudus.

Sang penulis kidung mengatakannya begini: “Bukakanlah mataku agar aku dapat sekilas melihat kebenaran yang hendak Engkau sampaikan kepadaku.”

Demikianlah hendaknya anda mendekati Firman Allah, bukan secara akademik, bukan sebagai sarjana Alkitab, bukan berusaha menjadi pakar Alkitab melainkan berusaha berkomunikasi dengan Allah dengan membuka hati dan pikiran anda sehingga Allah dapat berkomunikasi dengan anda.

Dalam hal ini, berdoalah: “bukakanlah mataku agar aku dapat melihat kebenaran yang hendak Engkau sampaikan kepadaku, sekarang ini, hari ini.”

Demikianlah cara yang baik untuk mendekati kitab suci.

Hendaknya anda bersedia mengakui bahwa ada ayat tertentu yang tidak Anda mengerti. 

Misalnya pertama, 1 Petrus 3:19.

Baru-baru ini saya membacanya dalam sebuah penjelasan oleh Martin Luther.

Martin Luther mengatakan: Tidak seorangpun mengetahui apa maksudnya ayat ini.

Saya sangat senang bahwa ada orang yang cukup jujur untuk mengatakan demikian.

Menurut saya memang ada ayat-ayat yang seperti itu dalam Alkitab.

Jangan kecewa apabila anda menemukannya.

Selain itu jangan menjadi tidak seimbang dalam keprihatinan anda tentang hal-hal yang tampaknya tidak sedasar atau sepenting doktrin fundamental.

Dalam Ulangan 29:29 dikatakan: “Hal-hal yang tersembunyi ialah Bagi Tuhan, Allah Kita, tetapi hal-hal yang dinyatakan ialah bagi kita dan bagi anak-anak kita sampai selama-lamanya supaya kita melakukan segala perkataan hukum Taurat ini.”

Seseorang pernah mengatakan kepada Mark Twain, sang penulis terkenal: Saya tidak menyukai Alkitab sebab banyak sekali ayat yang tidak saya mengerti dan Mark Twain menjawab: ayat-ayat Alkitab yang mengganggu saya bukanlah ayat-ayat yang tidak saya mengerti melainkan justru ayat-ayat yang saya mengerti.

Ada hal-hal rahasia kepunyaan Tuhan.

Ia tidak menjelaskannya kepada siapapun, akan tetapi ada hal tertentu yang Ia mau kita lakukan dan untuk itu Ia telah menyatakannya dengan sangat jelas.

Jadi janganlah menjadi bimbang dalam keprihatinan anda akan hal-hal yang kurang jelas, tentang hal-hal yang rahasia yang tidak dinyatakan kepada siapapun oleh Allah.

Jangan pernah melupakan fakta bahwa tidak ada ayat kitab suci yang dapat ditafsirkan secara tersendiri atau terlepas dari ayat-ayat lainnya.

Demikianlah yang Petrus maksudkan dalam 2 Petrus 1 : 20.

Nubuat-nubuat dalam kitab suci tidak boleh ditafsirkan menurut kehendak sendiri.

Penjelasan terbaik tentang Alkitab adalah Alkitab itu sendiri.

Anda boleh saja membeli segala penjelasan serta peralatan yang saya rekomendasikan. 

Namun jangan pernah melupakan fakta ini, terutama ketika sedang membaca Perjanjian Lama.

Kalau perjanjian baru mengomentari tentang Perjanjian Lama, ingatlah bahwa penjelasan terbaik tentang Alkitab adalah Alkitab itu sendiri.

Carilah kebenaran untuk menjalani kehidupan bukan sekedar untuk menambah pengetahuan anda.

Dalam konteks yang sama, ingatlah juga bahwa pengetahuan tentang Alkitab bukanlah suatu kebajikan.

Kebajikan timbul dari penerapannya dalam kehidupan anda.

Dalam kebudayaan sekarang, kita mempunyai mentalitas bahwa pengetahuan adalah kebajikan. 

Bagian 2

Dalam Mazmur 119:160, ada sebuah pernyataan tentang kitab suci yang bunyinya begini, ”Dasar firman-Mu adalah kebenaran.” Bagi saya hal itu berarti bahwa ketika anda mencari kebenaran dalam kitab suci, carilah dasarnya, gambaran besarnya, kebenaran dasarnya.

Apa yang Allah firmankan? Apa pesan keseluruhan nya yang menyimpulkan?

Dengan semangat yang sama, terutama dalam perjanjian baru, carilah apa yang mungkin kita sebut argumentasi kitab yang bersangkutan.

Kitab seperti Roma dan Ibrani mempunyai argumentasi yang luar biasa. Ada sebuah tesis yang mendasarinya, sejak kata-kata pertamanya hingga terakhir.

Pasal dan ayat Alkitab baru ditemukan pada kira-kira abad ke-13. Seorang Kardinal Katolik Roma bernama Caro membagi Alkitab menjadi pasal. Lalu pada abad ke-16 mereka membagi pasal Alkitab menjadi ayat-ayat, yang berarti Rasul Paulus tidak pernah mendengar tentang 1 Korintus 10:13. Sebab ketika ia menulis suratnya kepada umat di Korintus, ia tidak tahu bahwa suratnya tersebut akan dibagi menjadi pasal dan ayat berabad-abad kemudian 

Terkadang pasal dan ayat itu sangat membantu, sangat leluasa. Akan tetapi terkadang pasal dan ayat juga dapat memutuskan kelancaran pemikiran anda dan membuat anda melewatkan kebenaran yang ingin disampaikan oleh penulis Kitab yang bersangkutan.

Jadi coba anda menangkap argumentasi kitab yang bersangkutan. 

Hendaknya anda selalu mempertimbangkan konteks setiap ayat dalam Alkitab. Salah satu cara berbohong paling cerdik adalah merepresentasikan kebenaran secara tidak benar atau mengutip kebenaran di luar konteksnya atau hanya menyampaikan sebagian kebenarannya.

Alkitab dapat digunakan untuk membuktikan point apapun yang ingin anda buktikan kalau anda menggunakannya Di luar konteks.

Jadi hendaknya anda selalu mempertimbangkan konteksnya.

Ingatlah bahwa Alkitab adalah sebuah kitab melalui mana Allah berfirman kepada kita.Jadi hendaknya anda menekuninya dengan penuh doa karena anda bersedia melakukan apa yang diajarkan kitab ini, hendaknya anda mendekati Alkitab seperti Samuel mendekatinya, yaitu dengan mengatakan, “Ya Tuhan, berfimanlah sebab hambaMu mendengarkan.”

Hal itu berarti, saya siap melaksanakan apapun yang Engkau kehendaki, saya laksanakan atau seperti Thomas à Kempis yang selalu membuka Alkitabnya dengan doa, “Biar lah suara yang lain dihentikan, hanya Engkaulah Tuhan yang berbicara kepadaku.”

Dengan kata lain, “Yang lainnya silahkan tutup mulut! Silahkan Allah seorang yang berbicara kepadanya.” 

Demikian banyak pembujuk tersembunyi sekarang ini. Demikian banyak suara yang berbicara kepada kita sekarang ini. 

Kita perlu menyendiri dan bersaat Teduh dengan Allah untuk menekuni kitab ini dan berdoa seperti itu. Biarlah segala suara yang lain dihentikan, Ya Allah seorang berfirmanlah kepada saya.

Segala informasi yang saya sampaikan ini tentang Alkitab, dapat membuka pemahaman anda tentang Alkitab.

Saya berdoa agar anda mau mempelajari Firman Allah Dan membiarkannya merasuki anda.

Hingga sekarang, kami telah memberi anda perkenalan tentang Alkitab. Apa sebenarnya Alkitab itu? Bagaimana cara mempelajari kitab terpenting di dunia ini?

Kalau anda melewatkan pelajaran-pelajaran penting ini atau ingin mengulas bahannya, silahkan menghubungi kami dan meminta kopi buklet studinya.

——————————————————————–

Sekarang saya ingin memulai kitab pertama Alkitab yaitu, Kitab Kejadian.

Kitab Kejadian adalah tentang permulaan, kata genesis atau kejadian adalah seperti kata genetika. Yaitu ada hubungannya dengan permulaan dari segalanya.

Mengapa Allah memulai FirmanNya dengan permulaan dari segalanya ini? 

Dalam kitab Kejadian, Allah menjelaskan tentang banyak hal apa adanya sebab Ia mau kita memahami segalanya apa adanya.

Saya percaya bahwa Yesus memberi kita kunci kitab kejadian ini.

Dalam Matius pasal 19, orang datang kepada Yesus dan menanyakan tentang pernikahan kepadanya. Yesus menjawab, kalau kalian ingin memahami pernikahan apa adanya, silahkan mempelajarinya apa adanya sejak ditetapkan Allah pada mulanya melalui Musa.

Apa maksud Allah ketika menciptakan lelaki dan perempuan? Silahkan mempelajari pernikahan apa adanya sejak ditetapkan Allah pada mulanya.

Bagi saya, hal itu merupakan kunci Kitab Kejadian. Saya percaya, bahwa seharusnya kita mendekati Kitab Kejadian dengan perspektif seperti itu.

Subjek demi subjek akan dibahas dari sudut permulaannya dalam Kitab Kejadian.

Saat menemukan subjek dalam Kitab Kejadian ini, hendaknya anda bertanya, “ya Allah, apa yang Engkau gambarkan disini, saat engkau menetapkan pada mulanya, agar saya dapat menghargainya, dan memahami apa adanya?”

Hendaknya anda mendekati Kitab Kejadian dengan perspektif seperti itu.

Dalam Kitab Kejadian, Allah akan menceritakan sedikit tentang penciptaan. Seperti telah kami singgung sebelumnya, ada 1189 pasal dalam Alkitab dan hanya satu setengah pasal yang digunakan untuk membahas penciptaan.

Seandainya anda berdiskusi intelektual tentang hal-hal yang religius, mungkin anda akan berpikir bahwa penciptaan adalah satu-satunya subjek yang dibahas Alkitab. Padahal Alkitab hanya membahas penciptaan dalam satu setengah pasal.

Akan tetapi, Mengapa Alkitab membahas penciptaan? Mengapa Allah menjelaskan tentang penciptaan? 

Dalam Kejadian 1, saya percaya bahwa Allah menjelaskan sedikit tentang penciptaan, sebab Ia tahu bahwa suatu hari kelak seperti Daud. 

Kita akan sampai ke titik dimana kita akan menyadari, bahwa kita membutuhkan penciptaan di dalam diri kita.

Daud pernah gagal, lalu berdoa dalam Mazmur 51:12, “Jadikanlah hatiku tahir, ya Allah, dan perbaharuilah batinku dengan roh yang teguh!” 

Dengan kata lain, Daud berdoa, “Ya Allah, ciptakanlah sesuatu yang baru dalam hatiku, yang belum ada ketika aku lahir. Kalau tidak aku akan berulang kali gagal.”

Ketika Yesus membicarakan tentang kelahiran kembali, Ia mengatakan bahwa: “Engkau harus dilahirkan kembali sebab yang dilahirkan dari daging hanyalah daging.” 

Ketika para rasul berkomentar tentang ajaran Yesus tentang dilahirkan kembali, mereka menyebutnya sebagai pengalaman diciptakan.

Barangsiapa di dalam Kristus ia adalah ciptaan baru, yang lama telah berlalu sesungguhnya yang baru telah  datang. 

Allah melakukan penciptaan dalam hati setiap orang yang telah dilahirkan kembali.

Ketika pada akhirnya kita menyadari bahwa kita membutuhkan penciptaan tersebut, saya percaya bahwa Allah mau kita mengetahui bahwa hanya Ia seorang yang mungkin melakukannya dan bahwa kita harus kembali kepadanya untuk itu. 

Saya percaya itulah sebabnya Allah menjelaskan sedikit tentang penciptaan agar kita menghargainya apa adanya. 

——————————-

Dalam kitab Kejadian, Allah menjelaskan tentang makhluk makhluk ciptaanNya apa adanya dan Allah juga mau kita memahami diri sendiri apa adanya menurut penciptaannya pada mulanya. 

Dalam kejadian pasal 3 Allah menjelaskan tentang apa yang mungkin kita sebut KRISIS.

Alkitab menyebutnya dosa. 

Apa yang dilakukan Adam dan Hawa di taman Eden. 

Kalau anda mempelajari kejadian pasal 3, mencari kebenarannya dan mengingat bahwa pasal ini menjelaskan tentang dosa, maka kita akan memahami dosa itu apa adanya.

Begitu Adam dan Hawa berbuat dosa, Allah langsung berkomunikasi dengan mereka. 

Sungguh kebenaran yang indah.

Allah langsung mencari mereka dan menyapa: “Di mana engkau? Siapa yang memberitahukan bahwa engkau telanjang?” 

Demikianlah digambarkan komunikasi di antara Allah dengan manusia pertama itu agar kita sekarang dapat memahami komunikasi di antara Allah dengan kita. 

Karena dosa ada konsekuensi yang harus ditanggung manusia pertama itu. 

Dalam kejadian pasal 4 digambarkan awal konflik yaitu konflik di antara kain dan Habel. 

Hal itu pun digambarkan agar kita dapat memahami konflik apa adanya. 

konflik adalah salah satu masalah besar kita sekarang ini.

Allah mau kita memahami konflik dalam hubungan kita dengan sesama bangsa. 

Allah mau kita memahami konflik apa adanya. 

Itulah sebabnya Allah menggambarkan konflik dalam kejadian pasal 4. 

Dalam kejadian pasal 6 hingga pasal 9, Allah menggambarkan tentang bencana bencana seperti apa adanya, agar kita dapat memahami bencana apa adanya. 

Allah menghancurkan seluruh dunia. 

Bencana tersebut, disebut sebagai air bah, yaitu dalam kejadian pasal 6 hingga pasal 9 tentang Nuh dan air bah. 

Itulah salah satu bukti bahwa penjelasan terbaik tentang Alkitab adalah Alkitab itu sendiri. 

Perjanjian Baru juga menyinggung tentang kisah Nuh dan air bah. 

Yesus dua kali menyinggungnya dan membandingkannya dengan kedatangannya yang kedua kali kelak. 

Rasul yang menulis Kitab Ibrani mengatakannya sebagai gambaran Iman. 

Bagaimana Nuh beriman dan bagaimana kita dapat belajar tentang iman dari Nuh serta air bah tersebut. 

Rasul Petrus membandingkannya dengan keselamatan. 

Rasul Petrus mengatakan bahwa Nuh membukakan bahteranya bagi orang-orang agar diselamatkan. 

Sungguh simbol yang baik tentang apa yang kita sebut sebagai keselamatan sekarang ini. 

Membaca kisah Nuh dan air bah, coba anda menanyakan: apa yang sedang digambarkan di sini? Apa yang Allah mau saya pahami dalam hal ini?

Saya percaya bahwa anda akan menemukan penerapannya.

——————————-

Demikianlah gambaran besar kitab kejadian, ketika membacanya hendaknya anda mencari apa yang Allah mau gambarkan pada mulanya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s