Bapa Orang Percaya (OTS08)

Bagian 1

Sekarang kita sampai pada bagian terbesar dari kitab Kejadian yang berhubungan dengan tiga tokoh Alkitab: Abraham, Yakub dan Yusuf.

Selamat datang di program sekolah Alkitab mini, suatu program studi Alkitab. 

Saya berterima kasih dan merasa terhormat bahwa anda bergabung dengan program kami. 

Beberapa waktu yang lalu, editor majalan Time memutuskan bahwa orang akan membaca majalah Time seandainya mereka melaporkan kepada redaksi perihal berita atau Kejadian yang telah mempengaruhi kehidupan banyak orang. 

Mereka masih menyebutnya orang yang menjadi berita, orang tertarik kepada sesama dan oleh karenanya para editor majalah Time merasa bahwa seandainya mereka melaporkan kepada redaksi perihal berita atau Kejadian yang telah mempengaruhi kehidupan banyak orang, orang akan membaca majalah mereka. 

Nah lama sebelum ada majalah Time, Allah sudah tahu bahwa orang tertarik kepada sesamanya,  dan hal itu adalah cara yang baik untuk berkomunikasi. 

——————————

Dalam kitab Kejadian, Allah sangat seksama menentukan tempat yang diberikan-Nya untuk masing-masing subjek. 

Tolong anda memperhatikan berapa banyak tempat yang diberikan-Nya untuk menggambarkan tokoh-tokoh Alkitab ini. 

Hal itu adalah karena Allah ingin menggambarkan sesuatu pada mulanya, agar kita dapat memahaminya pada waktu sekarang. 

Iman sangatlah penting. 

Menurut Perjanjian Baru, dalam pasal tentang iman yaitu Ibrani pasal 11, tanpa iman tidak mungkin orang berkenan kepada Allah dan tanpa iman tidak mungkin orang datang kepada Allah. 

Yang jelas Allah menghendaki kita datang kepada-Nya dan Ia menghendaki kita berkenan kepadaNya.

Jadi Ia menghendaki kita mengetahui tentang iman.

Kita tidak mungkin menerapkan keselamatan yang dibicarakan Alkitab tanpa iman. 

Jadi iman sangatlah penting sebab kita diselamatkan karena iman, demikianlah dikatakan Firman Tuhan. 

Karena iman demikian penting dan Allah menghendaki kita memahami tentang iman, Ia bercerita tentang seorang pria bernama Abraham. 

Abraham adalah tokoh Alkitab yang lebih banyak disinggung dalam Perjanjian Baru dibandingkan dengan tokoh Alkitab lainnya. 

Setiap kali Perjanjian Baru ingin membicarakan Iman, pasti menyinggung tentang Abraham. 

Kalau anda ingin memahami Iman, demikian Perjanjian Baru mengatakan, anda perlu memahami Abraham. 

Abraham adalah definisi iman yang hidup. 

Abraham adalah ilustrasi iman yang hidup. 

Ketika kita pertama kali membaca tentang Abraham di akhir pasal 11 dan awal pasal 12 kitab Kejadian, namanya Abram yang berarti Bapa banyak anak 

Abram sudah berusia 75 tahun dan belum mempunyai anak, namun namanya arti Bapa banyak anak. 

Saya pernah mendengar definisi tentang orang yang optimis. 

Orang yang optimis adalah pria menikah berusia 75 tahun, yang tidak beranak, yang membangun rumahnya dekat sebuah sekolah 

Demikianlah definisi orang yang optimis 

Abraham adalah orang yang optimis usianya, sudah 75 tahun dan belum mempunyai anak, namun namanya berarti Bapa banyak anak. 

Seandainya anda berjumpa dan berkenalan dengannya, anda pasti menganggapnya mempunyai banyak anak. 

Akan tetapi, Abraham akan menjawab bahwa ia belum mempunyai anak, namun seandainya anda dapat menghitung butiran pasir pantai di seluruh dunia atau bintang-bintang di langit suatu hari anda dapat menghitung jumlah keturunan saya. 

Anda mungkin akan menanggapi: “Kata siapa?” Dan ia akan menjawab: “Allah sendiri yang mengatakannya kepada saya.” 

Belakangan ketika usianya kira-kira 90 tahun, Allah mengubah nama Abram menjadi Abraham yang berarti Bapa banyak bangsa. 

Maka seandainya anda berjumpa dengannya dan menyapa: “Hai Bapa banyak anak.” 

Ia akan menjawab: “Nama saya telah diubah menjadi Bapa banyak bangsa.” 

Maka anda akan menjawab: “Syukurlah, berarti anda sudah mempunyai banyak anak.” 

“Belum” demikian ia akan menjawab, “Namun seandainya anda dapat menghitung butiran pasir di pantai di seluruh dunia atau bintang di langit, suatu hari kelak anda akan dapat menghitung jumlah keturunan saya.” 

Demikianlah sikap Abraham selama bertahun-tahun. 

Ada sebuah ayat dalam kitab Kejadian yang dikutip dalam Roma pasal 4 yang sungguh merangkum tentang Abraham. 

Abraham percaya kepada Allah dan Allah memperhitungkannya sebagai kebenaran. 

Allah akan mengatakan: “Aku memberitahukan sesuatu kepada pria tua itu dan ia percaya kepadaKu, maka Aku berkenan kepadanya. Aku memandangnya sebagai orang yang benar.”

Demikianlah definisi orang benar menurut Allah. 

Itulah sebabnya Abraham disebut sebagai definisi iman yang hidup. 

———————-

Ketika anda membaca kisah tentang seorang tokoh Alkitab seperti itu, ada yang namanya sisi Allah dan sisi manusia dari kisahnya.

Ibarat dua sisi dari uang logam yang sama, dalam kasus Abraham, sisi Allah dijelaskan dalam penampakan diri Allah kepada Abraham. 

Kira-kira 8 kali Allah menampakan dirinya kepada Abraham atau berfirman kepada Abraham.

Saya percaya bahwa ketika kitab suci mengatakan bahwa Allah menampakan diri maksudnya adalah seperti yang terjadi dalam Kejadian pasal 3 ketika Allah menanyakan, “Siapakah yang beritahukannya kepadamu?” 

Ingatlah bahwa anda tak akan mendengar suara nyata ketika Allah berfirman kepada anda.

Dalam bahasa Ibrani yang dimaksudkan dalam Kejadian pasal 3 itu sesungguhnya adalah: “Siapa yang membuatmu mengetahui hal itu?” 

Apakah mungkin Allah membuat anda mengetahui sesuatu? 

Tentu saja, itulah yang dimaksudkan dengan Allah menampakan diri dan hal itu terjadi kira-kira 8 kali dalam kisah Abraham. 

Kalau anda ingin melihat sisi Allah dari kisahnya, pelajarilah penampakan Allah kepada Abraham.

Seandainya Allah tidak menjadikan semak menyala-nyala tanpa habis terbakar, kita takkan pernah mendengar kisah tentang Musa.

Allah selalu menginisiatifkan hubungannya dengan manusia. 

Allah-lah yang selalu lebih dulu menjadikan seseorang mau mengenalNya. 

Dalam Perjanjian Baru Paulus mengatakan bahwa tidak ada seorangpun yang mencari Allah.

Tidak ada manusia yang mencari Allah, Allah-lah yang terlebih dahulu mencari manusia.

Seandainya seseorang tampak mencari Allah, hal itu hanyalah responnya terhadap Allah yang terlebih dahulu mencarinya. 

Allah-lah yang selalu menginisiatifkan hubungannya. 

Kalau anda ingin mempelajari aspek hubungan tersebut, pelajari penampakan Allah kepada Abraham. 

Sementara anda membaca kisahnya, coba mencari tahu: “Mengapa Allah menampakan diri pada saat tertentu dalam kisah Abraham?” 

Mengapa Allah merasa bahwa pada saat-saat tersebut, Abraham membutuhkan penampakanNya atau Penyataan atau Wahyu-Nya lagi? 

Penampakan Allah kepada Abraham, akan menunjukkan sisi Allah dari kisah hubungan di antara keduanya. 

Sisi manusia dari hubungannya atau respon Abraham terhadap penampakan Allah itu, adalah dalam bentuk mezbah-mezbah yang dibangunnya.

Abraham membangun 4 mezbah. 

Coba anda mencari tahu apa yang Abraham katakan kepada Allah ketika membangun mezbah-mezbahnya itu. 

Misalnya, Stefanus mengatakan dalam kisah para rasul pasal 7 bahwa Allah sudah lama menampakan diri kepada Abraham sebelum Ia memutuskan untuk keluar. 

Demikianlah Allah mengatakan kepada Abraham: “Keluarlah ke padang belantara kanaan, datanglah kepada-Ku.” 

Kita selalu ingin dipanggil ke sebuah negara atau ke sebuah gereja atau ke sebuah organisasi. 

Berapa banyak diantara kita yang dipanggil kepada Allah? 

Sulit untuk dijelaskannya bukan? 

Seandainya anda mulai mengemas koper dan istri anda bertanya: “Mau kemana kamu” dan akan menjawab, “Aku mau datang kepada Allah.” 

Apakah anda tidak akan menghadapi masalah dalam pernikahan anda? 

Apakah anda akan kesulitan menjelaskan kepada orang-orang bahwa pokoknya anda mau keluar ke padang belantara sebab Allah mau berjumpa dengan anda dan anda tidak tahu bagaimana setelahnya. 

Allah sudah sekian lama menyuruh Abraham meninggalkan negeri asalnya, meninggalkan ayah dan sanak saudaranya namun Abraham tidak mau. 

Entah sudah berapa lama Allah menampakkan diri kepada anda, berusaha menjangkau anda, berusaha menarik anda kepadanya atau kepada rencanaNya bagi kehidupan anda namun anda tidak mau menanggapinya. 

———————–

Setelah ayahnya meninggal, barulah Abraham pada akhirnya pergi ke kanaan menanggapi Allah yang telah demikian lama menampakan diri kepada-nya. 

Abraham membangun mezbahnya yang pertama di dataran luas di Moore. 

Kata Moore berarti mengajar atau mencari, maksudnya saya ingin belajar dan saya percaya bahwa Allah akan mengajari saya.

Seolah-olah ada suatu tempat dimana seharusnya saya berada dan saya percaya bahwa Allah akan memberitahukannya kepada saya dan saya ingin mengetahui dimana tempat itu.

Saya percaya bahwa kiasannya disini itu terlalu indah untuk tidak disengaja. 

Demikianlah arti kata Moore di mana Abraham membangun mezbahnya yang pertama. 

Saya menyebut mezbah pertama ini mezbah respon. 

Mezbah ini dibangun sebagai respon kepada Allah yang telah demikian lama menampakkan dirinya kepada pada Abraham. 

Ketika Abraham meresponinya, Allah menjumpainya di mezbah ini. 

Allah menampakan diri kepada Abraham di sini, baru Abraham melanjutkan perjalanannya dan membangun mezbah berikutnya.

Mezbah keduanya dibangun di antara dua tempat yaitu di antara Ai dengan Betel. 

Dalam bahasa Ibrani Betel berarti rumah Allah. 

El adalah kata untuk Allah, sedangkan Bet adalah kata untuk rumah.

Allah tidak memiliki rumah, jadi tampaknya kata Betel berarti tempat dimana Allah berada, tempat dimana kehadiran Allah yang Ilahi berada itulah Betel.

Letaknya di sebelah barat. 

Di sebelah timurnya terletak kota Ai. 

Dalam bahasa Ibrani, Ai  berarti maut atau runtuhan atau kesengsaraan atau kehancuran. 

Alkitab mengatakan bahwa upah dosa adalah maut. 

Konsekuensi dosa adalah kesengsaraan, kesuraman dan keputusasaan. 

Demikianlah konotasi kata Ai itu. 

Di sebelah timur lagi dari Ai, terletak Sodom dan Gomora. 

Abraham membangun mezbahnya yang kedua persis di antara Ai dengan Betel. 

Saya percaya bahwa pada mezbah kedua ini, Allah menjawab apa yang Abraham ajukan pada mezbahnya yang pertama. 

Pada mezbah yang pertama, Abraham memohon: “Ajarilah aku, apa yang harus kuketahui untuk berada di mana seharusnya aku berada.” 

Pada mezbah ke-2 ini Allah menjawabnya, “Abraham, masalahmu adalah bahwa engkau adalah orang yang tidak tegas, ke sana tidak, ke sini tidak.” 

Bagian 2

Kita sedang mempelajari sang Bapa Iman dalam kitab Kejadian dari Perjanjian Lama.

Saat kita membaca kisah tentang Abraham, kita melihat definisi iman dalam mezbah-mezbah yang dibangun Abraham. 

Mezbah pertama adalah respon: “Ajarilah aku Tuhan.” 

Demikianlah awalnya. 

Lalu kita melihat pertobatan. 

Abraham bergumul pada mezbah ke-2 ini. 

Ketika Allah menunjukkan pentingnya pertobatan, Abraham justru pergi ke selatan. 

Ketika Abraham masuk ke Mesir, ia sedang kacau secara rohani. 

Ia bukan saja pergi ke selatan secara geografis, melainkan juga secara rohani. 

Ia berada di Mesir.

Lalu dari Mesir ia keluar dan kembali ke mezbah keduanya dan berseru kepada nama Tuhan untuk kedua kalinya. 

Lalu ia bertemu dengan Lot. 

——————– 

Ketika Abraham meninggalkan negeri asalnya, ia diperintahkan meninggalkan ayahnya. 

Ia tidak sanggup melakukan hal itu hingga ayahnya meninggal. 

Itulah perubahan drastis yang mendorongnya untuk pergi juga pada akhirnya.

Abraham diperintahkan meninggalkan segala sanak saudaranya, namun ternyata ia mengajak Lot keponakan lelakinya. 

Ayahnya mempunyai saudara lelaki bernama Haran dan Haran adalah ayah Lot. 

Ketika Haran meninggal, Abraham mengadopsi Lot. 

Mungkin Abraham memang mengasihi keponakannya ini atau mungkin ia menganggap bahwa Lot adalah jawaban Allah untuk segala janjiNya. 

Mungkin saja Abraham merasionalisasikan: “Pasti inilah yang Allah maksudkan, mungkin keponakanku inilah ahli waris yang melalui siapa keturunan ku akan datang.” 

Apapun alasannya, Abraham tidak sanggup meninggalkan Lot. 

Padahal seharusnya, ia meninggalkan Lot.

Setelah menghadapi masalah pertobatan, Abraham mengajak Lot berbicara: “Kita harus berpisah.” 

Kitab Kejadian mengatakan bahwa Lot  menuju ke timur ke arah Ai dan pada akhirnya tinggal di Sodom dan Gomora. 

Abraham menuju ke barat dan membangun mezbahnya yang ketiga di tempat yang disebut Hebron.

Kembali menurut saya, kiasan ini terlalu indah untuk tidak disengaja. 

Hebron, dalam bahasa Ibrani berarti persekutuan.

Ketika Abraham membangun mezbah ketiga ini setelah membangun mezbah pertobatan, pada intinya Abraham Mau mengatakan: “Ya Allah aku ingin mengenalmu.”

Semua tokoh besar dalam Alkitab berseru: “Aku ingin mengenal Dia.”

Mereka semua berseru dari kedalaman hati mereka: “Aku ingin mengenal Dia.” 

Semakin mereka dapat mengenal Allah, semakin mereka ingin mengenalnya.

Demikianlah yang mau dikatakan oleh Abraham pada mezbahnya yang ketiga: “Ya Allah, aku ingin mengenalmu.”

Saya menyebut mezbah ketiga sebagai mezbah hubungan.

Abrahah membangun mezbah ketiga ini mencobai ini.

Dalam Kejadian pasal 12 dan pasal 13.

Dalam 2 pasal pertama kisah Abraham ini, ia membangun 3 mezbah. Ia tidak membangun mezbah lagi Hingga Kejadian pasal 22.

Setelah membangun mezbah hubungan, Abraham tidak lagi membangun mezbah hingga Kejadian pasal 22.

Apa yang kamu katakan ketika membangun banyak yang ketiga? Apa yang terjadi setelah ia membangun mezbahnya yang ketiga? Apa yang terjadi diantara mezbah yang ketiga dengan yang keempat?

Ketika Abraham mengatakan: “Aku ingin mengenalmu,” menurut saya Allah menjawabnya: “Kalau engkau mau menjalin hubungan dengan-Ku, ketahuilah bahwa Akulah segalanya. Sebab Hingga engkau memandang-Ku sebagai segalanya, engkau tidak memandangku sebagai apa-apa.”

Saya diberitahukan hal itu ketika saya masih kecil, kalau Yesus Kristus itu bukan segalanya.

Berarti Yesus Kristus bukan apa-apa.

Jangan main-main dengan Kristus. Jangan main-main dengan Allah.

Kalau Anda sungguh ingin mengenal Allah, Allah menghendaki tempat yang menjadi haknya dalam kehidupan Anda.

Ada orang lain dalam kehidupan Abraham, misalnya Lot. 

Lot mengilustrasikan gambaran tentang orang yang ada dalam kehidupan kita, yang tidak pernah Allah kehendaki.

Banyak kepedihan hati dan duka disebabkan karena kita mempunyai orang dalam kehidupan kita yang tidak pernah Allah kehendaki.

Demikianlah yang diilustrasikan Lot.

————————————-

Dalam Kejadian pasal 16, atas saran istrinya Abraham mendapatkan seorang Putra melalui hamba istrinya, Hagar, seorang perempuan Mesir. 

Abraham mendengarkan istrinya, kedengarannya seperti Adam.

Kita mendapatkan banyak masalah ketika kita mendengarkan istrinya dan kita mendapatkan banyak kesulitan ketika Abraham mendengarkan istrinya, sehingga mendapatkan seorang putra dari Hagar, hamba perempuan istrinya.

Putranya adalah Ismail.

Tak akan ada krisis Timur Tengah sekarang ini seandainya Abraham tidak mendengarkan istrinya.

Ismail itulah Bapa Bangsa Arab, sehingga sekarang terdapat bangsa Arab dan bangsa Yahudi di tanah suci.

Demikianlah masalah kita.

Tak akan ada bangsa Arab, seandainya tidak ada Ismail.

Menurut saya Ismail mengilustrasikan sesuatu.

Musuh terbesar dari Hal terbaik adalah hal yang baik. Musuh terbesar dari berkat terbaik dari Allah bagi kehidupan Anda adalah sesuatu yang baik.

Agar anda keluar dari kehendak Allah, iblis tak akan menggoda Anda untuk merampok bank.

Kalau Allah menghendaki Anda menjadi misionaris medis, iblis tak akan menggoda Anda untuk merampok bank. Iblis hanya membisikan: “ Mengapa tidak menjadi dokter di kota besar ini saja?”

Tentu hal itu baik.

Akan tetapi kalau Allah menghendaki Anda menjadi dokter Missionary di suatu tempat terpencil atau negara terpencil, maka hal yang baik merupakan musuh terbesar dari berkat Allah yang terbaik.

Demikianlah cara kerja iblis. 

Iblis menghalangi kita dari berkat Allah yang terbaik dengan menawarkan sesuatu yang baik, bukan dengan menawarkan sesuatu yang mengerikan.

Ismail adalah ilustrasinya tentang orang yang baik dalam kehidupan kita namun bukan yang terbaik.

Dalam Kejadian pasal 16, ketika Ismail Lahir, Allah kembali menampakkan diri kepada Abraham.

Mengapa Allah berfirman kepada Abraham: “Hiduplah sempurna di hadapan-Ku?”

Intinya Allah menyampaikan: “Abraham Rencanaku adalah agar engkau menjadi Bapa melalui Sarah dan bukan melalui Hagar.”

Saya percaya bahwa Sarah sendiri mengilustrasikan suatu masalah lain dalam hubungan Abraham dengan Allah.

Mezbahnya yang ketiga, yaitu hubungan, merepresentasikan hubungan vertikal dengan Allah dan hubungan horizontal dengan sesama. Keduanya tidak mungkin terpisahkan.

Untuk mengenal Allah, Allah harus diberikan tempat yang menjadi haknya dalam segala hubungan Abraham. 

Allah harus berbicara kepada Abraham tentang Lot dan mengeluarkan Lot dari kehidupan Abraham.

Allah harus mengeluarkan Ismail dari kehidupan Abraham.

Satu persatu Allah mengeluarkan orang-orang dari kehidupan Abraham yang berebut tempat pertama.

Sarah sendiri masalah lain.

Sarah adalah ilustrasi orang yang memang ditempatkan Allah dalam kehidupan kita, namun kita sendiri kurang menghargainya.

Entah Berapa banyak suami yang menganggap istrinya biasa saja. Entah berapa banyak istri yang menganggap suaminya biasa saja. Entar Berapa banyak suami yang berpikir: “Seandainya saja aku mempunyai istri yang lebih baik, aku pasti akan lebih rohani.”

Entah berapa banyak istri yang berpikir: “Seandainya saja aku tidak menikah dengannya, aku pasti akan lebih Kudus, atau seandainya saja aku menikah dengan seseorang seperti Bill Graham”.

Mereka tidak pernah menyadari bahwa pasangan mereka adalah pemberian Allah.

Rencana Allah bagi kehidupan Anda adalah mencakup pasangan Anda.

Allah menampakan diri kepada Abraham tentang Sarah. 

“Engkau akan mendapatkan keturunan melalui Sarah, Aku juga akan mengubah namanya dari Sarai menjadi Sarah. Sarai artinya suka bertengkar atau berdebat.” Apapun yang Anda usulkan kepadanya, ia pasti menentangnya.

Salomo mengatakan: “Seorang istri yang suka bertengkar serupa dengan Tiris yang tidak henti-hentinya meniti pada waktu hujan, terus saja menetes.”

Sarai sangat suka berdebat dan Abraham sudah lama hidup bersamanya.

Allah menampakan diri kepada Abraham dan mengatakan bahwa Sarai akan diubah namanya menjadi Sarah yang berarti putri.

Sebab Sarah akan menjadi Ibu bangsa-bangsa seperti halnya Abraham akan menjadi Bapa bangsa-bangsa, dan dari Sarah akan lahir raja-raja.

Mendengarnya, Alkitab mengatakan bahwa Abraham tertunduk dan tertawa.

Pada akhirnya Abraham percaya bahwa rencana Allah mungkin melibatkan dirinya dan bahwa Allah sanggup melakukan apapun melalui dirinya.

Akan tetapi Abraham tidak percaya bahwa rencana Allah mungkin melibatkan Sarah.

———————————-

Pesan Alkitab dapat dirangkum dalam kalimat: “Allah di tempat utama.”

Hal itu tidak mudah namun juga tidak rumit.

Saya percaya bahwa para teolog yang menjadikannya rumit, sebab mereka tidak mau mendahulukan Allah.

Hal ini tidak rumit hanya saja sangat sulit.

Sesungguhnya perjanjian baru mengatakan: “Bahwa tidak seorang pun mungkin mengatakan bahwa Yesus adalah Tuhan atau Allah, ada di tempat utama kecuali Roh Allah yang menyatakan kepadanya. Tidak seorang pun mungkin mengatakan Yesus adalah Tuhan kecuali oleh Roh Kudus.”

Mendahulukan Allah bukan saja sulit melainkan juga mustahil kalau anda tidak mempunyai pengalaman rohani.

Kalau Anda sudah dilahirkan kembali, Anda akan melihat Kerajaan Allah dan mengetahui bahwa Allah Itulah Raja.

Anda akan memasuki hubungan dengannya, di mana Ia sesungguhnya adalah Rajanya, dimana Ia adalah yang utama, di mana Ia adalah Tuhan dan kita hambanya.

Dia adalah segalanya dan bukan sekedarnya.

Anda melihat Ketuhanan Kristus ketika Anda dilahirkan kembali.

Itulah yang terjadi pada Abraham di Gunung Muria ketika yang membangun mezbahnya yang ke 4.

Jadi, Abraham membangung empat mezbah. Mezbah respon, Mezbah pertobatan, Mezbah hubungan dan Mezbah realita.

Sudah ada berapa mezbah yang Anda bangun?

Maukah Anda membangun mezbah respon yang mengatakan: “Ajarilah aku ya Tuhan.”

Setelah membangun mezbah respon, sudahkah Anda membangun mezbah pertobatan?

Sudahkan Anda memutuskan diri dengan masa lalu Anda dan memisahkan diri dari masa lalu Anda?

Sudahkan Anda Membangun mezbah hubungan? dan di atas segalanya, sudahkan Anda membangun mezbah realita? 

Sudahkah Anda memandang Allah sebagai segalanya dalam kehidupan Anda? 

Sebab kalau tidak, Allah bukanlah apa-apa.

Demikianlah makna mezbah yang ke-4. Demikianlah yang kita pelajari tentang iman dari kita tentang Abraham, penampakan Allah kepadanya, mezbah-mezbah yang dibangunnya sebagai respon terhadap Allah yang menampakan diri kepada-nya.

Bagaimana respon anda terhadap Allah? 

Kita harus belajar dari Abraham dan memberikan respon iman. [AGP/GR1]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s