Apakah Penciptaan Dapat Dipercaya? (OTS04)

Bagian 1

Dalam studi ini, saya berencana memoles studi kita tentang kitab kejadian dengan merenungkan apa yang telah Allah Firmankan kepada kita dalam kitab kejadian tentang penciptaan.

Selamat datang di kampus Alkitab Mini.

Kita baru saja memulai studi tentang keseluruhan Alkitab, mulai dari kitab Kejadian hingga Kitab Wahyu, dan saya senang anda telah memilih bergabung dengan kelas yang penting ini.

Sebab kita sedang mempelajari kitab yang terpenting di dunia.

———————–

Kata genesis atau kejadian, berarti sesuatu tentang genetika atau permulaan.

Sementara kita menempatkan kitab ini dalam perspektif yang benar kemarin, kita telah membahas bahwa kitab ini ditulis bukan saja untuk menjelaskan seperti apa pada mulanya.

Allah tidak berhutang penjelasan apa pun kepada kita.

Kitab ini akan menjelaskan seperti apa pada mulanya sebab Allah mau kita memahami seperti apa sekarang.

Hal ini berlaku bagi semua topik yang akan kita pelajari dalam kitab kejadian ini dan juga berlaku bagi apa yang Allah Firman kan kepada kita tentang penciptaan.

Dalam kejadian 1 kita membaca: “ Pada mulanya Allah menciptakan langit dan bumi. Bumi belum berbentuk dan kosong. Gelap gulita menutupi Samudera Raya dan roh Allah melayang-layang di atas permukaan air. Berfirmanlah Allah: ‘Hendaklah dalam air berkeriapan makhluk yang hidup dan hendaklah burung beterbangan di atas bumi melintas di Cakrawala.’ Maka Allah menciptakan binatang-binatang laut yang besar dan segala jenis makhluk hidup yang bergerak, yang bekerja pada dalam air dan segala jenis burung yang bersayap. Allah melihat bahwa semuanya itu baik.’

“Berfirmanlah Allah: ‘Baiklah kita menjadikan manusia menurut gambar dan rupa kita supaya mereka berkuasa atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas ternak dan atas seluruh bumi dan atas segala binatang melata yang merayap di bumi.’ 

Maka Allah menciptakan manusia itu menurut gambarnya. 

Menurut gambar Allah diciptakannya dia laki-laki dan perempuan diciptakannya mereka.

Allah memberkati mereka. Lalu Allah berfirman kepada mereka: ‘beranakcuculah dan bertambah banyak, penuhilah bumi.’ 

Maka Allah melihat segala yang dijadikannya itu sungguh amat baik.”

Pertanyaan tentang penciptaan adalah apa yang kita sebut pertanyaan populer dalam kitab kejadian.

Kalau anda mengadakan diskusi religius di universitas, mungkin anda akan berpikir bahwa Alkitab tidak berbicara tentang topik lain selain topik penciptaan.

Penciptaan inilah yang ingin didiskusikan para siswa.

Ada dua posisi ekstrem tentang topik penciptaan menurut Alkitab.

Yang pertama ada posisi ilmuwan yang mengatakan bahwa penciptaan yang dijelaskan dalam kitab Kejadian tidaklah dapat diandalkan secara ilmiah dan oleh karenanya ilmuwan menolak Alkitab sebagai Firman Allah yang diinspirasikan.

Posisi lainnya yang adalah kebalikan dari posisi tersebut adalah orang percaya yang sangat konservatif yang mengatakan bukan Alkitab yang layak dipertanyakan melainkan ilmu pengetahuan.

Pertanyaannya bukanlah apakah Alkitab itu ilmiah, melainkan apakah ilmu pengetahuan itu Alkitabiah.

————————————-

Kita perlu menempatkan segala nya ke dalam perspektif yang benar.

Pertama kalau anda berpikir menurut ilmu pengetahuan dan apa ilmuwan itu, kalau anda merenungkan tentang berbagai disiplin ilmu pengetahuan seperti yang mereka definisikan, anda akan sampai kepada beberapa kesimpulan.

Anda akan menemukan diri bertanya: “dapatkah seorang ilmuwan mempercayai Allah dan tetap menjadi ilmuwan?”

Berdasarkan cara para ilmuwan itu sendiri mendefinisikan parameter disiplin ilmu pengetahuan ada masalah yang nyata disini. yang jelas ilmuwan bisa menjadi percaya.

Banyak ilmuwan yang menjadi percaya dan taat.

Akan tetapi berdasarkan definisi mereka sendiri tentang disiplin ilmu pengetahuan, ada kesan bahwa ketika ilmuwan itu percaya ia tidak ilmiah atau sebagai ilmuwan Ia tidak percaya.

Ilmuwan berurusan dengan data atau fenomena yang dapat diamati. Ilmuwan berurusan dengan data yang dapat dipelajari secara objektif.

Berdasarkan pengamatan mereka tentang data yang objektif ini, mereka mengadakan berbagai eksperimen.

Lalu mereka menarik berbagai kesimpulan dan mengadakan berbagai penerapan.

Itulah artinya ilmiah dan mengimplementasikan metode-metode ilmiah. 

Masalahnya adalah dimana seorang ilmuwan tidak ilmiah ketika mengekspresikan iman.

Dalam Ibrani pasal 11:6 dikatakan: “tetapi tanpa iman tidak mungkin orang berkenan kepada Allah. Sebab barangsiapa berpaling kepada Allah, ia harus percaya bahwa Allah ada.”

Ayat tersebut tidak mengatakan bahwa kecuali anda seorang ilmuwan, anda tidak mungkin berkenan kepada Allah dan anda tidak mungkin datang kepada Allah kecuali anda seorang ilmuwan.

Allah tidak mempunyai rencana keselamatan khusus bagi para ilmuwan. 

Ilmuwan harus datang kepada Allah, persis seperti semua orang lainnya, yaitu oleh iman dan iman yang membawa kita kepada Allah dan memungkinkan kita hidup berkenan kepada Allah adalah karunia dari Allah.

Kembali berdasarkan cara sebagian ilmuwan menggambarkan parameter dimana berbagai disiplin ilmu pengetahuan berfungsi, ketika seorang ilmuwan mendapatkan karunia Iman seperti orang yang lain, ketika ia percaya kepada hal supernatural, ketika ia mengenal Allah dan hidup berkenan kepada Allah, ketika ia melakukan semuanya itu bersikap ilmiah.

Sebab Allah adalah Roh dan Orang yang menyembah Dia dan mengenal Dia melakukannya dalam dimensi rohani kehidupan yang bukan disiplin ilmu pengetahuan.

————————

Setelah mengatakan semuanya itu, saya ingin menarik beberapa kesamaan.

Menurut saya ada beberapa kesamaan di antara apa yang dikatakan dalam kitab kejadian tentang asal-usul segalanya dengan apa yang diyakini banyak ilmuwan tentang asal-usul.

Saya percaya ada kesamaan di sana-sini dan ada juga perbedaan yang sangat mencolok.

Berdasarkan perkenalan kepada Alkitab, ketika anda sampai kepada penciptaan, seperti halnya ketika anda sampai kepada segala isi Alkitab, hendaknya anda datang dengan pertanyaan apa yang dikatakannya? Apa maksudnya? Dan apa maknanya bagi saya?

Apa yang dikatakan Alkitab tentang penciptaan?

Untuk itu kita perlu menelaah kata yang diterjemahkan sebagai ‘Cipta atau diciptakan’

Dalam bahasa Ibrani kata ini adalah BARA. 

Kata Bara hanya 3 kali disebutkan dalam kisah tentang penciptaan.

Pada mulanya Allah menciptakan, lalu saat Allah menciptakan kehidupan di dalam air dan kemudian ia menciptakan manusia.

Pada mulanya ada tindakan Bara atau penciptaan dan akibatnya kita mempunyai langit yang artinya adalah alam semesta dan bumi.

Bumi berkuasa menumbuhkan segala tanaman. Semuanya terjadi sebagai akibat dari Bara yang pertama itu.

Tindakan penciptaan yang kedua terjadi dalam air yaitu dalam kejadian 1: 21.

Hasil dari tindakan penciptaan yang kedua ini adalah kehidupan hewan.

Lalu ada tindakan penciptaan ketiga untuk menjadikan manusia.

Diantara ketiga tindakan Bara atau penciptaan tersebut, kitab kejadian menggunakan kata yang dapat diterjemahkan sebagai perkembangan dan perubahan.

“Pada mulanya Allah menciptakan langit dan bumi. Ketika itu langit dan bumi belum berbentuk dan kosong, gelap gulita menutupi Samudera raya. Lalu Allah melayang-layang di atas permukaan air.”

Di antara ayat pertama dan ayat kedua kejadian pasal 1 ini, banyak orang yang mengemukakan teori yang disebut teori bencana.

Mereka mengatakan bahwa sesuatu terjadi setelah ayat pertama, yang menyapu bersih penciptaan yang pertama sehingga terpaksa Allah kembali menciptakan.

Mereka berpikir bahwa Allah tidak mungkin menciptakan sesuatu yang tak berbentuk, kosong  gelap dan berair.

Sebagai murid Alkitab, anda harus melatih diri untuk bertanya apa yang dikatakan Alkitab?

Sejujurnya Alkitab tidak mengatakan bahwa ketika itu terjadi bencana. Alkitab tidak mengatakan bahwa terjadi sesuatu terhadap ciptaan Allah sehingga menjadi tak berbentuk dan kosong.

Alkitab hanya mengatakan bumi belum berbentuk dan kosong, kacau.

Demikian para teolog menyebutnya.

Lalu Roh Allah melayang-layang di atas ciptaan tersebut, mengembangkannya memanipulasikannya, mengubahnya.

Dalam kejadian 1:1 -21, Kita menemukan kata-kata seperti memisahkan, berkumpul pada suatu tempat, kelihatan. Misalnya kelihatan yang kering. Lalu Allah menamai yang kering itu darat.

Jelas darat sudah diciptakan Allah itu darat, namun sebelumnya masih berada dibawah permukaan air.

Setelah Allah menghendaki agar segala air yang di bawah langit berkumpul pada suatu tempat, baru kelihatan yang kering atau darat itu.

Kata Bara atau menciptakan artinya menjadikan sesuatu dari yang tidak ada sama sekali.

Ketika Allah melakukan bara terjadilah sesuatu dari yang sebelumnya tidak ada.

Sedangkan kata-kata lainnya seperti memisahkan, berkumpul pada suatu tempat, dan kelihatan, hanya berarti mengubah bentuk dari apa yang sudah ada.

Misalnya anda menebang pohon, membentuknya hingga akhirnya menjadi meja dan kursi. Itu bukanlah menciptakan tetapi membuat sesuatu yang artinya anda hanya mengubah bentuk dari sesuatu yang sudah ada.

Dalam kejadian pasal 1 :1 -21, kata-kata ini bermaksud demikian yaitu mengubah bentuk dari sesuatu yang sudah ada dan bukan BARA atau menciptakan.

Tindakan penciptaan yang pertama walaupun menghasilkan alam semesta, bumi dan segala kehidupan tanaman, tidak menghasilkan kehidupan hewani.

Maka Allah kembali melakukan BARA di dalam air.

Kembali para ilmuwan tampaknya meyakini bahwa kehidupan hewan yg dimulai di dalam air.

BARA ke-3 adalah tentang kehidupan manusia, demikianlah kejadian 1 :26-27 menjelaskan bara yang ketiga dengan hasil manusia.

Ketika anda mempelajari kitab kejadian tentang penciptaan ayat demi ayat lalu merenungkan tesis kaum evolusionis yang tidak percaya, anda menyadari bahwa kitab kejadian menjelaskan tiga mata rantai yang hilang dalam teori evolusi.

Tiga kali kitab kejadian menyatakan Allah melakukan BARA atau menciptakan.

Sedangkan kaum evolusionis yang tidak percaya kesulitan menjawab tiga mata rantai yang hilang ini.

Coba anda membaca Kejadian 1 dan mempelajari kisah penciptaan dengan saksama. Allahlah yang menciptakan dan Allah masih menciptakan hingga sekarang yaitu menciptakan hati yang baru di dalam diri anda.

Kalau sejauh ini anda mendengarkan dan merasa tertarik, namun anda tahu bahwa seandainya anda meninggal hari ini, anda tidak akan bersama dengan Allah karena Allah belum menciptakan hati yang baru di dalam diri anda, karena itu segeralah berbicara kepadaNya sekarang juga.

Katakanlah: “Ya Allah, saya tahu bahwa saya membutuhkan kuasaMu untuk menciptakan hati yang baru di dalam diri saya. Ya Allah, Pencipta langit dan bumi, saya ingin mengenalMu. Saya ingin mengikuti jalanMu. Ciptakanlah hati yang baru di dalam diri saya.

Bagian 2

Ketika kita membaca kitab kejadian 1, ketika kita mempelajari kisah tentang penciptaan menurut Kejadian 1, saya meyakini bahwa seharusnya anda menarik beberapa kesimpulan.

Pertama, kitab kejadian menjelaskan tentang penciptaan segalanya.

Segalanya adalah hasil dari tiga tindakan penciptaan oleh Allah. Ada banyak perubahan dan perkembangan di antara ketiga tindakan penciptaan tersebut.

Setelah tiga tindakan penciptaan original tersebut, Roh Allah terus memanipulasikan, mengubah, dan mengembangkan ciptaan tersebut.

Ada kesamaan di antara kisah tentang penciptaan tersebut dengan apa yang diyakini banyak ilmuwan.

Para ilmuwan mempelajari bentuk-bentuk kehidupan yang sekarang ada dan mereka melihatnya berubah dan berkembang, lalu mereka menyimpulkan: ‘Pasti kehidupan memang berkembang, berevolusi dan berubah.’

——————————–

Sebagian umat Kristiani menggelengkan kepalanya dan mengatakan : “Tidak mungkin!”

Ketika kita membaca kisah tentang penciptaan menurut kitab Kejadian, apa yang difirmankan?

Kejadian 1 mengatakan bahwa ada tiga tindakan penciptaan namun di antaranya ada juga perubahan dan perkembangan.

Jadi teori evolusi mempunyai kesamaan dengan kisah penciptaan menurut kejadian pasal 1, dalam hal konsep tentang perubahan dan perkembangan.

Adapun perbedaan di antara teori evolusi dengan kisah penciptaan menurut kejadian pasal 1 adalah begini:

Tiga kali kejadian pasal 1 menyatakan Allah melakukan BARA atau menciptakan. 

Banyak ilmuwan yang tidak sependapat.

Terkadang karena dunia mereka, para ilmuwan pokoknya tidak percaya pernyataan seperti itu.

Kisah penciptaan menurut kitab Kejadian pasal 1,  melibatkan hal yang supernatural, yang subjektif, yang spiritual.

Anda tidak mungkin bersikap ilmiah tentang hal yang Supernatural. Demikian banyak ilmuwan menyatakan.

Untuk merangkumnya, menurut saya sangat menarik kalau kita membandingkan antara ilmu pengetahuan dengan kisah tentang penciptaan menurut Kejadian pasal 1.

Tiga kali Kejadian pasal 1 menyatakan: ‘Allah menciptakan.’

Ilmuwan yang atheis selamanya akan kesulitan menjawab pertanyaan: bagaimana awal dari semuanya itu?

Saya masih ingat pernah menghadiri suatu seminar di mana seorang ilmuwan terkenal sedang berceramah di sebuah universitas terkenal dan ketika ia sampai kepada masalah tersebut, ia mengatakan: “pasti ada hubungannya dengan gas.”

Maka saya pun mengangkat tangan saya dan ia memandang kepada saya melalui kacamatanya yang tebal dan mengatakan: “akan tetapi jangan menanyakan ke kepada saya dari mana asalnya gas itu.”

Justru itu yang saya tanyakan.

Demikianlah para ilmuwan selamanya kesulitan menjawab bagaimana awal dari semuanya itu dan Alkitab menjawab: Allah yang menciptakan.

Sayang sekali sebagian besar ilmuwan tidak dapat menerimanya.

Pada akhirnya mereka mengemukakan teori ledakan besar di mana mereka meyakini bahwa entah bagaimana, tiba-tiba saja segalanya ada. 

Bayangkan.

—————————–

Alkitab jelas-jelas mengatakan bahwa ada Allah dibalik semua itu.

Demikianlah awal dari segalanya dan Allah Yang Maha Kuasa jelas jauh lebih layak dipercaya daripada ledakan besar.

Berikutnya para ilmuwan sekuler selamanya kesulitan menjawab bagaimana kehidupan tanaman dalam segala proses evolusinya bisa menjadi kehidupan hewani.

Kembali Alkitab menyatakan bahwa Allah yang menciptakan.

Lalu tentunya yang paling sering dipertanyakan: Bagaimana kehidupan hewani bisa mengalami evolusi menjadi kehidupan manusia? Untuk ketiga kalinya Alkitab menjawab Allah yang menciptakan.

Demikianlah dalam tiga hal ini para ilmuwan sekuler selamanya kesulitan untuk menjawab: Bagaimana awal dari semuanya itu ?

Sedangkan Alkitab jelas-jelas menyatakan: Allah yang menciptakan.

Saya sungguh terpesona merenungkan teori-teori primitif tentang asal-usul.

Empat atau 500 tahun yang lalu di zaman Colombus, apa yang dikatakan orang tentang asal-usul?

Mereka meyakini bahwa bumi berotasi pada belalai seekor gajah yang sedang berdiri di atas empat ekor kura-kura.

Betapa primitif.

Padahal hanya 4 atau 500 tahun yang lalu.

Sedangkan Alkitab ditulis 3300 tahun sebelum Darwin dan menakjubkan bukan?

3300 tahun sebelum Darwin, penulis kitab kejadian pasal 1 sudah menyinggung tentang perubahan dan perkembangan dalam kehidupan.

Jelas sekali jawaban Alkitab bahwa Allah yang menciptakan. 

Demikianlah awal dari segalanya. 

Alkitab tidak berusaha menjelaskan secara ilmiah.

Maksud Alkitab bukanlah untuk memberi kita pesan tentang penciptaan atau asal-usul.

Kita telah membahasnya ketika membahas maksud Alkitab beberapa waktu yang lalu.

Alkitab bukan buku teks tentang ilmu pengetahuan, melainkan buku teks tentang keselamatan, tentang penebusan.

Alkitab memberi kita konteks sejarah melalui mana keselamatan dan penebusan datang.

Demikianlah maksud Allah.

Kembali ada 1.189 pasal dalam Alkitab dan hanya 1,5 pasal diantaranya yang membahas tentang penciptaan.

Alkitab mendahului ilmu pengetahuan kira-kira 3.300 tahun. Walaupun hanya secara singkat sekali membahas tentang penciptaan.

Sekian tahun sebelum ilmu pengetahuan menemukan bahwa kehidupan berubah dan berkembang, Alkitab sudah menyatakan bahwa kehidupan berubah dan berkembang.

Sementara kita terus membahas tentang penciptaan, kita perlu bertanya: “Siapa yang benar-benar memenuhi syarat untuk membahas topik penciptaan?”

Allah membuat seorang tokoh besar di zaman dulu yang bernama Ayub menjadi rendah hati. 

Ayub sangat brilian ia membahas hal-hal seperti penciptaan dan Allah menjadikannya rendah hati hanya dengan menanyakan: “Dimana engkau ketika Aku menciptakan langit dan bumi? Coba Ayub tolong engaku jelaskan.”

Demikian ilmuwan mengadakan pengamatan, mengadakan eksperimen dan menarik kesimpulan.

Padahal Allah menciptakan langit dan bumi. 

Oleh karenanya saya menyakini bahwa ilmuwan tidak mungkin berbicara dengan autentik tentang asal-usul segalanya.

Membahas tentang penciptaan bukanlah disiplin ilmu pengetahuan, penciptaan adalah bidang teologi dan kemungkinan filosofi.

Saya tidak tahu apakah anda pernah mempelajari filosofi? saya pernah mempelajarinya.

Pada akhir pelajaran filosofi tersebut, sang profesor mengatakan: empat kesimpulan yang dapat kita tarik dari pelajaran selama 1 tahun ini adalah PERTAMA saya tidak tahu, KEDUA anda pun tidak tahu, KETIGA tidak ada seorang pun yang tahu dan KEEMPAT merenungkan hal itu adalah intelijen. Bayangkan.

Jadi silakan menjadikan penciptaan sebagai bahan filosofi dimana saya tidak tahu tentang penciptaan, anda pun tidak tahu tentang penciptaan, tidak ada orang yang tahu tentang penciptaan. 

Namun merenungkan hal itu adalah intelijen.

Kitab kejadian dimulai dengan menyatakan bahwa urusan penciptaan adalah urusan Allah.

Allah yang menciptakan.

Sebab hanya Allah yang ada, hanya Allah yang tahu.

Jadi orang yang paling kompeten untuk menjelaskan tentang asal-usul adalah nabi yang mendapatkan penyataan atau Wahyu dari Allah, dan nabi itu adalah Musa.

———————————-

Kita juga perlu bertanya mengapa Allah menceritakan tentang penciptaan?

Bukan karena Ia merasa harus menjelaskan.

Allah sudah tahu bahwa suatu hari kelak kita akan sampai kepada kesimpulan bahwa kita sendiri membutuhkan penciptaan, yaitu hati yang baru.

Allah sudah tahu bahwa hal itu akan terjadi seperti yang terjadi pada Daud.

Setelah berbuat dosa Daud berdoa: “ya Allah tunjukkanlah kebenaran tentang bagian diriku yang paling dalam.”

Setelah Allah menunjukkannya, Daud mengatakan: “Aku seorang pendosa. Bahkan aku sudah berdosa sejak dalam kandungan Ibuku. Demikianlah masalahku.”

Setelah mendapatkan diagnosa dari Allah tersebut, Daud berdoa: “Jadikanlah hatiku tahir Ya Allah dan perbaharuilah batinku dengan Roh yang teguh.”

Dalam bahasa Ibrani kata yang digunakan oleh Daud adalah BARA atau ciptakan.

Dengan kata lain Daud memohon ciptakanlah hati yang baru bagiku, sebab kalau tidak aku akan berulang-ulang jatuh kedalam dosa.

Jawaban bagi doa-doa tersebut adalah kelahiran baru yang dibicarakan Yesus ketika mengatakan: “Janganlah engkau heran karena Aku berkata kepadamu: ‘Kamu harus dilahirkan kembali. Apa yang dilahirkan dari daging adalah daging, dan apa yang dilahirkan dari Roh adalah roh.’

Untuk itulah engkau membutuhkan penciptaan oleh Allah.

Ketika para rasul mengomentari tentang kelahiran kembali, mereka mengatakan: ‘Barangsiapa dilahirkan kembali ia menjadi ciptaan baru.’

Paulus mengatakan: “Kita ini buatan Allah diciptakan dalam Kristus Yesus.”

Orang yang dilahirkan kembali telah mengalami penciptaan dan oleh karenanya disebut sebagai buatan Allah.

————————————-

Saya percaya bahwa Allah mau kita menyadari bahwa kita membutuhkan penciptaan olehnya. 

Saya percaya bahwa Allah mau kita mengetahui, bahwa ketika kita menyadari bahwa kita membutuhkan penciptaan olehnya, Dia akan melakukannya.

Sebab hanya Allah seorang yang mungkin menciptakannya.

Itulah sebabnya Allah menceritakan sedikit tentang penciptaan pada mulanya dalam kejadian 1.

Allah mau kita mengetahui bahwa apa yang dilahirkan dari daging hanyalah daging dan kita membutuhkan penciptaan olehnya.

Membutuhkan kelahiran baru. 

Membutuhkan kelahiran Rohani.

Apakah anda sudah mengalami kelahiran baru? Penciptaan baru?

Kalau belum, saya mendorong anda untuk memohon agar Allah melakukan penciptaan di dalam hati anda. [GR1]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s